<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372</id><updated>2012-02-16T17:20:33.994+07:00</updated><title type='text'>Bulugodang</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>121</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-3495843111021753304</id><published>2011-12-15T15:01:00.001+07:00</published><updated>2011-12-15T15:01:15.888+07:00</updated><title type='text'>Jangan Ada Dusta Di antara Kita</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt; &lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kalau kita ingin bangsa ini lepas darililitan berbagai krisi, sebaiknya kita harus mau bersikap jujur. Jangan adadusta drantara kita. Yang sangat dibufuhkan adalah keteladanan dari tokohmasyarakat, pemimpin bangsa dan pemuka agama.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Entah sudahberapa kali tokoh masyarakat dan pemuka agama duduk bersama membicarakanmasalah yang dihadapi bangsa ini, namun persoalan tetap tak bergeming.Kerusuhan tetap marak malah makin meluas ke berbagai daerah. Pertikaian munculsilih berganti, kerusuhan menjadi pemandangan seharihari dan kekerasan praktismewarnai sisi kehidupan. Meski media cetak dan media televisi tak surut semangatnyauntuk membiicarakan masalah yang menghantam bangsa ini lewat saresahan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Memang sudahmenjadi kewajiban umat beragama dalam berbangsa dan bernegara memberikan yangterbaik bagi bangsanya, meskipun untuk memulihkan luka batin memakan waktulama, namun harus dilakukan upaya ke arah penyembuhan. Apalagi bangsa inisedang getol-getolnya menikmati arti sebuah kebebasan. Hanya sayangnyakebebasan itu kerap menjadi sebuah kebebasan yang kebablasan. lni lumrahterjadi di dalam masyarakat plural.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ketika kebebasan,keinginan dan tuntutan tidak terpenuhi maka yang terjadi justru konflik yang berujungpada perpecahan. Karena itu di dalam pola kebebasan harus ada kaidah atausemacam batasan yang harus diindahkan semua pihak yang ada dalam lingkaranbesar sebuah bangsa. Kalau tidak kebebasan akan berubah menjadi anarki yangmembawa bencana bagi bangsa itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Saat keadaanbangsa tak menentu seperti kita alami sekarang ini, sebenarnya yang sangatdibutuhkan adalah keteledanan dari tokoh masyarakat, pemipin bangsa dan pemukaagama. Justru keteladanan inilah yang tidak ada dan hilang pada saat ini. Tidakada figur yang pantas diteladani, dicontoh sebagai panutan. Dalam menyikapi masalahkrusial seperti sekarang seperti yang yang lagi hangat-hangatnya dibahasmengenai Papua dan Aceh, sebaiknya jangan ada dusta di antara kita, kalaumemang bangsa ini mau bangkit seperti diharapkan. Sebab terjadinya konflik itutak bisa dilepaskan dari kealpaan manusia sebagai umat beragama, tidakmenjalankan kewajiban agamanya, tidak ada rasa kasih sayang terhadap sesama danrapuhnya rasa solidaritas sesama anak bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bagi Presiden SusiloBambang Yudhoyono, keadaan sekarang harus disikapi dengan kerangka berpikirglobal. Yaitu berpikir lintas dunia, yang dibicarakan bukan saja kepentinganlokal tetapi juga yang sedang diperjuangkan dunia. lni tidak bisa dipungkiridalam pergaulan berbangsa dalam era global, sebab dunia sekarang sudah berubah,faham nasionalisme tidak cukup, karerna dunia meletakkan faham lain danideologi lain. Jadi ada kepentingan kemanusiaan (hut man interest) di sampingkepentingan nasional. Susilo Bambang Yudhoyono dalam poidatonya pernah menilai,pada lintas bangsa, agama dan fiegara, faham keindonesiaan mudah dilakukakanasal selalu respek (hormat) terhadap nilai sendiri serta human interest danworld interest (yang diperjuangkan dunia). Dalam sebuah cita-cita negara yangideal adalah perlu penekanan akan pentingnya makna sebuah toleransi yang tinggimembingkai komunitas masyarakat yang menampilkan wajah masyarakat tenteram,sejahtera dan kedekatan antara satu sama lain. Itu erat hubungannya dengantujuan sebuah negara normal; yaitu masyarakat yang baik, ekonomi yang baik danpolitik pemerintah yang baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Memang berbicarakewajiban umat beragama dalam porsi kehidupan berbangsa dan bernegara, bukanlahhal sulit, asal semua umat beragama mau berbuat, bukan sekedar diucapkan tapilebih diujudkan dalam tindakan. Apabila nilai-nilai dan norma-norma agamabenar-bemar diberlakukan pasti tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dapatberjalan dengan baik dan harmonis. Namun, pada satu sisi, ketidak berdayaanumat beragama selama ini dan hal ini mestinya membuat kita semakin bijak untuktidak terlalu mudah mengajukan ajaran agama sebagai lips service belaka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Penyalahgunaankuasa jabatan, senjata dan uang jauh lebih kuat dan lebih canggih daripadakekuatan dan kecanggihan agama sampai saat ini. Karena itu, untuk memahamisetiap persoalan yang sebanarnya, dalam kasus kerusuhan seperti di Papau danAceh misalnya, perlu diadakan Crisis Centre Bersama (CCB), CCB inilah yang akanmerekam data seakurat rnungkin dan berdasarkan data tersebut dibuat kebijakanberdasar yang tidak sembarangan. Dari hasil temuan CCB inilah dijadikan landasanuntuk membentuk opini publik serta kebijakan bersama, sehingga semua pihaktidak dapat memelintir atau mendisinformasikan semaunya sendiri fakta dilapangan. Melalui cara seperti itulah diharapkan akan terungkap kebenaran.Konsekuensinya, siapa yang benar harus dibenarkan, siapa yang salah harusdihukum tanpa melihat apa latarbelakangnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-3495843111021753304?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/3495843111021753304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/12/jangan-ada-dusta-di-antara-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3495843111021753304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3495843111021753304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/12/jangan-ada-dusta-di-antara-kita.html' title='Jangan Ada Dusta Di antara Kita'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-6383906434689996850</id><published>2011-10-11T10:37:00.000+07:00</published><updated>2011-10-11T10:37:19.697+07:00</updated><title type='text'>PROGRAM BEASISWA PRESTASI DAN BEASISWA KASIH HKBP TANGERANG KOTA PERIODE 2011-2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;"Marilah kita menyatukan hati dan pikiran, tenaga dan dana dalam melakukan tri tugas panggilan gereja bersekutu, bersaksi dan melayani di tengah-tengah dunia ini sehingga kerajaan Tuhan semakin besar"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menyongsong Jubeleum 150 tahun HKBP, dengan sub tema: “Dengan jubeleum 150 tahun HKBP, membangun jati diri sebagai gereja yang bersumber kepada Alkitab, beribadah dan MENCERDASKAN seluruh warganya, bersaksi dan melayani ditengah-tengah masyarakat, serta mandiri di bidang teknologi, daya dan dana". HKBP Tangerang kota&amp;nbsp; melalui Dewan Diakonia, melaksanakan program beasiswa pendidikan periode 2011-2012 dengan dua kategori yaitu beasiswa prestasi dan beasiswa kasih. Dimana setiap kategori masih dibagi dalam level  SD, SMP dan SMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilaksanakan evaluasi dari setiap Wijk, ada 20 orang yang berhak memperoleh program pendidikan tersebut antara lain:&lt;br /&gt;A. Kategori  Beasiswa kasih terdapat 12 orang yaitu : Harjo Wahyu Harianja, Ivan Rojadi Siagian (level  SD); Jevri Heriad Yono B, Debira Herlino Sianipar, Heppy Anno Rey P (level SMP), Dwi Christian Silitonga, Maeka Steffi Marpaung, Marcia Grecia R Siahaan, Rama Yohana Gultom, Martha Permata Limbong, Sri Maryati, Etti Nuryati Siahaan (level SMA).&lt;br /&gt;B.Kategori Beasiswa prestasi terdapat 8 orang yaitu : Roland Fernando, Sylvia Arnetha, Jeremy WR Pasaribu, Sarah K Sihombing, Ronald Boy Sijabat, Feronica Felentina S (level SD); Jericho P Pasaribu (level SMP); Anton samuel Tambunan (Level SMA) Dana beasiswa diperoleh dari donatur dan persembahan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun penyerahannya dilaksanakan pada saat ibadah kebaktian pagi jam 08.00 WIB, yang dipimpin oleh Pdt. Dr. MF. Ladestam Sinaga, MTh. Saat penyerahan didampingi oleh Ketua Dewan Diakonia St. Rospita Manurung, SPd dan Ketua seksi Pendidikan Cst. TP. Silitonga, SH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai penyerahan dana Beasiswa prestasi dan Beasiswa Kasih kepada warga jemat, Pendeta Sinaga menekankan agar anak yang menerima baik kategori prestasi dan juga kasih, agar meningkatkan semangat belajar, sehingga menjadi generasi yang handal ditengah-tengah zaman teknologi. (Cst.Drs.Ir.Edison H Manurung, MM, IICD)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-6383906434689996850?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/6383906434689996850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/10/program-beasiswa-prestasi-dan-beasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6383906434689996850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6383906434689996850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/10/program-beasiswa-prestasi-dan-beasiswa.html' title='PROGRAM BEASISWA PRESTASI DAN BEASISWA KASIH HKBP TANGERANG KOTA PERIODE 2011-2012'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-259970275895489187</id><published>2011-06-01T15:04:00.000+07:00</published><updated>2011-06-01T15:04:03.531+07:00</updated><title type='text'>PENERIMAAN MAHASISWA BARU STT HKBP PEMATANGSIANTAR</title><content type='html'>T.A 2011/2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGUMUMAN&lt;br /&gt;No. : 0426/A.16/AK-STT/2011&lt;br /&gt;SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA HKBP Jl. Sangnawaluh No.: 6 Pematangsiantar, melaksanakan Penerimaan Mahasiswa Baru T.A. 2011/2012.&lt;br /&gt;Pendaftaran dimulai tanggal 2 Mei – 27 Juni 2011.&lt;br /&gt;Pelaksanaan Ujian Masuk tanggal 29 Juni – 2 Juli 2011.&lt;br /&gt;A. Program Studi :&lt;br /&gt;I. Sarjana Teologi (S.Th/S1).&lt;br /&gt;a. Surat lamaran/permohonan kepada Ketua STT HKBP ditulis tangan di atas kertas segel&lt;br /&gt;b. Ijazah SMU/sederajat (asli dan 4 lembar fotocopy dilegalisir)&lt;br /&gt;c. Akte lahir catatan sipil (asli dan 4 lembar fotocopy dilegalisir)&lt;br /&gt;d. Surat keanggotaan Gereja (berisi keterangan lahir, baptis dan sidi : 4 lbr).&lt;br /&gt;e. Surat rekomendasi Pendeta Ressort dan Pucuk Pimpinan Gereja calon yang dikirim langsung oleh pemberi rekomendasi kepada Ketua STT HKBP (copy 4 lbr).&lt;br /&gt;f. Pasfoto terbaru hitam putih 2×3, 3×4, 4×6 (@: 6 lbr).&lt;br /&gt;g. Usia Maksimal 30 tahun.&lt;br /&gt;h. Mata Pelajaran yang diuji :&lt;br /&gt;- Psikotest.&lt;br /&gt;- Pengetahuan Umum.&lt;br /&gt;- Pengetahuan Isi Alkitab.&lt;br /&gt;- Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;- Bahasa Inggris&lt;br /&gt;- Wawancara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Master of Divinity (M.Div).&lt;br /&gt;a. Surat lamaran/permohonan kepada Ketua STT HKBP ditulis tangan di atas kertas segel&lt;br /&gt;b. Ijazah S1 Non Teologi dan Transkrip nilai (asli dan 4 lembar fotocopy dilegalisir)&lt;br /&gt;c. Akte lahir catatan sipil (asli dan 4 lembar fotocopy dilegalisir)&lt;br /&gt;d. Surat keanggotaan Gereja (berisi keterangan lahir, baptis dan sidi : 4 lbr).&lt;br /&gt;e. Surat rekomendasi Pucuk Pimpinan Gereja calon yang dikirim langsung oleh pemberi rekomendasi kepada Ketua STT HKBP (copy 4 lbr).&lt;br /&gt;f. Pasfoto terbaru hitam putih 2×3, 3×4, 4×6 (@: 6 lbr).&lt;br /&gt;g. Mata Pelajaran yang diuji :&lt;br /&gt;- Psikotest.&lt;br /&gt;- Pengetahuan Umum.&lt;br /&gt;- Pengetahuan Isi Alkitab.&lt;br /&gt;- Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;- Bahasa Inggris.&lt;br /&gt;- Essay (tulisan).&lt;br /&gt;- Wawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Bagi yang lulus Ujian wajib melengkapi berkas :&lt;br /&gt;a. Surat catatan kepolisian.&lt;br /&gt;b. Daftar riwayat hidup.&lt;br /&gt;c. Pernyataan sanggup membiayai pendidikan yang disetujui oleh orangtua/wali.&lt;br /&gt;d. Pernyataan sanggup mematuhi segala peraturan yang ditetapkan STT HKBP.&lt;br /&gt;e. Test kesehatan (Ginjal, Paruparu, Jantung, HIV/AIDS, NAPZA) darai R.S HKBP Balige atau Rumah Sakit yang ditentukan STT HKBP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Ketentuan lain.&lt;br /&gt;a. Tinggi dan berat badan seimbang,&lt;br /&gt;Pria : minimal 160 Cm, Wanita : minimal 150 Cm.&lt;br /&gt;b. Peserta ujian tidak diijinkan tinggal/pemondokan di Rumah Dosen dan Pegawai.&lt;br /&gt;c. Peserta ujian tidak disediakan asrama/penginapan pada saat menjelang dan selama ujian dilaksanakan.&lt;br /&gt;d. Jumlah mahasiswa SI Theologia yang diterima sebanyak 80 orang.&lt;br /&gt;e. Jumlah mahasiswa M.Div yang diterima minimal 15 orang.&lt;br /&gt;f. Biaya Pendaftaran : Rp. 150.000,-&lt;br /&gt;g. Biaya Ujian : Rp. 750.000,-&lt;br /&gt;h. Uang Kuliah untuk setiap program diatur tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pasca Sarjana (S2/Magister Teologi dan S3/Doktor Teologi)&lt;br /&gt;a. Pendaftaran dimulai tanggal 1 September – 5 Oktober 2011.&lt;br /&gt;b. Ijazah S1/S2.&lt;br /&gt;c. Sertifikat TOEFL S2:450, S3:500.&lt;br /&gt;d. Rekomendasi Pimpinan Gereja.&lt;br /&gt;e. Ujian masuk S2:&lt;br /&gt;- Tulis/tatap muka, 6-8 Oktober 2011.&lt;br /&gt;- Take home, 9 – 29 Oktober 2011.&lt;br /&gt;f. Ujian masuk S3: Diatur tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk informasi lebih lanjut, hubungi :&lt;br /&gt;1. STT HKBP, Jl. Sangnawaluh No. 6 P.Siantar. tlp. 0622. 7550593, fax. 0622.7551406.&lt;br /&gt;2. Pendeta Ressort/Praeses tiap-tiap distrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian diumumkan untuk dimaklumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pematangsiantar, 25 Maret 2011&lt;br /&gt;Menyetujui Sekolah Tinggi Theologia HKBP&lt;br /&gt;Ephorus HKBP                   Ketua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pdt. Dr. Bonar Napitupulu      Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-259970275895489187?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/259970275895489187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/06/penerimaan-mahasiswa-baru-stt-hkbp.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/259970275895489187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/259970275895489187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/06/penerimaan-mahasiswa-baru-stt-hkbp.html' title='PENERIMAAN MAHASISWA BARU STT HKBP PEMATANGSIANTAR'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-8545845064125082990</id><published>2011-06-01T11:51:00.000+07:00</published><updated>2011-06-01T11:51:21.923+07:00</updated><title type='text'>Pancasila dan Perwujudan Penyelenggaraan Negara yang Bersih</title><content type='html'>Meskipun Mr. Moh. Yamin sudah mengemukakan pokok-pokok pikirannya secara tertulis tentang Dasar Negara Indonesia Merdeka pada tanggal 29 Juni 1945, tetapi yang diakui sebagai Hari Lahir Pancasila adalah tanggal 1 Juni 1945. Ketika Bung Karno menyampaikan pidatonya pada hari terakhir rapat Badan Penyelidikan Persiapan Kemerdekaan (Dokuritsu Jumbi Cosakai) tentang hal yang serupa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perbedaan antara kedua konsep Pancasila dari kedua penggali itu hanya terletak pada istilah yang dipergunakan. Kalau Mr. Moh. Yamin pada mulanya menggunakan istilah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perikebangsan,&lt;br /&gt;2. Perikemanusiaan,&lt;br /&gt;3. Periketuhanan,&lt;br /&gt;4. Perikerakyatan dan&lt;br /&gt;5. Kesejahteraan rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BungKarno pada mulanya menggunakan istilah:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Kebangsaaan Indonesia&lt;br /&gt;2. Internasionalisme atau perikemanusiaan&lt;br /&gt;3. Mufakat atau demokrasi&lt;br /&gt;4. Kesejahteraan Sosial&lt;br /&gt;5. Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kemudian setelah mengalami beberapa perubahan konsep Pancasila itu menjadi seperti sekarang, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;2. Kemanusian Yang adil dan beradab&lt;br /&gt;3. Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan&lt;br /&gt;5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lepas dari perbedaan apapun dalam proses lahirnya Pancasila itu, yang penting bagi kita, bahwa tanggal 1 Juni merupakan hari yang amat penting sebagai salah satu tonggak sejarah berdirinya negara ini. Karena itu pada tempatnya kalau pada tanggal 1 Juni ini kita mencoba menghayati kembali pengertian dari Dasar Negara ini dalam kehidupan dan tugas kita masing-masing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekadar untuk mengingatkan kita bersama, bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu selalu masih relevan. Terutama dalam kaitan dengan upaya perwujudan penyelenggaraan negara yang bersih dari KKN.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;Sila ini mengandung pengertian, bahwa tanggungjawab utama dalam penyelenggaraan pemerintahan negara ditujukan kepada Allah swt atau Tuhan Yang Maha Esa. Dengan kata lain, kegiatan penyelenggraan pemerintahan negara merupakan ibadah kalau itu dilakukan secara baik, dan menjadi perbuatan mungkar kalau dilakukan secara curang. Karena itu korupsi adalah perbuatan mungkar yang dilaknati Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab&lt;br /&gt;Setiap orang harus diperlakukan sama didepan hukum dan dalam seluruh penyelenggaraan pemerintahan Negara. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan terhadap setiap orang karena perbedan warna kulit, bangsa, suku, agama, daerah asal, keturunan dan kekayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Persatuan Indonesia &lt;br /&gt;Adanya sikap, bahwa setiap jengkal tanah dalam wilayah Indonesia adalah "Tanah Airku". Setiap manusia Indonesia, di mana pun dia berada dan dalam keadaan apa pun dia, adalah "bangsaku, bangsa Indonesia".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejalan dengan itu, eksploitasi sumberdaya alam dan setiap tindakan lain yang dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara serta menimbulkan kemiskinan rakyat adalah pengkhianatan terhadap bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan/ perwakilan&lt;br /&gt;Dalam kaitan dengan pemberantasan korupsi, prinsip ini berhubungan dengan akuntabilitas. Artinya, setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan itu harus dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat sebagai pemilik kedaulatan negara. Mengamalkan Pancasila berarti selalu menyadari dan mengamalkan akuntabilitas pada setiap perbuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat rakyat Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan Pemerintahan dan pembangunan ditujukan untuk mewujudkan kesamaan nasib dan kesetaraan diantara semua daerah dan suku bangsa dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Khusus dalam konteks pembangunan nasional, persatuan Indonesia ini diwujudkan dalam upaya pemerataan pembangunan dan pemerataan hasil-hasilnya di seluruh Tanah Air. Tidak boleh hanya terjadi pemerataan kegiatan pembangunan, sementara hasil-hasilnya tidak merata. Kegiatan pembangunan berlangsung di semua daerah, hasilnya hanya dinikmati oleh satu dua daerah saja. Demikian juga tidak boleh terjadi pemerataan hasil-hasil pembangunan, sementara kegiatan pembangunan hanya terpusat di sesuatu daerah saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Singkatnya, dalam memperingati momen-momen penting lahirnya Pancasila, sewajarnyalah kita tetap menghayati kewajiban kita masing-masing untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kewajiban itu tidak hanya terpikul di pundak para pemimpin atau pejabat saja, tetapi juga menjadi kewajiban setiap individu bangsa Indonesia pada tempat, tugas dan dalam posisi masing-masing. Baik sebagai petani, pegawai negeri sipil, polisi, ABRI, jaksa, pengusaha dan politisi. Baik dalam posisi sebagai pemilik modal, buruh, pejabat dan lain-lain. Mari kita wujudkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-8545845064125082990?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/8545845064125082990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/06/pancasila-dan-perwujudan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8545845064125082990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8545845064125082990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/06/pancasila-dan-perwujudan.html' title='Pancasila dan Perwujudan Penyelenggaraan Negara yang Bersih'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-1864823787794255950</id><published>2011-02-25T10:01:00.000+07:00</published><updated>2011-02-25T10:01:21.037+07:00</updated><title type='text'>Mazmur 6:2</title><content type='html'>Pagi itu beberapa siswa disuruh berdiri dilapangan sekolah dengan tangan menghormat bendera. Ternyata mereka tidak sedang mengikuti upacara bendera, namun sedang menjalankan hukuman atas keterlambatan mereka masuk jam sekolah Demikianlah hukuman yang diberikan bagi para siswa yang melanggar disiplin sekolah setiap harinya. Contoh diatas menggambarkan bahwa setiap kesalahan akan mendapat hukuman dan pengajaran. Hukuman sebagai pengajaran dan sekaligus mengintropeksi diri untuk sadar dan tidaklagi melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga denga penghukuman dari Tuhan, akan diberikan kepada siapa yang menyimpang dari jalanNya. Dan hukuman dan pengajaran yang dari Tuhan dalam nas ini, disadari pemazmur akan datang pada dirinya setelah dia melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Pemazmur menyadari dengan sungguh-sungguh kesalahannya dan dengan kerendahan berseru kepada Tuhan agar jangan menghukum dengan murkaNya dan menghajarnya dalam kepanasan amarahNya. Pemazmur menyadari tiada yang sanggup menerima murka Tuhan dan lebih baik memohon pengampunan dan menyadari diri atas kesalahan, berbalik ke jalanNya.&lt;br /&gt;Melalui nas ini kita diajari untuk mau mengintropeksi atas apa yang telah kita lakukan setiap harinya. Bila ada kesalahan dan dosa yang kita perbuat agar memohon pengampunan dosa kita. Tuhan masih memberikan waktu dan kesempatan kepada kita, perbuatlah apa yang baik dimata Tuhan. Jagan tunggu murka Tuhan!&lt;br /&gt;Terkirim dari telepon Nokia saya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-1864823787794255950?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/1864823787794255950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/02/mazmur-62.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1864823787794255950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1864823787794255950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/02/mazmur-62.html' title='Mazmur 6:2'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-1864258642563220013</id><published>2011-02-16T14:08:00.000+07:00</published><updated>2011-02-16T14:08:31.037+07:00</updated><title type='text'>Matahari Lontarkan Lidah Api Terbesar ke Bumi</title><content type='html'>Coronal Mass Ejection (CME) membutuhkan waktu 24 jam atau lebih untuk tiba di Bumi.&lt;br /&gt;Rabu, 16 Februari 2011, 11:15 WIB (VIVA NEWS)&lt;br /&gt;Muhammad Firman Cahaya aurora, efek yang terjadi saat angin dari badai Matahari menghantam medan magnet planet Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Matahari melepaskan lidah api terbesar selama empat tahun terakhir. Letusan yang terjadi pada 14 Februari di belahan barat atau 15 Februari di kawasan timur Bumi tersebut melontarkan gelombang besar yang mengandung partikel gas bermuatan listrik ke ruang angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badai Matahari itu juga memancarkan sinar radiasi yang akan menghantam Bumi. Kini awan raksasa yang mengandung partikel tersebut sedang mengarah ke arah planet kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, Coronal Mass Ejection (CME), sebutan untuk fenomena tersebut, membutuhkan waktu 24 jam atau lebih untuk tiba di Bumi. Efeknya, radiasi itu memicu munculnya aurora borealis, atau Cahaya Utara di garis lintang atas dan kadang muncul hingga di kawasan utara Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengamatan, letusan dahsyat tersebut tercatat mencapai Class X2.2 dalam skala lidah api Matahari. Ia merupakan lidah api kelas X pertama yang hadir di aktivitas siklus Matahari yang dimulai pada tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi, kini Matahari sedang menuju ke solar maximum atau titik di mana aktivitas di permukaan matahari sedang mencapai puncaknya, yang diperkirakan akan terjadi pada 2013 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lidah api itu merupakan yang terbesar sejak 6 Desember 2006,” kata Phil Chamberlin, Deputy Project Scientist, Solar Dynamics Observatory NASA, seperti dikutip dari Space, 16 Februari 2011. “Sebelumnya muncul petunjuk bahwa akan ada peluang munculnya lidah api yang sedang sampai besar (kelas M atau lebih), namun kami terkejut saat mengetahui bahwa lidah api yang dilontarkan merupakan kelas X yang lebih besar,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah api kelas X merupakan tipe lidah api yang paling kuat yang bisa dilontarkan Matahari. Ada dua kategori lain di bawahnya yakni kelas M yang memiliki kekuatan medium namun cukup bertenaga, dan kelas C yang merupakan lontaran radiasi yang paling lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lontaran lidah api sebesar itu akan memancarkan sinar X, radiasi ultraviolet dosis tinggi serta menghembuskan angin Matahari ke arah Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di Bumi, elektron dan proton dari angin Matahari akan bersinggungan dengan medan magnet dan mengarahkannya ke kutub magnetik planet ini. Gangguan tersebut dapat menghadirkan badai geomagnetik di medan magnet planet Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Badai geomagnetik berpotensi terjadi setelah 36 hingga 48 jam setelah CME tiba di Bumi,” ucap Chamberlin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-1864258642563220013?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/1864258642563220013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/02/matahari-lontarkan-lidah-api-terbesar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1864258642563220013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1864258642563220013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/02/matahari-lontarkan-lidah-api-terbesar.html' title='Matahari Lontarkan Lidah Api Terbesar ke Bumi'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-5310324537188900724</id><published>2011-01-24T00:00:00.009+07:00</published><updated>2011-01-24T11:59:07.035+07:00</updated><title type='text'>Jangan Menyerah ...Berpengharapanlah!!</title><content type='html'>Roma 5: 1-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu pengharapan. Pengharapan adalah bayang-bayangan (visi) akan terjadinya perubahan nyata yang lebih baik. Ada banyak orang yang putus asa dan tidak punya pengharapan karena tidak berharga di mata orang, gagal dalam merencanakan sesuatu dan kehilangan arah dalam hidupnya. Jadi kesimpulannya orang yang putus asa selalu tidak berpengharapan tentang dirinya, kondisinya, orang disekitarnya dan seringkali juga tentang Allahnya. Orang putus asa selalu tertekan, menyendiri dan tidak kuat menghadapi perjalanan hidupnya (lemah). orang Kristen seharusnya adalah orang yang berpengharapan, tidak mudah putus asa karena memiliki dasar untuk berpengharapan, apakah dasar pengharapan orang Kristen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Dosa menyebabkan manusia kehilangan makna dan tujuan hidup! Tetapi keselamatan dalam Yesus memberi makna dan tujuan hidup bagi manusia.&lt;br /&gt;2. Dibentuk oleh Tuhan Yesus. Bagi orang putus asa, masalah adalah perkara yang ‘negatif’. Bagi orang Kristen, masalah adalah salah satu dari ‘cara’ ALLAH membentuk (ada rencana indah).&lt;br /&gt;3. Disertai oleh Tuhan. Orang yang putus asa selalu merasa sendirian. Tetapi orang Kristen tidak pernah sendirian karena Roh Kudus menyertai dan tinggal dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu disadari apa yang kita alami dalam dunia ini tidak ada yang kebetulan, sebab kebetulan adalah sesuatu urutan peristiwa yang meskipun terjadi tanpa disengaja, tetapi seperti sudah direncanakan dan diatur. Untuk itu pasti ada yang mengatur dan yang mengatur adalah Tuhan Yesus Kristus. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-5310324537188900724?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/5310324537188900724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/01/jangan-menyerah-berpengharapanlah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5310324537188900724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5310324537188900724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/01/jangan-menyerah-berpengharapanlah.html' title='Jangan Menyerah ...Berpengharapanlah!!'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-6035114621902145423</id><published>2011-01-14T11:48:00.000+07:00</published><updated>2011-01-14T11:48:55.154+07:00</updated><title type='text'>KESENGSARAAN MENIMBULKAN KETEKUNAN</title><content type='html'>Seorang pemuda Kristiani yang sedang mengalami pergumulan besar dalam hidupnya menemui seorang jemaat yang lebih tua dan bertanya, “Bersediakah Anda berdoa supaya saya lebih sabar?” Lalu mereka pun berlutut bersama, dan jemaat yang lebih tua itu mulai berdoa, “Tuhan, kirimkan kesulitan kepada anak muda ini di pagi hari; kirimkan padanya kesulitan di siang hari; kirimkan padanya ....” Sampai di sini, pemuda itu memotong, “Bukan kesulitan"! Saya meminta kesabaran”. “Saya tahu,” jawab orang kristiani yang bijaksana itu, “tetapi melalui kesulitanlah kita belajar untuk bersabar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ketekunan dapat berarti kemampuan untuk tetap tegar di dalam tekanan kesulitan tanpa menyerah. dalam Alkitab dikatakan: “Hanya orang percaya yang telah menghadapi penderitaanlah yang mampu membangun ketegaran. Dan pada akhirnya juga membangun karakternya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasul paulus mengajar jemaat di Roma bahwa “kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan“, ia berbicara berdasarkan pengalaman pribadinya. Ia telah menderita karena dipukul, dicambuk, dirajam, kapal karam, dan penganiayaan. Namun, ia tetap tegar dalam imannya dan tidak mundur dari tanggung jawabnya untuk mengabarkan Injil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saat ini anda sedang menghadapi ujian berat, muliakanlah Allah! Dibawah kendali-Nya yang penuh hikmat, maka segala sesuatu yang terjadi pada kita, entah menyenangkan atau menyakitkan, dirancang untuk membangun karakter yang serupa dengan Kristus. Oleh sebab itu, kita dapat bermegah dalam penderitaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-6035114621902145423?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/6035114621902145423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/01/kesengsaraan-menimbulkan-ketekunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6035114621902145423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6035114621902145423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/01/kesengsaraan-menimbulkan-ketekunan.html' title='KESENGSARAAN MENIMBULKAN KETEKUNAN'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-93894819771815287</id><published>2011-01-13T15:20:00.001+07:00</published><updated>2011-01-13T15:20:44.111+07:00</updated><title type='text'>Lowongan Staf Diklat di YAKOMA-PGI</title><content type='html'>January 12, 2011 by aditya  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lowongan Staf Diklat di YAKOMA-PGI:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pria&lt;br /&gt;- Usia di bawah 45 tahun&lt;br /&gt;- Pendidikan minimal S1 (dari semua bidang studi)&lt;br /&gt;- Mampu melakukan Training Need Assessment&lt;br /&gt;- Memiliki ketrampilan dalam menyusun Modul Pelatihan&lt;br /&gt;- Mampu menyusun Kerangka Acuan, Anggaran dan Laporan Pelatihan&lt;br /&gt;- Mampu mengorganisir dan memfasilitasi pelatihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang berminat, Silakan kirimkan lamaran lengkap plus contoh Kerangka Acuan yang pernah dibuat ke alamat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Yakoma PGI&lt;br /&gt;Jl. Cempaka Putih Timur XI No. 26&lt;br /&gt;Jakarta Pusat 10510&lt;br /&gt;tlp: 021-4205623&lt;br /&gt;e-mail: yakoma@cbn.net.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditunggu selambat-lambatnya 31 Januari 2011 (stempel pos)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-93894819771815287?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://yakomapgi.org/lowongan-staf-diklat-di-yakoma-pgi' title='Lowongan Staf Diklat di YAKOMA-PGI'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/93894819771815287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/01/lowongan-staf-diklat-di-yakoma-pgi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/93894819771815287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/93894819771815287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/01/lowongan-staf-diklat-di-yakoma-pgi.html' title='Lowongan Staf Diklat di YAKOMA-PGI'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-1668803467305246721</id><published>2011-01-10T11:27:00.001+07:00</published><updated>2011-01-10T11:31:04.040+07:00</updated><title type='text'>Faktor Pribadi, Keluarga, dan Lingkungan Sosial Sebagai Penyebab Timbulnya Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkotik</title><content type='html'>Bila kita berhadapan dengan seorang remaja yang dinilai atau dicap nakal, antara lain karena perbuatan-perbuatan yang sudah tidak bisa ditoleransi, baik oleh keluarga maupun lingkungannya, dan kemudian terjerumus dalam perilaku yang tidak baik seperti penyalahgunaan narkotik, maka kita dirangsang untuk mengetahui penyebabnya lebih lanjut. Entah perbuatan-perbuatannya itu sebagai reaksi ataukah sebagai akibat, yang pasti ialah bahwa perbuatannya itu ada penyebabnya. Jadi keduanya, yakni perbuatan sebagai reaksi dan sebagai akibat, menunjukkan ada faktor yang mendasari munculnya suatu perilaku tertentu, yakni ada sumbernya. Untuk mengubah suatu perilaku, termasuk perilaku yang tidak dikehendaki, seperti kenakalan dan penyalahgunaan narkotik, perlu pemahaman akan sumber dan penyebabnya. Sumber dan penyebab timbulnya perilaku nakal dan penyalahgunaan narkotik dikelompokkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Faktor Pribadi&lt;br /&gt;Setiap anak berkepribadian khusus. Keadaan khusus pada anak bisa menjadi sumber munculnya berbagai perilaku menyimpang. Keadaan khusus ini adalah keadaan konstitusi, potensi, bakat, atau sifat dasar pada anak yang kemudian melalui proses perkembangan, kematangan, atau perangsangan dari lingkungan, menjadi aktual, muncul, atau berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seorang anak bisa bertingkah laku tertentu sebagai bentuk pelarian-pelarian karena ia mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran-pelajaran di sekolah. Kesulitan ini bersumber pada kemampuan dasar yang kurang baik, di mana taraf kemampuannya terletak di bawah rata-rata. Pelajaran yang dalam kenyataannya terlalu berat bagi anak, menjadi beban yang menekannya sehingga ia selalu berada dalam keadaan tegang, tertekan, dan tidak bahagia.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan masalah pelajaran ini, perasaan-perasaan tertekan dan beban yang tidak sanggup dipikul juga dapat timbul karena berbagai hal yang lain seperti berikut ini:&lt;br /&gt;1. Tuntutan dari pihak orang tua terhadap prestasi anak yang sebenarnya melebihi kemampuan dasar yang dimiliki anak. Berbagai ungkapan yang sebenarnya keliru sering terdengar dari orang tua, seperti: "Sebenarnya anak saya tidak bodoh, tetapi ia malas" atau "Saya tidak mengharap anak saya mendapat angka 9, asal cukup saja, karena ia sebenarnya bisa."&lt;br /&gt;2. Tuntutan terhadap anak agar ia bisa memperlihatkan prestasi-prestasi seperti yang diharapkan orang tua. Pada kenyataannya, anak tidak bisa memenuhinya karena masa-masa perkembangannya belum siap untuk bisa menerima kualitas dan intensitas rangsangan yang diberikan. Hal ini sering terjadi pada anak di bawah umur.&lt;br /&gt;3. Tekanan dari orang tua agar anak mengikuti berbagai kegiatan, baik yang berhubungan dengan pelajaran-pelajaran sekolah maupun kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan pengembangan bakat dan minat. Seorang anak memperlihatkan sikap-sikap negatif terhadap pelajaran karena ia harus bersekolah di dua tempat: di sekolah biasa dan di tempat guru khusus yang waktu belajarnya bahkan lebih lama dari sekolah biasa daripada di sekolah biasa.&lt;br /&gt;4. Kekecewaan pada anak karena tidak berhasil memasuki sekolah atau jurusan yang dikehendaki dan yang tidak dinetralisasikan dengan baik oleh orang tua. Atau kekecewaan pada anak karena ia tidak berhasil memuaskan keinginan-keinginan atau harapan-harapan orang tua. Kekecewaan yang berlanjut pada penilaian bahwa harga dirinya tidak perlu dipertahankan karena orang tua tidak mencintainya lagi.&lt;br /&gt;Dari uraian di atas jelaslah bahwa masalah yang berkaitan dengan masalah sekolah, masalah belajar, prestasi, dan potensi (bakat) bisa menjadi sumber timbulnya berbagai tekanan dan frustrasi. Hal tersebut dapat mengakibatkan reaksi-reaksi perilaku nakal atau penyalahgunaan obat terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Seorang anak bisa memperlihatkan perilaku sikap menentang, sikap tidak mudah menerima saran-saran atau nasihat-nasihat orang lain, dan sikap kompensatoris. Kesemuanya itu bisa bersumber pada keadaan fisiknya (misalnya ada kekurangan atau cacat) yang berbeda sekali dibandingkan dengan saudara-saudaranya. Dalam hal ini, mudah timbul perasaan tersisih, kurang diperhatikan, dan tidak bahagia. Suatu keadaan yang mengusik kebahagiaannya dan mudah muncul berbagai reaksi perilaku negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Seorang anak bisa memperlihatkan perilaku yang merepotkan orang tua dan lingkungannya dengan berbagai perilaku yang dianggap tidak mampu menyesuaikan diri. Sumber penyebab hal ini adalah tuntutan-tuntutan yang berlebihan, keinginan-keinginannya yang harus dituruti, dan tidak lekas puas terhadap apa yang diperoleh atau diberikan orang tua. Semua hal tersebut memang mendorong munculnya sikap-sikap yang mudah menimbulkan persoalan pada anak dan tentunya juga sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha menghadapi dan mengatasi masalah-masalah seperti tersebut di atas, perlu dipahami dan dicari sumber permasalahannya (dalam hal ini pada anak) untuk nenentukan tindakan-tindakan selanjutnya yang tepat. Jika tidak segera diatasi, hambatan-hambatan dalam perkembangan anak dan reaksi-reaksi perilaku yang diperlihatkan dapat terus berkembang serta tidak mustahil akan berlanjut menjadi nakal dan mendorong berbagai perbuatan yang tergolong negatif. Penanganan masalah perilaku yang dilakukan seawal mungkin, sangat diperlukan. Untuk ini, perlu kerja sama dari berbagai pihak, termasuk guru atau pihak sekolah -- yang mengamati anak sekian jam setiap hari --, lingkungan sosial anak, dan khususnya orang tua anak itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Faktor Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga adalah unit sosial yang paling kecil dalam masyarakat. Meskipun demikian, peranannya besar sekali terhadap perkembangan sosial, terlebih pada awal-awal perkembangan yang menjadi landasan bagi perkembangan kepribadian selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang baru dilahirkan berada dalam keadaan lemah, tidak berdaya, tidak bisa melakukan apa-apa, tidak bisa mengurus diri sendiri, dan tidak bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Jadi, ia tergantung sepenuhnya dari lingkungan hidupnya, yakni lingkungan keluarga, dan lebih luas lagi lingkungan sosialnya. Dalam perkembangannya, anak membutuhkan uluran tangan dari orang lain agar bisa melangsungkan hidupnya secara layak dan wajar. Anak yang baru dilahirkan bisa diibaratkan sebagai sehelai kertas putih yang masih polos. Bagaimana jadinya kertas putih tersebut pada kemudian hari tergantung dari orang yang akan menulisinya. Jadi, bagaimana kepribadian anak pada kemudian hari tergantung dari bagaimana ia berkembang dan dikembangkan oleh lingkungan hidupnya, terutama oleh lingkungan keluarganya. Lingkungan keluarga berperan besar karena merekalah yang langsung atau tidak langsung terus-menerus berhubungan dengan anak, memberikan perangsangan (stimulasi) melalui berbagai corak komunikasi antara orang tua dengan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatapan mata, ucapan-ucapan mesra, sentuhan-sentuhan halus, kesemuanya adalah sumber-sumber rangsangan untuk membentuk sesuatu pada kepribadiannya. Seiring dengan tumbuh kembang anak, akan lebih banyak lagi sumber-sumber rangsangan untuk mengembangkan kepribadian anak. Lingkungan keluarga acap kali disebut sebagai lingkungan pendidikan informal yang memengaruhi berbagai aspek perkembangan anak. Adakalanya, hal ini berlangsung melalui ucapan-ucapan atau perintah-perintah yang diberikan secara langsung untuk menunjukkan apa yang seharusnya diperlihatkan atau dilakukan oleh anak. Adakalanya pula, orang tua bersikap atau bertindak sebagai patokan, sebagai contoh atau model agar ditiru. Kemudian, apa yang ditiru akan meresap dalam diri anak dan menjadi bagian dari kebiasaan bersikap dan bertingkah laku, atau bagian dari kepribadiannya. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, orang tua jelas berperan besar dalam perkembangan kepribadian anak. Orang tua menjadi faktor penting dalam menanamkan dasar kepribadian yang ikut menentukan corak dan gambaran kepribadian seseorang setelah dewasa. Jadi, gambaran kepribadian yang terlihat dan diperlihatkan seorang remaja, banyak ditentukan oleh keadaan serta proses-proses yang ada dan yang terjadi sebelumnya. Lingkungan rumah, khususnya orang tua, menjadi teramat penting sebagai tempat persemaian dari benih-benih yang akan tumbuh dan berkembang lebih lanjut. Pengalaman buruk dalam keluarga akan buruk pula diperlihatkan terhadap lingkungannya. Perilaku negatif dengan berbagai coraknya adalah akibat dari suasana dan perlakuan negatif yang dialami dalam keluarga. Hubungan antarpribadi dalam keluarga, yang meliputi pula hubungan antarsaudara, menjadi faktor penting yang mendorong munculnya perilaku yang tergolong nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar terjamin hubungan yang baik dalam keluarga, dibutuhkan peran aktif orang tua untuk membina hubungan-hubungan yang serasi dan harmonis di antara semua pihak dalam keluarga. Namun, yang tentunya terlebih dahulu harus diperlihatkan adalah hubungan yang baik di antara suami dan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Lingkungan Sosial dan Dinamika Perubahannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan sosial dengan berbagai ciri khusus yang menyertainya memegang peranan besar terhadap munculnya corak dan gambaran kepribadian pada anak. Apalagi kalau tidak didukung oleh kemantapan dari kepribadian dasar yang terbentuk dalam keluarga. Kesenjangan antara norma, ukuran, patokan dalam keluarga dengan lingkungannya perlu diperkecil agar tidak timbul keadaan timpang atau serba tidak menentu, suatu kondisi yang memudahkan munculnya perilaku tanpa kendali, yakni penyimpangan dari berbagai aturan yang ada. Kegoncangan memang mudah timbul karena kita berhadapan dengan berbagai perubahan yang ada dalam masyarakat. Dalam kenyataannya, pola kehidupan dalam keluarga dan masyarakat dewasa ini, jauh berbeda dibandingkan dengan kehidupan beberapa puluh tahun yang lalu. Terjadi berbagai pergeseran nilai dari waktu ke waktu seiring dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Bertambahnya penduduk yang demikian pesat, khususnya di kota-kota besar, mengakibatkan ruang hidup dan ruang lingkup kehidupan menjadi bertambah sempit. Urbanisasi yang terus-menerus terjadi sulit dikendalikan, apalagi ditahan, menyebabkan laju kepadatan penduduk di kota besar sulit dicegah. Dinamika hubungan menjadi lebih besar, sekaligus menjadi lebih longgar, kurang intensif, dan kurang akrab. Dalam kondisi seperti ini, sikap yang menjadi ciri dari kehidupan masyarakat yang padat: individualistis, kompetitif, dan materialistis, amat mudah timbul. Sesuatu yang sebenarnya wajar, sesuai dengan hakikat kehidupan, hakikat perjuangan hidup untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan memenuhi kebutuhan paling pokok dari sistem kebutuhan, yakni makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh pribadi terhadap pribadi lain di rumah, di kantor, dan di mana saja yang memungkinkan hubungan yang cukup sering terjadi, akan memengaruhi kehidupan pribadi, kehidupan dalam keluarga, dan kehidupan sosialnya. Banyak kota yang sedang berkembang menjadi tempat pertemuan, percampuran antara berbagai corak kebudayaan, adat istiadat, termasuk bahasa dan sistem nilai sikap. Tidak mustahil dalam keadaan seperti itu, muncul ketidakserasian dan ketegangan yang berdampak pada sikap, perlakuan negatif orang tua terhadap anak, dan lebih lanjut dalam lingkungan pergaulan. Lingkungan pergaulan anak adalah sesuatu yang harus dimasuki karena di lingkungan tersebut seorang anak bisa terpengaruh ciri kepribadiannya, tentunya diharapkan terpengaruh oleh hal-hal yang baik. Di samping itu, lingkungan pergaulan adalah sesuatu kebutuhan dalam pengembangan diri untuk hidup bermasyarakat. Karena itu, lingkungan sosial sewajarnya menjadi perhatian kita semua, agar bisa menjadi lingkungan yang baik, yang bisa meredam dorongan-dorongan negatif atau patologis pada anak maupun remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya perbaikan lingkungan sosial membutuhkan kerja sama yang terpadu dari berbagai pihak, termasuk peran serta dari masyarakat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman: Berbagai perilaku pada remaja sudah sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian kita semua. Mengenai ini, beberapa hal dapat dikemukakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Timbulnya sesuatu masalah pada anak dan remaja sehingga memperlihatkan perilaku yang menyimpang, tidak selalu berupa rangkaian sebab akibat yang bersifat pionokausal -- satu sebab menyebabkan satu akibat -- melainkan lebih luas dan lebih kompleks, bukan saja multikausal tetapi berantai (dari satu sebab timbul akibat dan selanjutnya akibat ini menjadi sebab yang baru) atau melingkar (dari satu sebab timbul akibat dan selanjutnya akibat ini berpengaruh terhadap sebab semula). Karena itu, pada kasus-kasus tertentu diperlukan penanganan terhadap berbagai segi yang bermasalah secara serempak atau satu per satu dan acap kali diperlukan pula kerja sama dengan anggota-anggota keluarga lain dan bahkan bisa pula bekerja sama dengan tokoh atau ahli lain yang bekerja dalam tim dengan pendekatan terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keluarga sebagai sumber stimulasi ke arah terbentuknya ciri kepribadian yang negatif, yang bisa berlanjut menyimpang dan nakal, perlu lebih aktif mengatur sumber stimulasi agar berfungsi positif. Karena itu, keluarga acap kali perlu memperoleh pengarahan dan bimbingan sesuai dengan fungsinya, namun usaha-usaha tersebut hendaknya tidak terlalu memerhatikan hal-hal yang bersifat kognitif, sebaliknya perlu memerhatikan hal-hal yang afektif. Dalam melaksanakan usaha-usaha aktif ini, beberapa hal perlu diperhatikan, yakni:&lt;br /&gt;1. Pendekatan terpusat pada anak (child centered approach), yakni dasar adanya kekhususan pada anak, jadi berbeda antara seorang anak dengan anak lain. Berangkat dari keadaan khusus yang dimiliki oleh anak itulah (termasuk misalnya potensi yang khas), arah penanganan dilakukan.&lt;br /&gt;2. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak hal diperlihatkan anak sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan caranya yang khas yang di pihak lain tentu banyak pula yang tidak sesuai atau tidak disetujui orang tua. Upaya mengubah perbuatan yang salah hendaknya mempergunakan dasar dalam proses pendidikan, antara lain sikap tegas, konsisten, bertahap, dan berulang-ulang.&lt;br /&gt;3. Perlunya memerhatikan masa dan tahapan perkembangan karena sebenarnya setiap saat seorang anak berada dalam keadaan berubah dan kemungkinan untuk diubah. Hukum kesiapan (law of readiness) dalam proses belajar harus diterapkan agar apa yang ingin ditanamkan dapat diterima dan disimpan dengan baik dan menjadi bagian dari kepribadiannya.&lt;br /&gt;4. Perubahan perilaku adalah proses yang terjadi secara bertahap, sedikit demi sedikit dan berulang-ulang, sesuai dengan hukum pengulangan (law of exercise) dalam proses belajar. Usaha mengubah perilaku anak membutuhkan kesabaran untuk mengulang-ulang (repetition - reinforcement) dan memperkuat apa yang baru diberikan agar menjadi bagian dari kepribadian dan kehidupannya (internalisasi).&lt;br /&gt;5. Perlu memerhatikan teknik yang mendasarkan pada kasih sayang (love oriented technique). Bahwa banyak perubahan perilaku terjadi justru dengan teknik yang mendasarkan pada kelembutan dan kasih sayang. Teknik yang menyentuh emosi anak sehingga mau membukakan diri dan menuruti apa yang dikehendaki orang tua. Teknik ini bukan sikap memanjakan atau memperbolehkan semua tindakan atau perbuatan anak, tetapi cara pendekatan yang bisa meningkatkan perasaan diterima, dimengerti, sehingga emosinya lebih tenang, terkendali, harmonis, dan mudah menerima saran-saran, dorongan-dorongan untuk bertingkah laku atau sebaliknya menahan untuk tidak melakukan suatu tindakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Di samping usaha-usaha aktif, usaha-usaha menciptakan suasana yang baik dalam keluarga adalah usaha lain untuk memengaruhi kepribadian anak. Banyak hal yang berhubungan dengan perasaan senang atau tidak senang, bahagia atau tertekan, sangat dipengaruhi oleh suasana rumah yang tentunya diarahkan dan ditentukan oleh orang tua. Cara orang tua menangani masalah, melakukan kebiasaan-kebiasaan, semua menjadi objek, menjadi model, patokan yang sengaja atau tidak disengaja ditiru oleh anak. Apalagi pada anak-anak yang sedang berada pada masa peka untuk menerima rangsangan-rangsangan dari luar. Proses peniruan tidak hanya terjadi terhadap hal-hal yang menarik untuk ditiru (positif), namun juga, secara tidak disadari, terhadap hal-hal yang negatif, misalnya terhadap perilaku agresif yang cocok dengan keadaannya. Suasana emosi yang baik dalam keluarga bisa menjadi penangkal yang ampuh munculnya perilaku yang tidak baik pada anak. Orang tua menjadi pribadi-pribadi yang banyak menentukan suasana emosi dalam keluarga.&lt;br /&gt;4. Dalam usaha memperbaiki lingkungan keluarga dengan pribadi-pribadinya dan lingkungan sosial, perlu memerhatikan lingkungan hidup secara lebih luas dan menyeluruh dengan semua faktor yang memengaruhinya. Berbagai perubahan sesuai dengan dinamika kehidupan hendaknya tidak terlalu banyak menimbulkan kegoncangan, kepincangan, dan kesenjangan yang mudah sekali memengaruhi kondisi psikis pribadi maupun kelompok. Lingkungan hidup yang menekan akan menyebabkan ketidakselarasan, baik dalam diri pribadi (intrapsikis) maupun dengan lingkungannya sehingga menjadi ladang yang subur untuk tumbuhnya penyimpangan-penyimpangan perilaku. Pendekatan terpadu antara berbagai pihak yang menangani masalah ini sangat diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita berhadapan dengan seorang remaja yang dinilai atau dicap nakal, antara lain karena perbuatan-perbuatan yang sudah tidak bisa ditoleransi, baik oleh keluarga maupun lingkungannya, dan kemudian terjerumus dalam perilaku yang tidak baik seperti penyalahgunaan narkotik, maka kita dirangsang untuk mengetahui penyebabnya lebih lanjut. Entah perbuatan-perbuatannya itu sebagai reaksi ataukah sebagai akibat, yang pasti ialah bahwa perbuatannya itu ada penyebabnya. Jadi keduanya, yakni perbuatan sebagai reaksi dan sebagai akibat, menunjukkan ada faktor yang mendasari munculnya suatu perilaku tertentu, yakni ada sumbernya. Untuk mengubah suatu perilaku, termasuk perilaku yang tidak dikehendaki, seperti kenakalan dan penyalahgunaan narkotik, perlu pemahaman akan sumber dan penyebabnya. Sumber dan penyebab timbulnya perilaku nakal dan penyalahgunaan narkotik dikelompokkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Faktor Pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak berkepribadian khusus. Keadaan khusus pada anak bisa menjadi sumber munculnya berbagai perilaku menyimpang. Keadaan khusus ini adalah keadaan konstitusi, potensi, bakat, atau sifat dasar pada anak yang kemudian melalui proses perkembangan, kematangan, atau perangsangan dari lingkungan, menjadi aktual, muncul, atau berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seorang anak bisa bertingkah laku tertentu sebagai bentuk pelarian-pelarian karena ia mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran-pelajaran di sekolah. Kesulitan ini bersumber pada kemampuan dasar yang kurang baik, di mana taraf kemampuannya terletak di bawah rata-rata. Pelajaran yang dalam kenyataannya terlalu berat bagi anak, menjadi beban yang menekannya sehingga ia selalu berada dalam keadaan tegang, tertekan, dan tidak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan masalah pelajaran ini, perasaan-perasaan tertekan dan beban yang tidak sanggup dipikul juga dapat timbul karena berbagai hal yang lain seperti berikut ini.&lt;br /&gt;1. Tuntutan dari pihak orang tua terhadap prestasi anak yang sebenarnya melebihi kemampuan dasar yang dimiliki anak. Berbagai ungkapan yang sebenarnya keliru sering terdengar dari orang tua, seperti: "Sebenarnya anak saya tidak bodoh, tetapi ia malas" atau "Saya tidak mengharap anak saya mendapat angka 9, asal cukup saja, karena ia sebenarnya bisa."&lt;br /&gt;2. Tuntutan terhadap anak agar ia bisa memperlihatkan prestasi-prestasi seperti yang diharapkan orang tua. Pada kenyataannya, anak tidak bisa memenuhinya karena masa-masa perkembangannya belum siap untuk bisa menerima kualitas dan intensitas rangsangan yang diberikan. Hal ini sering terjadi pada anak di bawah umur.&lt;br /&gt;3. Tekanan dari orang tua agar anak mengikuti berbagai kegiatan, baik yang berhubungan dengan pelajaran-pelajaran sekolah maupun kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan pengembangan bakat dan minat. Seorang anak memperlihatkan sikap-sikap negatif terhadap pelajaran karena ia harus bersekolah di dua tempat: di sekolah biasa dan di tempat guru khusus yang waktu belajarnya bahkan lebih lama dari sekolah biasa daripada di sekolah biasa.&lt;br /&gt;4. Kekecewaan pada anak karena tidak berhasil memasuki sekolah atau jurusan yang dikehendaki dan yang tidak dinetralisasikan dengan baik oleh orang tua. Atau kekecewaan pada anak karena ia tidak berhasil memuaskan keinginan-keinginan atau harapan-harapan orang tua. Kekecewaan yang berlanjut pada penilaian bahwa harga dirinya tidak perlu dipertahankan karena orang tua tidak mencintainya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas jelaslah bahwa masalah yang berkaitan dengan masalah sekolah, masalah belajar, prestasi, dan potensi (bakat) bisa menjadi sumber timbulnya berbagai tekanan dan frustrasi. Hal tersebut dapat mengakibatkan reaksi-reaksi perilaku nakal atau penyalahgunaan obat terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Seorang anak bisa memperlihatkan perilaku sikap menentang, sikap tidak mudah menerima saran-saran atau nasihat-nasihat orang lain, dan sikap kompensatoris. Kesemuanya itu bisa bersumber pada keadaan fisiknya (misalnya ada kekurangan atau cacat) yang berbeda sekali dibandingkan dengan saudara-saudaranya. Dalam hal ini, mudah timbul perasaan tersisih, kurang diperhatikan, dan tidak bahagia. Suatu keadaan yang mengusik kebahagiaannya dan mudah muncul berbagai reaksi perilaku negatif.&lt;br /&gt;3. Seorang anak bisa memperlihatkan perilaku yang merepotkan orang tua dan lingkungannya dengan berbagai perilaku yang dianggap tidak mampu menyesuaikan diri. Sumber penyebab hal ini adalah tuntutan-tuntutan yang berlebihan, keinginan-keinginannya yang harus dituruti, dan tidak lekas puas terhadap apa yang diperoleh atau diberikan orang tua. Semua hal tersebut memang mendorong munculnya sikap-sikap yang mudah menimbulkan persoalan pada anak dan tentunya juga sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha menghadapi dan mengatasi masalah-masalah seperti tersebut di atas, perlu dipahami dan dicari sumber permasalahannya (dalam hal ini pada anak) untuk nenentukan tindakan-tindakan selanjutnya yang tepat. Jika tidak segera diatasi, hambatan-hambatan dalam perkembangan anak dan reaksi-reaksi perilaku yang diperlihatkan dapat terus berkembang serta tidak mustahil akan berlanjut menjadi nakal dan mendorong berbagai perbuatan yang tergolong negatif. Penanganan masalah perilaku yang dilakukan seawal mungkin, sangat diperlukan. Untuk ini, perlu kerja sama dari berbagai pihak, termasuk guru atau pihak sekolah -- yang mengamati anak sekian jam setiap hari --, lingkungan sosial anak, dan khususnya orang tua anak itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Faktor Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga adalah unit sosial yang paling kecil dalam masyarakat. Meskipun demikian, peranannya besar sekali terhadap perkembangan sosial, terlebih pada awal-awal perkembangan yang menjadi landasan bagi perkembangan kepribadian selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang baru dilahirkan berada dalam keadaan lemah, tidak berdaya, tidak bisa melakukan apa-apa, tidak bisa mengurus diri sendiri, dan tidak bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Jadi, ia tergantung sepenuhnya dari lingkungan hidupnya, yakni lingkungan keluarga, dan lebih luas lagi lingkungan sosialnya. Dalam perkembangannya, anak membutuhkan uluran tangan dari orang lain agar bisa melangsungkan hidupnya secara layak dan wajar. Anak yang baru dilahirkan bisa diibaratkan sebagai sehelai kertas putih yang masih polos. Bagaimana jadinya kertas putih tersebut pada kemudian hari tergantung dari orang yang akan menulisinya. Jadi, bagaimana kepribadian anak pada kemudian hari tergantung dari bagaimana ia berkembang dan dikembangkan oleh lingkungan hidupnya, terutama oleh lingkungan keluarganya. Lingkungan keluarga berperan besar karena merekalah yang langsung atau tidak langsung terus-menerus berhubungan dengan anak, memberikan perangsangan (stimulasi) melalui berbagai corak komunikasi antara orang tua dengan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatapan mata, ucapan-ucapan mesra, sentuhan-sentuhan halus, kesemuanya adalah sumber-sumber rangsangan untuk membentuk sesuatu pada kepribadiannya. Seiring dengan tumbuh kembang anak, akan lebih banyak lagi sumber-sumber rangsangan untuk mengembangkan kepribadian anak. Lingkungan keluarga acap kali disebut sebagai lingkungan pendidikan informal yang memengaruhi berbagai aspek perkembangan anak. Adakalanya, hal ini berlangsung melalui ucapan-ucapan atau perintah-perintah yang diberikan secara langsung untuk menunjukkan apa yang seharusnya diperlihatkan atau dilakukan oleh anak. Adakalanya pula, orang tua bersikap atau bertindak sebagai patokan, sebagai contoh atau model agar ditiru. Kemudian, apa yang ditiru akan meresap dalam diri anak dan menjadi bagian dari kebiasaan bersikap dan bertingkah laku, atau bagian dari kepribadiannya. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, orang tua jelas berperan besar dalam perkembangan kepribadian anak. Orang tua menjadi faktor penting dalam menanamkan dasar kepribadian yang ikut menentukan corak dan gambaran kepribadian seseorang setelah dewasa. Jadi, gambaran kepribadian yang terlihat dan diperlihatkan seorang remaja, banyak ditentukan oleh keadaan serta proses-proses yang ada dan yang terjadi sebelumnya. Lingkungan rumah, khususnya orang tua, menjadi teramat penting sebagai tempat persemaian dari benih-benih yang akan tumbuh dan berkembang lebih lanjut. Pengalaman buruk dalam keluarga akan buruk pula diperlihatkan terhadap lingkungannya. Perilaku negatif dengan berbagai coraknya adalah akibat dari suasana dan perlakuan negatif yang dialami dalam keluarga. Hubungan antarpribadi dalam keluarga, yang meliputi pula hubungan antarsaudara, menjadi faktor penting yang mendorong munculnya perilaku yang tergolong nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar terjamin hubungan yang baik dalam keluarga, dibutuhkan peran aktif orang tua untuk membina hubungan-hubungan yang serasi dan harmonis di antara semua pihak dalam keluarga. Namun, yang tentunya terlebih dahulu harus diperlihatkan adalah hubungan yang baik di antara suami dan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Lingkungan Sosial dan Dinamika Perubahannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan sosial dengan berbagai ciri khusus yang menyertainya memegang peranan besar terhadap munculnya corak dan gambaran kepribadian pada anak. Apalagi kalau tidak didukung oleh kemantapan dari kepribadian dasar yang terbentuk dalam keluarga. Kesenjangan antara norma, ukuran, patokan dalam keluarga dengan lingkungannya perlu diperkecil agar tidak timbul keadaan timpang atau serba tidak menentu, suatu kondisi yang memudahkan munculnya perilaku tanpa kendali, yakni penyimpangan dari berbagai aturan yang ada. Kegoncangan memang mudah timbul karena kita berhadapan dengan berbagai perubahan yang ada dalam masyarakat. Dalam kenyataannya, pola kehidupan dalam keluarga dan masyarakat dewasa ini, jauh berbeda dibandingkan dengan kehidupan beberapa puluh tahun yang lalu. Terjadi berbagai pergeseran nilai dari waktu ke waktu seiring dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Bertambahnya penduduk yang demikian pesat, khususnya di kota-kota besar, mengakibatkan ruang hidup dan ruang lingkup kehidupan menjadi bertambah sempit. Urbanisasi yang terus-menerus terjadi sulit dikendalikan, apalagi ditahan, menyebabkan laju kepadatan penduduk di kota besar sulit dicegah. Dinamika hubungan menjadi lebih besar, sekaligus menjadi lebih longgar, kurang intensif, dan kurang akrab. Dalam kondisi seperti ini, sikap yang menjadi ciri dari kehidupan masyarakat yang padat: individualistis, kompetitif, dan materialistis, amat mudah timbul. Sesuatu yang sebenarnya wajar, sesuai dengan hakikat kehidupan, hakikat perjuangan hidup untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan memenuhi kebutuhan paling pokok dari sistem kebutuhan, yakni makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh pribadi terhadap pribadi lain di rumah, di kantor, dan di mana saja yang memungkinkan hubungan yang cukup sering terjadi, akan memengaruhi kehidupan pribadi, kehidupan dalam keluarga, dan kehidupan sosialnya. Banyak kota yang sedang berkembang menjadi tempat pertemuan, percampuran antara berbagai corak kebudayaan, adat istiadat, termasuk bahasa dan sistem nilai sikap. Tidak mustahil dalam keadaan seperti itu, muncul ketidakserasian dan ketegangan yang berdampak pada sikap, perlakuan negatif orang tua terhadap anak, dan lebih lanjut dalam lingkungan pergaulan. Lingkungan pergaulan anak adalah sesuatu yang harus dimasuki karena di lingkungan tersebut seorang anak bisa terpengaruh ciri kepribadiannya, tentunya diharapkan terpengaruh oleh hal-hal yang baik. Di samping itu, lingkungan pergaulan adalah sesuatu kebutuhan dalam pengembangan diri untuk hidup bermasyarakat. Karena itu, lingkungan sosial sewajarnya menjadi perhatian kita semua, agar bisa menjadi lingkungan yang baik, yang bisa meredam dorongan-dorongan negatif atau patologis pada anak maupun remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya perbaikan lingkungan sosial membutuhkan kerja sama yang terpadu dari berbagai pihak, termasuk peran serta dari masyarakat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman: Berbagai perilaku pada remaja sudah sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian kita semua. Mengenai ini, beberapa hal dapat dikemukakan.&lt;br /&gt;1. Timbulnya sesuatu masalah pada anak dan remaja sehingga memperlihatkan perilaku yang menyimpang, tidak selalu berupa rangkaian sebab akibat yang bersifat pionokausal -- satu sebab menyebabkan satu akibat -- melainkan lebih luas dan lebih kompleks, bukan saja multikausal tetapi berantai (dari satu sebab timbul akibat dan selanjutnya akibat ini menjadi sebab yang baru) atau melingkar (dari satu sebab timbul akibat dan selanjutnya akibat ini berpengaruh terhadap sebab semula). Karena itu, pada kasus-kasus tertentu diperlukan penanganan terhadap berbagai segi yang bermasalah secara serempak atau satu per satu dan acap kali diperlukan pula kerja sama dengan anggota-anggota keluarga lain dan bahkan bisa pula bekerja sama dengan tokoh atau ahli lain yang bekerja dalam tim dengan pendekatan terpadu.&lt;br /&gt;2. Keluarga sebagai sumber stimulasi ke arah terbentuknya ciri kepribadian yang negatif, yang bisa berlanjut menyimpang dan nakal, perlu lebih aktif mengatur sumber stimulasi agar berfungsi positif. Karena itu, keluarga acap kali perlu memperoleh pengarahan dan bimbingan sesuai dengan fungsinya, namun usaha-usaha tersebut hendaknya tidak terlalu memerhatikan hal-hal yang bersifat kognitif, sebaliknya perlu memerhatikan hal-hal yang afektif. Dalam melaksanakan usaha-usaha aktif ini, beberapa hal perlu diperhatikan, yakni:&lt;br /&gt;1. Pendekatan terpusat pada anak (child centered approach), yakni dasar adanya kekhususan pada anak, jadi berbeda antara seorang anak dengan anak lain. Berangkat dari keadaan khusus yang dimiliki oleh anak itulah (termasuk misalnya potensi yang khas), arah penanganan dilakukan.&lt;br /&gt;2. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak hal diperlihatkan anak sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan caranya yang khas yang di pihak lain tentu banyak pula yang tidak sesuai atau tidak disetujui orang tua. Upaya mengubah perbuatan yang salah hendaknya mempergunakan dasar dalam proses pendidikan, antara lain sikap tegas, konsisten, bertahap, dan berulang-ulang.&lt;br /&gt;3. Perlunya memerhatikan masa dan tahapan perkembangan karena sebenarnya setiap saat seorang anak berada dalam keadaan berubah dan kemungkinan untuk diubah. Hukum kesiapan (law of readiness) dalam proses belajar harus diterapkan agar apa yang ingin ditanamkan dapat diterima dan disimpan dengan baik dan menjadi bagian dari kepribadiannya.&lt;br /&gt;4. Perubahan perilaku adalah proses yang terjadi secara bertahap, sedikit demi sedikit dan berulang-ulang, sesuai dengan hukum pengulangan (law of exercise) dalam proses belajar. Usaha mengubah perilaku anak membutuhkan kesabaran untuk mengulang-ulang (repetition - reinforcement) dan memperkuat apa yang baru diberikan agar menjadi bagian dari kepribadian dan kehidupannya (internalisasi).&lt;br /&gt;5. Perlu memerhatikan teknik yang mendasarkan pada kasih sayang (love oriented technique). Bahwa banyak perubahan perilaku terjadi justru dengan teknik yang mendasarkan pada kelembutan dan kasih sayang. Teknik yang menyentuh emosi anak sehingga mau membukakan diri dan menuruti apa yang dikehendaki orang tua. Teknik ini bukan sikap memanjakan atau memperbolehkan semua tindakan atau perbuatan anak, tetapi cara pendekatan yang bisa meningkatkan perasaan diterima, dimengerti, sehingga emosinya lebih tenang, terkendali, harmonis, dan mudah menerima saran-saran, dorongan-dorongan untuk bertingkah laku atau sebaliknya menahan untuk tidak melakukan suatu tindakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Di samping usaha-usaha aktif, usaha-usaha menciptakan suasana yang baik dalam keluarga adalah usaha lain untuk memengaruhi kepribadian anak. Banyak hal yang berhubungan dengan perasaan senang atau tidak senang, bahagia atau tertekan, sangat dipengaruhi oleh suasana rumah yang tentunya diarahkan dan ditentukan oleh orang tua. Cara orang tua menangani masalah, melakukan kebiasaan-kebiasaan, semua menjadi objek, menjadi model, patokan yang sengaja atau tidak disengaja ditiru oleh anak. Apalagi pada anak-anak yang sedang berada pada masa peka untuk menerima rangsangan-rangsangan dari luar. Proses peniruan tidak hanya terjadi terhadap hal-hal yang menarik untuk ditiru (positif), namun juga, secara tidak disadari, terhadap hal-hal yang negatif, misalnya terhadap perilaku agresif yang cocok dengan keadaannya. Suasana emosi yang baik dalam keluarga bisa menjadi penangkal yang ampuh munculnya perilaku yang tidak baik pada anak. Orang tua menjadi pribadi-pribadi yang banyak menentukan suasana emosi dalam keluarga.&lt;br /&gt;4. Dalam usaha memperbaiki lingkungan keluarga dengan pribadi-pribadinya dan lingkungan sosial, perlu memerhatikan lingkungan hidup secara lebih luas dan menyeluruh dengan semua faktor yang memengaruhinya. Berbagai perubahan sesuai dengan dinamika kehidupan hendaknya tidak terlalu banyak menimbulkan kegoncangan, kepincangan, dan kesenjangan yang mudah sekali memengaruhi kondisi psikis pribadi maupun kelompok. Lingkungan hidup yang menekan akan menyebabkan ketidakselarasan, baik dalam diri pribadi (intrapsikis) maupun dengan lingkungannya sehingga menjadi ladang yang subur untuk tumbuhnya penyimpangan-penyimpangan perilaku. Pendekatan terpadu antara berbagai pihak yang menangani masalah ini sangat diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Judul Buku:&lt;br /&gt;Psikologi Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga&lt;br /&gt;Pengarang  : Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa dan Dra. Ny. Y. Singgih D. Gunarsa&lt;br /&gt;Penerbit  : PT. BPK Gunung Mulia&lt;br /&gt;Kota   : Jakarta&lt;br /&gt;Tahun   : 1995&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-1668803467305246721?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/1668803467305246721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/01/faktor-pribadi-keluarga-dan-lingkungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1668803467305246721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1668803467305246721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2011/01/faktor-pribadi-keluarga-dan-lingkungan.html' title='Faktor Pribadi, Keluarga, dan Lingkungan Sosial Sebagai Penyebab Timbulnya Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkotik'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-5617732296044971750</id><published>2010-11-02T22:15:00.000+07:00</published><updated>2010-11-02T22:15:04.182+07:00</updated><title type='text'>Pluralisme dan Isu Pluralime</title><content type='html'>Dalam konteks bangsa Indonesia yang sangat kompleks dan majemuk, cara pandang keagamaan yang toleran, pluralis, dan peaceful sangat diperlukan. Hal itu untuk menjaga kosmos dan bumi pertiwi agar tidak tenggelam dalam jurang pertikaian, kekerasan, dan peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Webster’s Third International mendefinisikan pluralisme sebagai sikap atau cara pandang dalam merespons fakta pluralitas (diversity). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) “a state of society in which members of diverse ethnic, religious, racial, or social groups maintain an autonomous participation in and development of their traditional culture or special interest within the confines of a common civilization;(2) a concept, doctrine, or policy advocating this state” (dikutip dari Hutchison 2004: 4). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat, menurut Hutchison, kata “diversity” berakar sejak paruh pertama abad ke-19, sementara “pluralism” baru muncul pada paruh kedua abad ke-20 sebagai reaksi atas realitas kemajemukan agama-agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Diana Eck dari Harvard Divinity School: Pluralisme berbeda dengan plurality atau diversity (keberagaman). Diversity adalah pluralitas yang alami, basic, simple, colorful, splendid, dan given sifatnya. Sementara pluralisme adalah sebuah proses pergumulan yang bertujuan menciptakan sebuah “masyarakat bersama” (common society) yang dibangun atas dasar pluralitas atau ke-bhineka-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena “pluralitas agama” bisa dijumpai di mana saja apalagi di kota-kota kosmopolitan. Fenomena di mana orang dari berbagai latar belakang etnis, agama dan budaya bisa berkumpul, bercengkerama, dan makan-minum bersama di sebuah cafe atau restoran. Akan tetapi, tanpa engagement (dialog intensif atau pergumulan terus-menerus) antara satu komunitas dengan lainnya, maka pluralitas itu tidak akan menjadi pluralisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pluralisme bukan pluralitas. Pluralitas (kemajemukan) merupakan pemberian atau anugerah Tuhan (given). Sebaliknya, pluralisme adalah sebuah “prestasi (achievement) bersama dari kelompok agama dan budaya yang berlainan untuk menciptakan common society. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pluralisme adalah “the energetic engagement with diversity atau sebuah pergumulan intensif terhadap fakta keberagaman atau pluralitas. Pluralisme adalah tafsir atas pluralitas atau evaluasi atas diversitas budaya dan agama sebagaimana “paham” eksklusivisme, multikulturalisme, relativisme dan sebagainya yang juga merupakan interpretasi atas kemajemukan dan juga kemodernan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pluralisme adalah proses pencarian pemahaman secara aktif menembus batas-batas perbedaan (active seeking of understanding across lines of difference). Pluralisme setingkat lebih tinggi dari toleransi. Dalam toleransi tidak dibutuhkan pengetahuan (knowledge) dan pemahaman (understanding) atas “yang lain” sementara pluralisme mensyaratkan keduanya: pengetahuan sekaligus pemahaman atas tradisi agama dan budaya komunitas agama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pluralisme bukan berarti seseorang harus menanggalkan identitas keagamaan dan komitmennya terhadap agama tertentu, melainkan inti dari pluralisme adalah perjumpaan komitmen untuk membangun hubungan sinergis satu dengan yang lain. &lt;br /&gt;Seorang pluralis bukan berarti tidak mengakui eksistensi perbedaan agama sebab perbedaan itu adalah natural, intrinsik, dan given (sunatullah) yang tidak bisa dihindari, akan tetapi perbedaan agama itu dijadikan sebagai sumber bagi hubungan agama yang sehat, sebagai kekuatan pemersatu, bukan sebaliknya melihat perbedaan itu sebagai faktor pemecah (divider) yang mengancam identitas keagamaan dan kebudayaan tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pluralis akan memandang agama sebagai “unite factor” ketimbang “divide one.” Prasyarat real commiment ini membedakan konsep pluralisme dari relativisme. Dalam relativisme tidak ada sikap komitmen hanya sebatas keterbukaan sementara pluralisme mengsyaratkan keduanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaminan Konstitusi  Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan&lt;br /&gt;UUD 1945 Pasal 28 E&lt;br /&gt;UUD 1945 Pasal 29&lt;br /&gt;UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM Pasal 22 &lt;br /&gt;UU No. 12 Tahun 2005 Tentang Pengesahan Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil Politik Pasal 18 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kebebasan beragama tidak hanya  problem negara tapi juga masalah bagi seluruh anak bangsa. Karena itu, perlu ada perubahan mindset dalam kehidupan keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada solusi tunggal untuk keluar dari masalah yang begitu kompleks ini. Paling tidak ada 3 hal perlu dilakukan: Rekonstruksi budaya; Review kebijakan/UU; dan Reinterpretasi pemahaman agama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-5617732296044971750?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/5617732296044971750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/11/pluralisme-dan-isu-pluralime.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5617732296044971750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5617732296044971750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/11/pluralisme-dan-isu-pluralime.html' title='Pluralisme dan Isu Pluralime'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-3261766314990999382</id><published>2010-10-12T09:37:00.000+07:00</published><updated>2010-10-12T09:37:00.624+07:00</updated><title type='text'>MENGAPA GEREJA DITOLAK?</title><content type='html'>&lt;i&gt;“Siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu  tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.”&lt;/i&gt; (1Petrus 3:13-17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar diatas menunjukkan ibadah di alam terbuka sebuah jemaat gereja yang pembangunan gerejanya ditolak warga sekalipun sudah mengantongi izin Pemda. Menurut statistik, pada kurun lima tahun terakhir sudah lebih dari 100 gedung gereja ditolak pembangunannya, ada yang dibakar, ada yang ditarik kembali izinnya, ada yang dirusak massa, dan ada yang dihentikan pembangunannya oleh massa tertentu. Dalam kurung sejak orde baru memerintah tercatat lebih dari 1.000 gedung gereja mengalami penghambatan dalam pembangunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa gereja mendapat penolakan di berbagai lokasi di tanah air? Ayat diatas menunjukkan bahwa penderitaan yang dialami gereja bisa terjadi karena dua hal, bisa karena kebenaran tetapi bisa juga karena kesalahan gereja itu sendiri! Karena itu apa saja kesalahan yang mungkin melekat dalam gereja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa faktor dapat menjadi bahan renungan bagi gereja agar menjadikan momentum penolakan terhadap gereja itu sebagai cermin untuk introspeksi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Ungkapan kekesalan yang kalah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang tokoh Islam pernah berkomentar mengenai kaum radikal diagamanya yang membakar Mesjid (Ahmadyah) dan Gereja. Ia mengatakan bahwa tindakan itu didorong oleh rasa terdesak agama mayoritas atas migrasi agama minoritas di lingkungan mereka dan karena kesal dan merasa kalah maka timbullah reaksi yang acapkali radikal. Di negara-negara Barat yang mayoritas penduduknya beragama kristen, fanatisme yang sama juga bisa diidap oleh sekelompok kaum fundamentalis kristen, gerakan ‘anti Islam’ sekarang tumbuh di Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Kristenisasi Massal?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja banyak dituduh melakukan kristenisasi massal, benarkah? Belum lama ini di Bekasi ada gereja dimana pendetanya dikejar-kejar dan dihalalkan darahnya, soalnya pendeta itu melayani yayasan yang mengumpulkan banyak pemulung dan melakukan aksi sosial kepada mereka, tak lama kemudian dilakukan pembaptisan masal para pemulung yang didatangkan ke kolam renang dengan banyak bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Fanatisme Israel.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus konflik Israel-Palestina, umat kristen cenderung membela Israel, bahkan banyak turis kristen berkunjung dan mendatangkan devisa untuk Israel dan menutup mata terhadap penderitaan orang Palestina di sana. Kita harus sadar bahwa nenek moyang orang Palestina sudah lebih dahulu berada di kawasan itu sebelum Abraham menyeberang dari kawasan Aram diseberang sungai Efrat ke Kanaan. Ingat juga bahwa Yesus tidak pernah mau dijadikan pembebas bangsa Israel secara fisik apalagi mendirikan kerajaan Israel, tetapi membebaskan manusia dari dosa. Kalau kita membaca sejarah PL + PB dimana umat Israel berkali-kali dibuang keluar dari Israel kecuali mereka bertobat dan kembali kepada Allah, mereka tetap mengeraskan hati bahkan membunuh Tuhan Yesus Kristus di kayu salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Dari Katakombe ke Basilika&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja-gereja diawali dengan misi yang sederhana bahkan menderita di lorong-lorong bawah tanah (Katakombe), namun setelah terkumpul masa dan kaya maka dibangunlah gereja besar bahkan megachurch yang sering mencolok dilihat (ala Basilika, masa ini disebut masa sekularisasi gereja). Seusai kerusuhan SARA di Situbondo (1996) dan sekitarnya dimana 27 gereja dirusak/dibakar, ada gereja di jalan protokol yang dibangun lebih mewah dari puing kebakarannya, ini mendatangkan kritik Sumartana almarhum yang menyebut bahwa: “Gereja kurang peka membangun dipintu masuk kota santri itu. Bandingkan ini dengan seorang yang di jalan-masuk rumahnya ada tamu tak disenangi yang berdiri dengan ‘mekakang’!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Denominasionalisme.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah internal gereja adalah persaingan antar gereja. Kita bisa melihat kalau ditempat berdekatan dibangun beberapa gereja dari denominasi berbeda, akibatnya rasio jumlah jemaat lokal dibanding kesediaan gedung gereja menjadi pincang. Ada kota sedang didekat Situbondo dimana penulis pernah melayani dan diajak majelis berkeliling kota dan ditunjukkan sebuah gereja besar yang kapasitasnya 2.000 kursi yang dibangun dekat pesantren, lalu penulis menanyakan ‘jemaatnya berapa ya?’ jawabnya ‘200.’ Baru-baru ini seorang majelisnya memisahkan diri dan membangun gereja saingan berkiblat ke gereja sukses di Surabaya yang dibangun diantara gereja itu dan pesantren. Gereja berdempetan bukan hal baru di ruko-ruko bahkan sering berebut jemaat dan tampat parkir!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Eksklusivisme.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kelemahan gereja masakini adalah umumnya memiliki jemaat yang berdomisili jauh dari lokasinya, akibatnya kalau masa kebaktian mobil-mobil berjubel dikekeliling gereja itu. Berbeda dengan itu, mesjid umumnya bersifat lokal dimana banyak jemaatnya berasal dari lingkungan yang sama sehingga cukup berjalan kaki, akibatnya perbedaan sosial pengunjung gereja dan lingkungan tidak besar, ini berbeda dengan gereja-gereja etnis tertentu yang cenderung tidak peduli dengan penduduk disekitar gerejanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa contoh diatas, kita dapat bercermin mengapa gereja di kawasan tertentu ditolak. Bukanlah gereja-gereja juga memiliki andil dalam timbulnya radikalisme penolakan itu? Akibat dari sikap arogansi beberapa gereja tertentu, gereja-gereja yang tulus dan memang membutuhkan tempat ibadah menjadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi demikian seharusnya menjadikan kita peka akan lingkungan, bersikap ramah tehadap penduduknya, dan tidak menyusahkan tetangga yang depan rumah mereka dipenuhi mobil-mobil orang asing. Semoga hal-hal ini menjadi bahan introspeksi. Sekalipun demikian, kita harus siap menerima penderitaan apapaun, sekalipun kita sudah bersikap patut, ramah dan sadar lingkungan, sebab memang kita harus siap menerima konsekwensi ‘Karena Nama Kristus'. (Yabina)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-3261766314990999382?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/3261766314990999382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/10/mengapa-gereja-ditolak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3261766314990999382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3261766314990999382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/10/mengapa-gereja-ditolak.html' title='MENGAPA GEREJA DITOLAK?'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-7738955796168170447</id><published>2010-09-13T10:46:00.000+07:00</published><updated>2010-09-13T10:46:56.491+07:00</updated><title type='text'>PERNYATAAN SIKAP HKBP TENTANG PERISTIWA PEMUKULAN DAN PENUSUKAN TERHADAP WARGA JEMAAT HKBP PONDOK TIMUR INDAH BEKASI</title><content type='html'>1. Kami, Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang berkedudukan di Pearaja Tarutung mewakili 4,1 juta warga jemaat HKBP sangat terkejut ketika mengetahui peristiwa pemukulan dan penusukan terhadap dua orang anggota HKBP. Laporan yang kami terima menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi pada hari Minggu (12/09) sekitar pukul 08.30 WIB pada saat anggota jemaat HKBP dalam perjalanan untuk beribadah minggu. Ibu Pendeta Luspida Simanjuntak, Bapak Sintua Hasian Sihombing dan beberapa anggota jemaat lainnya secara tiba-tiba diserang beberapa orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Kejadian yang berlangsung sangat cepat itu menyebabkan Bapak Sintua Hasian Sihombing terkena tusukan senjata tajam, sementara Ibu Pendeta Luspida Simanjuntak dan beberapa anggota jemaat lainnya mengalami memar akibat pukulan dan tendangan. Tindakan tersebut adalah biadab, yang menorehkan luka baru bangsa Indonesia. Karena itu, kami mengecam sekeras-kerasnya tindakan brutal yang dialami anggota jemaat HKBP Pondok Timur Indah yang mau beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kami berpendapat bahwa peristiwa kekerasan yang terjadi itu merupakan akibat dari ketidaktaatan hukum oleh sebagian warga negara sekaligus akumulasi dari pembiaran oleh Pemerintah atas ketegangan yang terjadi belakangan ini di tengah masyarakat terkait dengan larangan beribadah terhadap anggota jemaat HKBP Pondok Timur Indah di kawasan Ciketing, Kabupaten Bekasi. Pembiaran seperti ini justru akan memperkeruh suasana terlebih potensi konflik horisontal. Kami kembali menyerukan kepada Pemerintah supaya segera proaktif dalam menyelesaikan permasalahan hak beribadah anggota jemaat HKBP Pondok Timur Indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kami sungguh-sungguh tidak dapat mengerti dengan pernyataan pihak kepolisian yang langsung menyatakan bahwa tindakan itu merupakan kriminal murni. Bagi kami kesimpulan semacam itu adalah prematur, tidak berdasar, dan bukan merupakan hasil penyelidikan. Pertanyaan kami adalah, mengapa pihak kepolisian langsung mengambil kesimpulan semacam itu padahal polisi sendiri mengaku masih mendalami motif si pelaku? Bagi kami jelas bahwa tindakan pelaku adalah tindakan yang direncanakan. Tindakan penikaman kepada orang yang hendak beribadah merupakan indikasi bahwa pelaku telah mempersiapkan diri sebelumnya. Kami menilai bahwa pihak kepolisian telah lalai menjalankan tugas dan telah bersikap sama sekali tidak profesional. Kami mendesak agar polisi tidak terburu-buru mengambil kesimpulan apapun sebelum melakukan penyelidikan yang mendalam. Kita tahu bersama bahwa kekerasan terhadap anggota jemaat di HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi selama delapan bulan terakhir terus meningkat.Kami mempertanyakan keseriusan polisi untuk melindungi warga negara. Pada kesempatan ini kami mendesak Bapak Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri agar memberi perhatian khusus untuk mengusut tuntas kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Kepada Bapak Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk kesekian kalinya, kami mendesak agar mengambil tindakan serius terhadap masalah yang dialami warga jemaat kami HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi dan gereja-gereja lain di wilayah Jawa Barat serta wilayah lainnya. Kami meminta agar Bapak memberikan perhatian yang sangat serius untuk menjamin berlakunya hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selama kepemimpinan Bapak, eskalasi kekerasan terhadap umat beragama telah meningkat tajam dari waktu ke waktu. Kami kini menunggu tindakan dari Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Kami ingin meneguhkan saudara-saudari kami anggota jemaat HKBP Pondok Timur Indah supaya tidak resah menghadapi kondisi ini. Berdirilah teguh dan jangan goyah. Berdoa dan berjagalah supaya Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja menguatkan kita dan bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kedamaian di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami menghimbau kepada seluruh anggota jemaat HKBP yang berada di Tanah Air maupun di luar negeri supaya bersatu dalam doa dan berusaha tiada henti dalam memperjuangkan persamaan derajat sebagai manusia. Seluruh anggota jemaat HKBP hendaklah bersedia bersama-sama masyarakat untuk membangun bangsa Indonesia demi terwujudnya masyarakat adil, makmur dan sejahtera yang berbhinneka tunggal ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pearaja, Tarutung, 12 September 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan HKBP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ephorus                                            Sekretaris Jenderal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pdt. Dr. Bonar Napitupulu                          Pdt. Ramlan Hutahaean, MTh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-7738955796168170447?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/7738955796168170447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/09/pernyataan-sikap-hkbp-tentang-peristiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7738955796168170447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7738955796168170447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/09/pernyataan-sikap-hkbp-tentang-peristiwa.html' title='PERNYATAAN SIKAP HKBP TENTANG PERISTIWA PEMUKULAN DAN PENUSUKAN TERHADAP WARGA JEMAAT HKBP PONDOK TIMUR INDAH BEKASI'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-2998105012326465248</id><published>2010-08-16T09:24:00.000+07:00</published><updated>2010-08-16T09:24:29.480+07:00</updated><title type='text'>SUAMI-ISTRI DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA</title><content type='html'>Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling mulia di muka bumi ini. Oleh karena itu kepada manusia Tuhan memberikan hak dan kewajiban untuk dijalankan. Hak dan kewajiban merupakan suatu kesinambungan yang berdampingan dalam kehidupan manusia. Untuk menentukan keberlangsungan kehidupan rumahtangga, manusia diberikan hak untuk mendapatkan pendamping yang sesuai dengan  kata hatinya. Disamping haknya, manusia dituntut akan suatu kewajiban yang mesti dijalankan. Apakah dia sebagai suami atau sebagai istri, keduanya dituntut untuk menjalankan fungsinya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalankan hak dan kewajiban dalam rumahtangga merupakan suatu hal yang biasa namun rumit, namun tergantung dari bagaimana pasangan itu menjalankannya. Namun, hal yang didambakan oleh pasangan suami-istri dalam menjalankan hak dan kewajibannya adalah mendapatkan keharmonisan yang penuh kasih sayang dalam keluarga. Hal yang mau diutarakan, bahwa hak dan kewajiban suami-istri adalah membina komunikasi yang harmonis serta penuh kasih sayang dalam rumahtangga.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Suami-Istri: Membina Keluarga Harmonis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan suami-istri, keharmonisan itu bisa terwujud jika ada kerjasama dalam keluarga tersebut sebagai sebuah tim. Dimana didalamnya satu sama lain saling menghargai, saling menghormati, saling memerlukan dan saling mencintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar pasangan suami-istri yang baru membina hubungan rumahtangga menyatakan bahwa pada awalnya hubungan suami-istri tidak ada masalah dan semua berjalan dengan baik. Namun setelah menjalani hubungan rumahtangga beberapa lama mulailah muncul perubahan-perubahan. Hal ini bisa saja terjadi karena kurangnya komunikasi dan mendiskusikan suatu masalah yang dihadapi. Akibatnya lama kelamaan masalah yang belum terselesaikan itu bertumpuk. Apa yang dulunya merupakan kebanggan dan kekaguman dari pasangan berubah menjadi kelihatan kurang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membina hubungan suami-istri agar tetap berjalan harmonis, maka yang utama adalah jagan sampai mencoba pasangan agar sama dengan apa yang kita inginkan. Yang terbaik dalam membina hubungan rumahtangga adalah memperlihatkan diri walau dengan warna masing-masing, namun masing-masing memahami kenapa warna itu berbeda. Misalnya dalam mendampingi si siamu, bisakah istri sebagai partner atau mitra suami. Bukan istri harus melayani suami atau suami melayani istri, tetapi sebagai partner, siapa yang sempat dia yang melakukan, siapa yang tidak sempat dia dibantu dengan iklas. Sebagai partner, saling memerlukan, saling membutuhkan dan saling menghargai. Pasangan suami-istri semestinya mempunyai anggapan bahwa setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu hal yang penting yang semestinya diperhatikan adalah komunikasi. Komunikasi adalah suatu jembatan untuk mengunggkapkan perasaan yang tidak dapat ditunjukkan dengan sikap dan perilaku. Dengan berkomunikasi, pasangan suami-istri dapat saling mengutarakan isi hati dan perasaan masing-masing. Apa yang akan terjadi jika  dalam sebuah keluarga tidak ada komunikasi? Keluarga itu dapat diibaratkan dengan seperti alur-alur sungai yang tidak akan dapat diseberangi. Oleh karena itu, komunikasi dalam keluarga adalah suatu hal yang terpenting untuk jalinan kasih dalam keluarga. Karena komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang didalamnya disertai dengan kasih. Bahkan di dalam pembicaraan singkat, perlu menyertakan kasih yang kelaur dari hati. Jadi komunikasi itu bukanlah sekedar basa-basi saja atau sekedar pemanis mulut agar pembicaraan di meja makan tidak hambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkomunikasi dari hati berarti kita menyatakan kesungguhan hati kita untuk memahami setiap perasaan pasangan kita. Karena itu, di dalamnya diperlukan juga kerelaan untuk mendengarkan. Dengan sikap mau mendengarkan maka setiap anggota keluarga akan merasa menjadi pribadi yang penting dan berharga. Tak ada lagi yang merasa  satu lebih rendah daripada yang lain. Penerimaan atau penghargaan di dalam keluarga untuk setiap anggotanya dapat menjadikan setiap pribadi di dalamnya menjadi orang yang penuh percaya diri. Hal inilah yang menjadi bekal terpenting bagi setiap anngota kelaurga untuk berani tampil di dalam masyarakatdan melayani orang lain. Karena itu, janganlah mengabaikan komunikasi, karena itu sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menciptakan Rasa Aman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang rasa aman dalam tumahtangga tentu saja akan menunjuk kepada ketenangan batin anggota keluarga. Seorang suami akan merasa aman ketika ia tahu istrinya mempercayainya dan komitmennya terhadap pernikahan mereka. sebaliknya, rasa aman yang akan dirasakan oleh istri akan datang saat suami menolongnya lepas dari ketakutan lewat kata-kata penghiburan yang menenagkan dan penuh kasih. Komitmen terhadap pasangan dapat dikomunikasikan melalui dukungan yang penuh dan pujian yang tulus dan bukan dengan kepura-puraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan suami-istri, pasti akan ada hal-hal yang tidak dapat dihindarkan, seperti mengalami sakit hati, kejengkelan, dan kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa dasar dari pernikahan adalah bahwa dua pribadi yang tidak sempurna bertekad menjadi satu dalam kedekatan yang sejajar. Hal ini merupakan hak dan kewajiban suami-istri dalam mengarungi rumahtangga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa aman akan muncul dalam kepribadian kedua pasangan apabila mengingat kembali dasar pernikahan mereka yaitu kasih. Karena kasih mereka menjadi satu, dan karena kasih itu mereka akan merasakan rasa aman dalam kehidupan mereka. Di samping itu, perlu menyadari bahwa rasa aman yang datang dari Tuhan dapat menolong setiap pasangan untuk saling mengasihi. Tuhan berkomitmen mengasihi kita sekalipun Dia mengetahui kelemahan, kegagalan, dan kekurangan manusia. Betapa indahnya bila dalam pernikahan setiap pasangan menerapkan hal yang sama terhadap pasangannya. Karena cinta sejati merupakan komitmen tak bersyarat untuk mencintai pribadi yang tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan seperti itulah yang membuat masing-masing membuat aman. Inilah dasar bagi tercapainya keintiman dalam pernikahan. Merasa aman berarti bebas dari bahaya dan perasaan takut. Suami atau istri akan merasa aman bila merasa dirinya diperhatikan, dilindungi, disayangi dan dipelihara oleh pasangannya. Setiap pasangan akan merasa puas bila kebutuhan mereka terpenuhi – tetapi suami-istri akan merasa aman apabila kebutuhan masa depan mereka terpenuhi. Hal inilah yang merupakan hal pokok hak dan kewajiban suami-istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menjadi Orangtua Bijak Bagi Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak adalah seumpama mutiara bagi orangtuanya. Mereka selalu menginginkan agar anaknya menjadi orang yang memiliki masa depan yang gemilang. Namun tak jarang juga orangtua menganggap bahwa anak tidak tahu apa-apa, sehingga mereka memaksakan segala pemikirannya kepada anaknya. Dengan demikian, si anak akan menjadi orang yang sering mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang kewajiban orang tua terhadap anak, selayaknya orangtua memberikan pendidikan, rasa aman, rasa cinta dan kasih sayang kepada anak. Kasih sayang yang diberikan kepada anak tidak selalu dengan memberikan materi atau benda. Dengan memberikan perhatian atau dengan memeluk anak yang berhasil dalam suatu kegiatan merupakan bentuk kasih sayang yang tulus terhadap anak. Memberi tempat sebagai curahan hati disaat anak memerlukan sudah merupakan kasih sayang bagi si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mendidik dengan penuh kasih sayang bisa menanamkan kepada anak bahwa pengetahuan dan wawasan yang luas. Dalam mendidik, orangtua perlu memakai dasar pikiran bahwa semua anggota keluarga harus belajar hidup saling menghargai sebagai sesama. Orangtua berperan untuk mendorong agar si anak memiliki keyakinan dan harga diri. Orangtua yang bijak selalu memberikan kepercayaan kepada anaknya, percaya kepada kemampuan mereka menjalankan tanggungjawab. Orangtua yang bijak akan selalu menghargai usaha dan perbaikan si anak dan tetap selalu memberikan bimbingan terhadap anaknya. Membimbing berarti memberi dorongan kepada anaknya untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan yang disertai dengan moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua yang bijak akan selalu mendorong anaknya ke arah pengembangan pribadi yang sehat. Ketika si anak mengalami kelelahan, ketika kesabarannya menurun, humor sangat membantu dalam menjaga komunikasi agar tetap menyegarkan si anak. Orangtua yang bijak dapat menjaga hubungan yang harmonis, terbuka, saling respek, dan berdasarkan kasih sayang. Anak perlu diberi kasih sayang dan perhatian. Dapat dibayangkan apabila tanggungjawab orangtua ini diabaikan, maka anak akan merasa kekosongan dan merasa bahwa mereka tidak diperlukan oleh orangtuanya. Mereka akan mencari sesuatu diluar yang dapat memenuhi jiwa mereka di luar rumah. Akibatnya mereka akan hidup di dalam perbuatan yang kurang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sikap diatas dapat ditanamkan dalam diri setiap anggota keluarga, maka akan muncul keluarga yang saling menyanyangi. Perasaan aman, komunikasi yang harmonis dan sikap yang terbuka akan menjadi ciri keluarga yang harmonis. Oleh sebab itu, hak suami-istri adalah untuk saling memiliki dengan penuh dan berkewajiban untuk menjadikan keluarga itu yang harmonis dan penuh kasih sayang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-2998105012326465248?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/2998105012326465248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/08/suami-istri-dalam-membina-rumah-tangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2998105012326465248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2998105012326465248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/08/suami-istri-dalam-membina-rumah-tangga.html' title='SUAMI-ISTRI DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-6320605174844587403</id><published>2010-08-02T10:32:00.000+07:00</published><updated>2010-08-02T10:32:23.619+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;DEMONSTRASI SEBAGAI SUATU REALITAS SOSIAL INDONESIA &lt;br /&gt;DI ERA REFORMASI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”, “Bhineka Tunggal Ika” (berbeda-beda tetapi tetap satu). Semboyan tersebut sudah sering kali kita dengarkan di telinga kita. Semboyan ini merupakan dikumandangkan pada perjuangan Indosenia dalam merebut kemerdekaan. Dan tanpa terasa, kini bangsa Indonesia telah memasuki 65 tahun kemerdekaannya yang ditandai dengan era reformasi. Namun semuanya itu tidak lepas dari munculnya perdebatan-perdebatan yang memicu demonstrasi, kekerasan dan ketidak adilan sosial dalam kehidupan realitas masyarakat Indosenia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketidak Adilan dan Ketidak Puasan sebagai Awal Demonstrasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia telah merdeka dari penjajahan, namun sebagai gantinya muncul berbagai tragedi berdarah dan kekejaman yang telah mencoreng dan memburamkan lembaran sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Rasa persaudaraan sebangsa dan rasa saling percaya yang dulu ada hampir kandas dari hati sanubari. Keramah-tamahan, keakraban dan persatuan bukan lagi menjadi suatu yang ikhlas dan wajar, tetapi semuanya telah diukur dengan ukuran apa untungnya dan apa  ruginya. Kita kini hidup dalam hiruk pikuk kepausan hingga mengabsahkan kebuasan. Buas terhadap sesama dan buas terhadap alam ciptaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya para penguasa telah terbiasa memoles realitas sosial. Jumlah korban diminimalisasi sedemikian rupa dan jumlah keberhasilan yang mereka capai dipublikasikan hingga “langit ketujuh”. Bangsa Indonesia sudah terlalu lama dibius oleh prinsip-prinsip “kedamaian yang ditututp-tutupi dengan rapi” di bawah janji muluk penuh tipu muslihat seperti toleransi, kepentingan umum, persatuan dan kesatuan bangsa, pembangunan nasional hanya untuk menutupi ketidak adilan sebagai faktor utama keresahan dan kerusuhan dan perang antar politik orang-orang pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang mementingkan diri sendiri menjadi suatu hak yang lumrah dan wajar tanpa memandang kesekeliling; sehingga si kaya menjadi kaya, simiskin menjadi miskin, dan yang lemah menjadi tidak berdaya. Kehidupan masyarakat semakin kacau, kebutuhan hidup tidak dapat terpenuhi, sehingga menimbulkan demonstrasi tanpa memandang lapisan untuk menuntut keadilan. Tidak adanya keseimbangan pembangunan antar daerah, memicu banyak daerah ingin melepaskan diri dari negara kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian apakah semboyan diatas masih perlu dipertahankan atau dibuang begitu saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidak adilan sering diserukan sebagai faktor pendukung demonstrasi dan reformasi. Ketidak adilan dalam segala sendi kehidupan disebabkan oleh supermasi hukum yang diinjak-injak. Hukum dijalankan tidak dengan semestinya. Hukum diberlakukan dengan dengan tidak adil, hukum dilecehkan, hukum dipakai untuk menindas rakyat. Hukum dapat dibeli dengan jabatan dan kekuasaan. Kondisi yang demikian semakin berlarut-larut dan mengakibatkan hati dan perasaan rakyat semakin panas, hal ini diperkuat dengan datangnya krisis yang berkepanjangan. Keadaan ekonomi yang semakin sulit semakin mudah meminta daerah memisahkan diri dari NKRI, tiada lagi rasa memiliki, yang ada hanya demonstrasi menuntut keadilan dan hak yang diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sekali bahwa persaingan tidak sehat sangat dekat dengan kekerasan. Ketika persaingan lebih mengemuka dalam kehidupan, disitu kekerasan sedang dibiarkan yang pada gilirannya bertumbuh subur menjadi peperangan tak berperikemanusiaan. Kini masyarakat kita menanti-nantikan kesejahteraan, tapi yang hanya adalah kesengsaraan dan kemelaratan. Kesejahteraan dan keadilan yang diharapkan dari orang-orang yang berkuasa hanya sebagai pemanis kata dan tinggal impian. Rakyat merana, bosan dan yang muncul hanyalah demonstrasi sebagai aksi atas keadilan dan kesejahteraan yang tertunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Demonstrasi Sebagai Jawaban?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini demonstrasi dipandang dan diyakini sebagai satu-satunya cara efektif dalam mewujudkan aspirasi rakyat. Kendati aksi demonstrasi itu dinilai tidak lagi eksklusif di kalangan mahasiswa dan kampus, namun harus diakui sudah merembes ke tingkat politik lokal seperti di kawasan pedesaan, kecamatan maupun tingkat pemerintahan daerah lainnya. Penolakan terhadap pilkades, tuntutan terhadap perlu mundurnya para kepala desa, camat atau bupati merupakan bukti ekspansi tren demonstrasi di kalangan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga prakondisi (awal) dasar kenapa demonstrasi muncul sebagai primadona dalam penyelesaian masalah sosial dan pemerintahan. Pertama, ketidak-sensitifan para pemegang kekuasaan, administrator dan birokrasi dalam merespon aspirasi serta opini masyarakat. Mereka yang sudah duduk dalam kekuasaan justru berpikir merekalah sesungguhnya yang lebih mengetahui keinginan rakyat. Mereka memandang pendapat masyarakat hanya sekadar asesoris belaka tanpa perlu dipertimbangkan secara matang. Akibat lebih lanjut dari ketidak-sensitifan ini adalah munculnya perilaku arogansi (perdebatan) kekuasaan yang berlebihan. Kedua, masyarakat terlalu lama hidup dalam ketertekanan utamanya dari segi konteks politik. Masyarakat tidak lagi mempunyai saluran komunikasi yang efektif untuk merealisasikan harapan dan tujuan mereka bersama. Ketiga, mentalitas aparatur yang berdasarkan pada pembenaran patron-client relationships (kerjasama antara penguasa-rakyat) menyebabkan rakyat powerless (tak berdaya). Selama ini clients (rakyat) harus tunduk kepada patron (penguasa). Ketaatan ini tidak dilandasi oleh beneficial relations (kerjasama yang baik), tetapi sebaliknya justru bersifat eksploitatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh berbagai kasus yang terjadi selama Orde Baru dan tampaknya sekarang masih berlanjut adalah implementasi kebijakan khususnya di bidang perekonomian yang hanya menguntungkan beberapa pihak. Akibatnya, jika beberapa aktor ekonomi nasional ini collapse (runtuh), maka berdampak pada ambruknya sistem tata ekonomi seperti yang terjadi saat ini. Singkatnya, demonstrasi muncul sebagai luapan emosi banyak orang yang terlalu lama terpendam dan tidak mempunyai sarana efektif untuk menyalurkan permasalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya sikap masyarakat untuk tidak mau berdialog, dan lebih berpreferensi melakukan demonstrasi disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, dialog selama ini hanya dijadikan sekadar wacana formal saja. Dialog akan berakhir sebagai dialog semata dan tidak ada tindak lanjutnya. Gus Dur menyebutnya sebagai terlalu banyak pidato dan tidak ada action-nya. Ini sebagai pantulan dari arogansi kekuasaan yang selama bertahun-tahun dialami oleh rakyat Indonesia. &lt;br /&gt;Kedua, kepercayaan terhadap hukum sedang menurun dengan drastis. Ini karena 'law enforcement' tidak didasarkan pada fondasi hukum sebagaimana mestinya. Bahkan dengan perasaan kesal, jengkel dan campur menyesal. Reformasi hukum yang semestinya berjalan ternyata tidak terjadi bahkan praktik-praktik masa rezim Orde Baru masih berlangsung saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, birokrasi yang lamban semakin memperkeruh suasana dan mendorong munculnya demonstrasi serta aksi-aksi lainnya. Birokrasi yang tidak lagi responsif, lamban, kaku, dan tidak adaptif memberikan suasana yang kondusif untuk munculnya ketidakpuasan-ketidakpuasan yang disalurkan lewat aksi demonstrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tawaran dialog hanya akan berlangsung dan responsif kalau para pihak yang berdialog yakin dan percaya bahwa apa yang dibahas dan didialogkan itu akan ditindaklanjuti. Tetapi jika dialog hanya semata-mata wacana formal untuk melanggengkan tujuan dan mission penguasa semata, maka mustahil dialog menjadi wahana komunikasi yang efektif. Akhirnya, pilihan demonstrasilah yang diyakini sebagai jalan satu-satunya dalam menyelesaikan dan menjawab problema-problema yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu refleksi menuju perubahan&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan ini, semua pihak terkait; pemerintah dan masyarakat, harus terlibat dan ambil bagian dalam peneyelesaian masalah diatas. Dalam hal ini yang diperlukan adalah suatu proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai agar serasi dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang telah bergeser dari prinsipnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keperdulian pemerintah terhadap masyarakat, keadilan sosial dan pemerataan pembangunan adalah hal yang paling utama dan paling pokok dalam permasalahan ini. Perubahan dan perbaikan itu dapat terwujud jika pemerintah dan masyarakat merenungkan dan benar-benar kembali kepada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Yang perlu diingat adalah bahwa masyarakat Inonesia adalah masyarakat yang berbudaya, cinta akan kedamaian dan persatuan seperti yang terkandung dalam pengamalan Pancasila..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perenungan pribadi, mengenal diri dan berkomitmen untuk memperbaiki kehidupan kedepan atas tujuan bersama merupakan langkah awal menuju perubahan yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan perenungan, komitmen dan perubahan atas keegoan pribadi maka kesejahteraan dan keadilan sosial yang diharapkan dapat dimulai dengan baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-6320605174844587403?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/6320605174844587403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/08/demonstrasi-sebagai-suatu-realitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6320605174844587403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6320605174844587403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/08/demonstrasi-sebagai-suatu-realitas.html' title=''/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-2324754626317743298</id><published>2010-07-29T11:24:00.002+07:00</published><updated>2010-07-29T11:24:58.784+07:00</updated><title type='text'>Hargailah Waktumu...</title><content type='html'>Kenapa Waktu itu begitu berharga? bahkan kadang penyesalan itu datengnya belakangan, begitu kita sadar kalau semuanya sudah terlambat baru kita menyesal. Yang perlu kita ketahui mengenai waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu:&lt;br /&gt;1. Waktu tidak bisa kembali&lt;br /&gt;Kadang-kadang kita cuma bisa menyesali apa yang sudah terjadi di belakang kita. Think wise! jangan berhenti pada masa lalu, kehidupan yang akan kita jalani ke depan jauh lebih panjang dan berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Waktu tidak bisa menunggu&lt;br /&gt;Terhadap siapapun, mau orang kaya, miskin, anak-anak, orang tua, waktu tidak kenal kata "tunggu dulu". Waktu akan terus berjalan tanpa ada yang bisa menghalangi. Jadi, berhentilah berandai-andai "andai bisa kuhentikan waktu". Hadapilah masalah yang ada, tentunya dengan menjadikan Tuhan sebagai jawaban atas setiap masalah yang ada, karena pemikiran-pemikiran kita cenderung negatif ketika menghadapi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Waktu tidak bisa dimiliki, tetapi hanya bisa dipakai&lt;br /&gt;Kesuksesan yang lalu biarlah berlalu, kita tidak bisa terus membanggakan kenangan masa lalu kita. teruslah berkarya untuk menghasilkan yang lebih baik. Jangan cepat merasa sombong dengan apa yang kita telah capai sekarang. Tetaplah mengucap syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sudah tepatkah teman-teman dalam menggunakan waktumu? Belajarlah dengan bijak dalam menggunakan hari-harimu, karena hari-hari ini semakin jahat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-2324754626317743298?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/2324754626317743298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/07/hargailah-waktumu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2324754626317743298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2324754626317743298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/07/hargailah-waktumu.html' title='Hargailah Waktumu...'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-7003363041959384069</id><published>2010-07-23T11:50:00.000+07:00</published><updated>2010-07-23T11:50:35.878+07:00</updated><title type='text'>Perumpamaan tentang PRIORITAS hidup</title><content type='html'>Seorang profesor filsafat ketika sedang memberikan kuliah mengeluarkan sebuah botol mayones yang sudah kosong. Kemudian ia mengeluarkan beberapa batu yang kemudian diisikannya ke botol itu. Ketika sudah dua batu diisikan, sudah tak ada tempat lagi bagi batu ketiga. Ia bertanya pada mahasiswanya apakah botol itu sudah penuh? Mahasiwanya mengiakan. Kemudian ia mengambil kerikil kecil. Dimasukkannya kerikil itu ke botol dan botol itu dikocok-kocoknya. Kerikil-kerikil itu akhirnya masuk bergulir memenuhi ruang di antara batu-batu itu. Sekali lagi ia bertanya apakah botol itu penuh? Mahasiswanya menjawab ya. Lalu profesor itu mengambil pasir dan menuangkannya ke botol. Setelah botol itu diguncang-guncangkan beberapa kali, pasir itu masuk mengisi ruang yang masih tersisa memenuhi botol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang," kata profesor, "Saya ingin kalian tahu bahwa botol ini mengibaratkan hidup kamu. Batu-batu ini adalah hal-hal yang paling penting dalam hidup kamu yaitu , keluarga, kesehatan, anak-anak Anda. Kerikil-kerikil ini adalah hal-hal lain yang juga penting dalam hidup Anda, misalnya pekerjaan, pengetahuan, ketrampilan Anda. Pasir adalah hal-hal lain seperti hobby dan kesenangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda memasukkan kerikil dan pasir terlebih dahulu maka tak ada ruang lagi buat batu. Begitu juga dengan hidup Anda. Bila Anda mencurahkan seluruh energi dan waktu Anda untuk hal-hal yang kecil, materi, kedudukan, kesenangan, maka Anda tak mempunyai ruang lagi untuk hal yang benar-benar penting dalam hidup Anda. Berikan prioritas pada hal yang terpenting. Beri perhatian pada isteri atau suami dan anak-anak Anda.. Dan jangan lupa berikan pula waktu bagi Dia yang memelihara Anda. Jangan khawatir Anda akan tetap punya waktu untuk pekerjaan dan kesenangan Anda, karena hal-hal itu hanyalah kerikil dan pasir saja."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-7003363041959384069?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/7003363041959384069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/07/perumpamaan-tentang-prioritas-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7003363041959384069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7003363041959384069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/07/perumpamaan-tentang-prioritas-hidup.html' title='Perumpamaan tentang PRIORITAS hidup'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-4298289856630088649</id><published>2010-07-21T10:21:00.000+07:00</published><updated>2010-07-21T10:21:46.866+07:00</updated><title type='text'>Memaafkan</title><content type='html'>Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:&lt;br /&gt;Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya&lt;br /&gt;Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.&lt;br /&gt;Memendam kemarahan, kebencian dan sakit hati hanya akan membuar otot tegang, kepala berdentum dan dagu sakit karena terlalu sering menggemeretukkan geraham. Sebaliknya, memaafkan akan mengembalikan tawa dan meringankan beban hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-4298289856630088649?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/4298289856630088649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/07/memaafkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4298289856630088649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4298289856630088649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/07/memaafkan.html' title='Memaafkan'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-6463172147415535676</id><published>2010-07-07T14:44:00.002+07:00</published><updated>2010-07-07T14:44:55.416+07:00</updated><title type='text'>“MAKNA BERKAT BERKELIMPAHAN”</title><content type='html'>Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."&lt;br /&gt;(Lukas 12:15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah yang menuturkan bahwa segala yang ada merupakan warisan dari anak cucu kita. Ungkapan ini ingin mengingatkan setiap manusia untuk tidak bersikap tamak dan lobak dalam hidupnya. Walaupun seseorang memiliki berkat yang berlipah ibarat harta yang berlimpah, kedudukan yang tinggi dan kuasa yang berpengaruh, namun hidupnya tidak tergantung dari semuanyan itu. Yesus mengatakan bahwa hidup bukan tergantung dari manakan dan minuman saja (hal-hal yang duniawi), namun hidup dari firman Allah (Matius 4:4). Ini berarti perlu adanya keseimbangan, supaya manusia tidak menjadi serakah dalam hidupnya. Firman Tuhan menyadarkan manusia agar jangan tergantung akan hal-hal duniawi yang dapat membuat manusia terperosok ke dalam ketamakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tidak melarang manusia untuk hidup berkelimpahan selama manusia menggunakannya kearah yang baik dan menjadi saluran berkat bagi orang lain. Jika demikian, apa makna berkat berkelimpahan? Dapat dibagikan dan dirasakan orang-orang lain. Rasul Paulus dalam suratnya yang kedua kepada jemaat di Korintus mengatakan demikian: “Sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu” (II Korintus 6:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia dengan kemegahannya mengajak setiap orang berlomba untuk meninggikan/menunjuk diri dengan kekayaannya. Sebagai orang yang sudah menerima sapaan firman Tuhan kita diajak untuk tidak turut dalam pamer diri dengan ketamakannya. Firman Tuuhan mengajak kita untuk tetap berjaga-jaga dan bersikap waspada terhadap rayuan dunia ini, karma hanya Tuhan saja yang patut ditinggikan. Sebab segala sesuatu yang ada di bumi ini adanya dari Dia. Manusia hanya diberikan hak pakai bukan sebagai hak milik sehingga manusia tidak selayaknya bersikap tamak, mengepiiotasi bumi dan segala yang terkandung di dalamnya untuk kepentingan diri dan sekelompok orang. Ada dua sikap agar kita tidak jatuh kepada sikap ketamakan, pertama, mau mendahulukan Tuhan (Matius 6:33), kedua, mau berbagi dengan orang lain. Sebab, walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari pada kekayaannya itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-6463172147415535676?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/6463172147415535676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/07/makna-berkat-berkelimpahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6463172147415535676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6463172147415535676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/07/makna-berkat-berkelimpahan.html' title='“MAKNA BERKAT BERKELIMPAHAN”'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-7100721324264363575</id><published>2010-07-01T10:53:00.000+07:00</published><updated>2010-07-01T10:53:36.524+07:00</updated><title type='text'>KEMERDEKAAN DALAM KRISTUS AN MAKANAN PERSEMBAHAN BERHALA (1 Korintus 8:1-13; 10:14-33)</title><content type='html'>1.    Berhala Bukan Allah&lt;br /&gt;Alkitab berkata: "Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: 'tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa" (1 Kor. 8:4). Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi  dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup (1 Kor. 8:5-7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhala bukanlah Allah dan seharusnya tidak dijadikan objek penyembahan. Janganlah kita menjadi bodoh dan beranggapan bahwa patung kayu, batu ataupun emas memiliki kesadaran untuk menerima penyembahan serta berkemampuan untuk mendatangkan keuntungan bagi penyembah-penyembahnya (Mzm. 115:4-8; 135:15-18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Berhala Tidak Dapat Merubah Makanan Persembahan&lt;br /&gt;Di antara penyembah-penyembah berhala, baik pada abad pertama maupun saat ini, ada suatu konsep pemikiran bahwa makanan yang telah dipersembahkan kepada para dewa telah berubah menjadi pembawa berkat. Orang yang makan makanan itu akan memperoleh keuntungan, misalnya selalu sehat, usaha lancar, dilindungi dari mara bahaya dan sebagainya. Pokoknya selalu ada "hok khi" dan "peng an".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab mengajarkan bahwa berhala tidak dapat merubah makanan yang dipersembahkan kepadanya. Makanan itu tidak menjadi lebih berkhasiat ataupun menjadi rusak oleh karena dipersembahkan kepada berhala. Kalaupun ada perubahan rasa, itu hanya karena pengaruh panas api lilin yang terbakar dan terik matahari, bau dupa/kemenyan dan arak, serta debu-debu pembakaran yang menempel pada makanan. Berhala itu sendiri tidak membawa perubahan apapun pada makanan, misalnya semakin berkhasiat. Berkenaan dengan hal ini Alkitab berkata: "Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan." (1 Kor. 8:8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Jangan Makan Makanan Itu Sebagai Makanan Persembahan Berhala&lt;br /&gt;Tidak semua orang Kristen mempunyai pengetahuan yang benar mengenai berhala dan makanan yang dipersembahkan kepadanya. Ada orang Kristen, yang karena masih terikat oleh berhala-berhala, makan makanan itu sebagai makanan persembahan berhala (1 Kor. 8:7a). Hal ini tentu saja tidak berpadanan dengan iman Kristen.&lt;br /&gt;Janganlah memakan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala sebagai makanan persembahan berhala. Itu tidak diperkenan oleh Allah.  Hal ini bukan dikarenakan makanan itu haram, melainkan oleh dua sebab lainnya. Pertama, oleh karena hati nuraninya lemah maka hati nuraninya dinodai oleh hal itu (1 Kor. 8:7b). Orang semacam ini mungkin tidak mengharapkan apa-apa dari makanan itu. Tetapi karena konsep yang keliru, yaitu menganggapnya sebagai makanan persembahan berhala, maka sesudah makan makanan itu hati nuraninya dinodai dan tidak ada lagi damai sejahtera. Kedua, orang yang makan makanan itu sebagai makanan persembahan berhala dalam arti mengharapkan "khasiatnya" atau "berkat dari padanya", ia telah bersekutu dengan roh-roh jahat  yang berada di belakang penyembahan berhala itu (1 Kor. 10:19-20). Oleh sebab itu, orang-orang Kristen baru yang berlatar belakang penyembahan berhala diperintahkan untuk tidak makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala (Kis. 15:29).            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Makanlah Dengan Ucapan Syukur Kepada Allah&lt;br /&gt;Ingatlah firman Tuhan: "Semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa" (1 Tim. 4:4-5). Jadi, mengucap-syukurlah atas segala makanan yang terhidang dan makanlah dengan hati yang bersyukur kepada Allah.  Makanan yang dimakan dengan iman dan syukur itu dikuduskan oleh firman Allah dan doa. &lt;br /&gt;Alkitab berkata: "Apabila kamu diundang makan oleh orang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan tanpa mengadakan pemeriksaaan karena keberatan-keberatan hati nurani." (1 Kor. 10:27) Kalaupun di dalamnya ada makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala, bila kita menerimanya dengan pemahaman yang sesuai  firman Allah bahwa berhala tidak merubah makanan itu serta menaikan doa syukur kepada Allah untuk hidangan yang tersedia, maka semua makanan itu adalah kudus dan halal. Suatu makanan tidak menjadi haram bagi orang Kristen hanya karena makanan itu telah dipersembahkan kepada berhala (1 Kor. 8:8 ; 10:23). Tetapi janganlah kita makan sebagai makanan persembahan berhala, melainkan makanlah hidangan yang tersedia dengan mengarahkan hati yang bersyukur kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Jangan Menjadi Batu Sandungan Karena Makanan&lt;br /&gt;Pada saat makan, kalau ada seorang saudara berkata kepada kita: "Itu persembahan berhala!", maka janganlah kita memakannya. Bukan karena makanan itu haram, bukan pula karena diri kita, melainkan karena orang itu dan keberatan-keberatan hati nuraninya (1 Kor. 10:27-29).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mengontrol diri, supaya kebebasan kita tidak menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah (1 Kor. 8:9). Karena apabila kita makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala (dengan konsep yang benar) di depan saudara-saudara seiman yang lemah, maka mereka akan semakin dijatuhkan untuk makan makanan persembahan berhala itu (dengan konsep yang salah).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila suatu makanan dapat menjadi batu sandungan bagi orang lain, lebih baik kita tidak makan makanan itu. Dengan demikian orang lain tidak akan jatuh oleh karena makanan yang kita makan. Kita patut meneladani rasul Paulus yang mengatakan, "Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku" (1 Kor. 8:13).   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip rasul Paulus dalam 1 Korintus 10:23-24 dan 31 sangat baik untuk diteladani. Jika engkau makan, atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah itu dengan terlebih dahulu mempertimbangkan:   &lt;br /&gt;a.    Apakah itu berguna?  (1 Kor. 10:23a);   &lt;br /&gt;b.    Apakah itu membangun? (1 Kor. 10:23b);  &lt;br /&gt;c.    Apakah dengan itu engkau hanya memperhatikan kepentingan sendiri, atau  memperhatikan kepentingan orang lain juga? (1 Kor. 10:24);  &lt;br /&gt;d.    Apakah itu memuliakan Allah?  (1 Kor. 10:31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Orang-orang percaya telah beroleh kemerdekaan yang sesungguhnya di dalam Kristus Yesus (Gal. 5:1). Kendatipun demikian, ia perlu mawas diri supaya kemerdekaannya itu tidak menjadi batu sandungan bagi saudara-saudara yang lemah.  Dalam hal makan atau minum atau melakukan sesuatu yang lain, ia harus memikirkan: apakah itu berguna, membangun, memperhatikan kepentingan orang lain juga, serta memuliakan Allah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-7100721324264363575?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/7100721324264363575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/07/kemerdekaan-dalam-kristus-makanan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7100721324264363575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7100721324264363575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/07/kemerdekaan-dalam-kristus-makanan.html' title='KEMERDEKAAN DALAM KRISTUS AN MAKANAN PERSEMBAHAN BERHALA (1 Korintus 8:1-13; 10:14-33)'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-8711700012992390416</id><published>2010-06-30T10:37:00.000+07:00</published><updated>2010-06-30T10:37:40.594+07:00</updated><title type='text'>HARAPAN YANG INDAH UNTUK KEHIDUPAN ANDA HARI INI!</title><content type='html'>Ada begitu banyak hal yang terjadi di dunia ini, di tingkat internasional, nasional, dan bahkan kehidupan pribadi. Pada dasarnya kejadian ini berada di luar kontrol manusia, dan kendali Anda. Pada tingkat politik tampak wakil-wakil rakyat kita telah lari dari tugasnya membela hak rakyat. Di tingkat Internasional, terjadi terorisme, dan konflik militer yang terus berlanjut. Dalam kehidupan pribadi Anda ada begitu banyak hal yang tidak dapat Anda kontrol. Perkawinan, anak-anak, penyakit, keuangan, keberuntungan, waktu, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk semua tantangan jawabannya adalah sama. Itu sebabnya kita membutuhkan Juruselamat. Kemampuan kita tidak cukup mampu untuk menangani masalah kita sendiri. Kita tidak bisa menjadi tuhan untuk kita sendiri. Ini adalah kebohongan humanisme, dan budaya kita. Di atas semua itu kita membutuhkan Allah untuk membantu kita setiap hari. Hal yang indah adalah bahwa Dia adalah Bapa Surgawi kita yang mengasihi kita, dan kita memiliki hak istimewa untuk berhubungan dengan Dia dalam doa. Dia ingin membantu kita, dan itulah sebabnya Dia telah memberi kita pengharapan, yang adalah Roh Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan hubungan pribadi yang nyata dengan Yesus Kristus. Dia akan membantu Anda dalam setiap masalah yang Anda miliki. Hanya memintaNya. Memanggil nama-Nya. Ketika kita menjadi letih, kita dapat mengambil sayap seperti elang. Dia akan membantu kita dalam segala masalah kita. Ia akan mengurapi kita dengan Roh Kudus-Nya. Hidup Anda hari ini jauh lebih baik jika Anda berpengharapan padaNya. Dia akan mengirimkan kuasa-Nya, dan Anda akan mengambil sayap seperti elang. Jika kita telah berdosa dan kita meminta pengampunan, Dia akan mengampuni. Ada harapan untuk Anda. Dia memiliki rencana untuk Anda.Lihatlah kepada-Nya! Lihatlah kepada-Nya hari ini. Jika Anda meminta, Dia akan membantu dan memberi mulai sekarang. Apa kau tidak bisa merasakan kehadiran-Nya dalam diri anda sekarang? Serahkan kekuatiran anda, dan kegelisahan kepada-Nya. Dia akan membela Anda dan menjaga Anda. Tuhan itu baik. Allah sangat baik. Allah sangat baik untuk Anda! semuanya itu kita terima bukan karena perbuatan kita melainkan hanya karena kasih karunia dan anugerahNya. Itulah harapan yang indah buat kita pada hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-8711700012992390416?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/8711700012992390416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/06/harapan-yang-indah-untuk-kehidupan-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8711700012992390416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8711700012992390416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/06/harapan-yang-indah-untuk-kehidupan-anda.html' title='HARAPAN YANG INDAH UNTUK KEHIDUPAN ANDA HARI INI!'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-4686664985571589326</id><published>2010-06-28T10:43:00.000+07:00</published><updated>2010-06-28T10:43:54.154+07:00</updated><title type='text'>35 Tahun HKBP Adiankoting: Timothy English Course Diresmikan</title><content type='html'>Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur (Mazmur 33:1). Demikianlah ungkapan yang dilantunkan oleh seluruh jemaat HKBP Resort Adiankoting pada acara Ulang Tahun ke-35 HKBP Resort Adiankoting pada Minggu IV setelah Trinitatis (27/06/2010). Sebelum acara dimulai, diadakan pengguntingan pita oleh Ibu Camat Adiankoting dan penarikan kain selubung peresmian Timothy English Course oleh Pendeta HKBP Resort Adiankoting, Pdt. Juanda Simanjuntak, STh. Kursus Bahasa Inggris untuk anak-anak ini sudah berjalan selama 2 tahun yang diprakarsai oleh Pdt. Juanda Simanjuntak, STh dan memiliki siswa sebanayak 68 orang. Dalam ibadah, jemaat dengan penuh sukacita datang beribadah memenuhi bangku-bangku gereja dan dengan hikmad mengikuti seluruh rangkaian acara. Usai acara Ibadah diadakan Acara lelang, kata-kata sambutan dan mangulosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HKBP Resort Adiankoting pada awalnya merupakan pagaran dari HKBP Resort Parsikkaman dan diresmikan menjadi Resort pada 27 Juni 1975 yang dipimpin oleh Pdt. Adian Lumbantobing, STh sebagai Pendeta Resort dengan pagarannya: HKBP Adiankoting Julu, HKBP Adiankoting Kota, HKBP Aek Matio Jae, HKBP Sukadame Sidari. Sampai saat ini HKBP Resort Adiankoting pernah dilayani 8 Pendeta, 16 Uluan/Guru Huria, 70 Sintua. Dalam perkembangannya berdasarkan statistik, HKBP Resort Adiankoting memiliki 350 KK.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-4686664985571589326?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/4686664985571589326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/06/35-tahun-hkbp-adiankoting-timothy.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4686664985571589326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4686664985571589326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/06/35-tahun-hkbp-adiankoting-timothy.html' title='35 Tahun HKBP Adiankoting: Timothy English Course Diresmikan'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-324455251086570234</id><published>2010-06-25T15:51:00.002+07:00</published><updated>2010-06-25T15:51:57.775+07:00</updated><title type='text'>Tetap Tegar di Masa Sukar</title><content type='html'>Hidup ini sulit.  Inilah realita yang kita alami sehari-hari.  Setiap hari kita harus berjuang dengan lalu lintas yang makin macet, pekerjaan yang makin keras persaingannya,  beban kebutuhan hidup keluarga yang makin membengkak.  Gereja?  Wah kadangkala justru pelayanan di gereja melahirkan banyak masalah dan konflik yang seperti duri tajam menusuk dan menyakitkan.   Di luar kesulitan-kesulitan itu kita masih harus terbayang-bayangi dengan resiko terjadinya bencana alam, tertular penyakit-penyakit yang makin ganas,  dan juga bahaya kejahatan yang makin variatif metodenya.   Ibarat sebuah botol air,  maka daya tampung dan daya tahan manusia dalam menghadapi kesulitan itu ada batasnya.  Stress dan gangguan kejiwaan menjadi sahabat yang makin akrab dengan kehidupan manusia masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangka juga ada orang-orang yang menyangkali realita sulitnya hidup ini.  Kata-kata mereka senantiasa indah dan berbunga-bunga.  Kadang-kadang juga dibungkus dengan kata-kata rohani, seolah-olah mengesankan iman yang kuat.  "Tidak ada masalah di sini, yang ada hanya kesempatan.  Tidak ada yang mustahil bagi anak-anak Tuhan," mungkin begitu kata mereka.  Tentu, menyemangati orang lain untuk menjadi tangguh adalah pekerjaan yang mulia.  Tetapi, tentu saja tidak boleh menyemangati orang dengan menutupi realita yang sebenarnya.   Ibarat orang sakit kanker di kepalanya, kita tidak boleh menyemangatinya dengan berkata,"  Tenang,  hanya sakit kepala biasa.  Pasti akan sembuh."   Masalahnya sekarang adalah bagaimana supaya kita tetap tegar di masa sukar?  Saya ingin memaparkan tiga langkah untuk menjadi tegar di masa yang sukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama untuk menjadi tegar di masa sukar adalah mengakui bahwa saat ini kita berada di masa sukar.  Tidak menyangkali, tidak menutup-nutupi kenyataan betapa sukarnya hidup ini.  Rasul Petrus dalam suratnya yang pertama justru berbicara dengan lugas tentang  penderitaan-penderitaan yang akan terjadi di dalam kehidupan umat Tuhan.  Kepada umat Tuhan yang terpaksa tersebar karena penganiayaan, Rasul Petrus menyadari betapa keras dan sulitnya hidup mereka.  Umat Tuhan saat itu mengalami kesulitan untuk menggapai hidup yang sejahtera, karena mereka ada pendatang yang terpaksa berkelana dengan bekal yang terbatas.  Bukan hanya itu saja, mereka juga harus menanggung beban penderitaan tambahan karena identitas mereka sebagai umat Tuhan.  Terhadap kenyataan seperti ini, Rasul Petrus tidak menyalahkan mereka.  Ia tidak mendakwa umat yang mengalami kesulitan itu sebagai orang yang telah berbuat dosa besar, atau kekurangan iman.  Rasul Petrus bahkan mengatakan," … sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia … " ( 1Petrus 3:14).  Terimalah  kenyataan bahwa kehidupan ini makin lama, makin terasa sukar dengan meningkatnya kebutuhan hidup.  Jangan membanding-bandingkan dengan masa lalu yang lebih baik, apabila pembandingan tersebut hanya akan menambah beban hidup kita di masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kedua untuk menjadi tegar di masa sukar adalah mengevaluasi dan memperbaiki bagaimana cara kita menjalani hidup ini.  Setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan hidup ini menjadi sulit.  Faktor pertama adalah penderitaan kosmis yang dialami oleh semua manusia di dunia karena kejatuhan manusia pertama di dalam dosa.  Kitab kejadian mengisahkan akibat kejatuhan Adam dan Hawa maka tanah pun menjadi terkutuk, dan menghasilkan semak dan rumput duri (Kej 3:18).  Dalam perkembangan sejarah selanjutnya justru manusia memperparah lingkungannya melalui penggundulan hutan dan pencemaran lingkungan.  Semua hal ini menciptakan penderitaan kosmis yang menimpa semua manusia di dunia, termasuk orang percaya.  Misalnya, banjir tentu akan menggenangi rumah-rumah tanpa pernah bisa membedakan maka rumah umat Tuhan dan bukan.  Gereja pun bisa kebanjiran.  Ini adalah ciri penderitaan kosmis : menimpa siapa saja dan kapan saja.  Oleh karena itu, kesulitan hidup akibat penderitaan kosmis tidak dapat terhindakan secara total, dan hanya dapat diterima dengan hati yang tabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang kedua yang menyebabkan hidup menjadi sulit adalah penderitaan akibat perilaku orang lain.  Rasul Petrus menuliskan," … Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik?  Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga …" (1Pet 3:13-14).  Tersirat di sini adanya kemungkinan kita sudah menjalani hidup ini dengan baik, tetapi ada orang-orang tertentu yang berbuat jahat terhadap diri kita.  Misalnya, ada orang yang menipu usaha kita sehingga menimbulkan kesulitan.  Begitu juga penderitaan yang harus kita tanggung karena kita adalah umat Tuhan.  Terhadap umat yang harus menanggung penderitaan karena nama Tuhan, rasul Petrus memberi nasehat,"… jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah …" (1Petrus 4:16).  Penderitaan akibat perilaku orang lain kadangkala dapat kita hindarkan dengan pola hidup yang hati-hati dan cermat.  Sikap hati-hati dan cermat akan meloloskan kita dari penipuan orang atau menjadi korban kejahatan.  Tetapi, kadangkala kita juga tidak dapat menghindarkan diri dari penderitaan akibat perilaku orang lain.  Misalnya, kecerobohan orang lain menyebabkan kita terluka karena kecelakaan lalu lintas, atau juga kecelakaan di tempat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor ketiga yang menyebabkan hidup ini menjadi sulit adalah penderitaan akibat kesalahan kita sendiri.  Setiap kesalahan tentu mempunyai konsekuensinya.  Tidak jarang konsekuensi dari kesalahan kita sendiri menjatuhkan diri kita pada jurang penderitaan hidup.  Rasul Petrus pernah menulis," Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat atau pengacau." (1Petrus 4:15).  Kesulitan hidup ini sudah terlampau banyak dan jangan ditambahi dengan kesulitan yang tidak perlu: kesulitan yang lahir akibat kesalahan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda saat ini sedang mengalami masa sulit?  Coba Anda mengambil waktu sejenak untuk mengevaluasi hidup Anda.  Apakah masa sulit ini akibat penderitaan kosmis?  Akibat perilaku orang lain?  Atau sebenarnya akibat kesalahan Anda sendiri?  Kalau ternyata kesulitan ini adalah akibat kesalahan orang lain, maka perbaikilah pola hidup Anda.  Terimalah tanggung jawab atas kesalahan Anda, dan mulailah menjalani hidup dengan lebih bertanggung jawab.  Anda akan menjadi lebih tegar di masa sukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ketiga untuk tetap tegar di masa sukar adalah mengembangkan hubungan yang akrab dan hangat dengan Allah.  Rasul Petrus menegaskan hal ini dalam 1Petrus 5:10 "Dan Allah, sumber segala kasih karunia yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan memperlengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu …"  Ternyata Allah tidak berpangku tangan ketika kita harus melewati masa-masa yang sulit dalam kehidupan ini.  Allah terus bekerja di dalam diri kita.  Rasul Petrus menegaskan hal ini dengan menggunakan empat kata : memperlengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan.  Ini berarti Allah memandang serius kesulitan hidup yang kita jalani.  Allah ingin akan kita menjadi tegar di masa sukar.  Tetapi, bagaimana kita dapat merasakan pekerjaan Tuhan yang memberikan topangan dan kekuatan itu?  Tentu hanya melalui hubungan yang akrab dan hangat dengan Allah.  Kita dapat memiliki hubungan yang akrab dan hangat dengan Allah melalui doa, pujian, pembacaan dan melakukan firman Tuhan.  Bukan sekedar rutinitas, tetapi muncul dari hati yang mencintai Allah.  Semakin kita membina hubungan yang akrab dan hangat dengan Allah, maka semakin tegar pulalah kita di masa yang sukar ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-324455251086570234?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/324455251086570234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/06/tetap-tegar-di-masa-sukar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/324455251086570234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/324455251086570234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/06/tetap-tegar-di-masa-sukar.html' title='Tetap Tegar di Masa Sukar'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-3215229636181928582</id><published>2010-06-22T09:26:00.002+07:00</published><updated>2010-06-22T09:26:54.055+07:00</updated><title type='text'>Pengkhotbah 3:16-22</title><content type='html'>Minggu IV Setelah Trinitatis&lt;br /&gt;Minggu, 27 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“TIDAK ADA KELEBIHAN”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin disukai orang lain, janganlah membohongi diri sendiri dan berhati-hatilah saat menceritakan kebenaran tentang orang lain”. Seorang pengkhotbah suatu kali sengaja menguji jemaatnya memberitahu bahwa minggu depan ia berkhotbah tentang dosa kebohongan. Ia berpesan, “Untuk membantu Anda memahaminya saya ingin Anda semua membaca Markus pasal 17.” Pada minggu berikutnya, ketika bersiap menyampaikan khotbahnya, ia berkata, ”Saya ingin tahu berapa banyak di antara Anda telah membaca Markus pasal 17.” Semua orang mengacungkan jarinya. Pengkhotbah itu tersenyum dan berkata, ”Markus hanya memiliki 16 pasal. Sekarang saya akan memulai khotbah saya tentang kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah sedikit gambaran manusia yang penuh dengan kebohongan, tepatlah sebuah perkataan yang mengatakan, “Kupaslah atau garuklah kulit seorang Kristen, maka yang anda peroleh di bawah kulit yang tipis itu adalah seorang kafir”. Maksudnya adalah kekristenan itu sesungguhnya hanya setipis kulit. Bentur dia, gores dia, lukai dia, maka kulit itu akan rusak dan hancur. Kekristenan kita hanya setipis kulit yang melekat di dalam tubuh kita ini. Hanya sekedar pembungkus, pelapis semua kebusukan yang ada di dalamnya. Dari luar kelihatan bersih, mulus, tetapi di dalam begitu busuknya dan buruknya sifat dan perilakunya. Bentur dia, gores dia, lukai dia, maka kulitnya akan hancur dan kelihatanlah aslinya. Tidak ada bedanya denga orang lain yang tidak mengenal Kristus. Gelap tidak bisa diusir dengan gelap. Hanya oleh terang. Kebencianpun hanya dapat diusir dengan kasih, bukan dengan kebencian. Kebencian itu menyiksa dan menghancurkan. Menyiksa diri sendiri dan menghancurkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Teks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Pengkhotbah ini berisi pemikiran yang merenungkan secara dalam betapa singkatnya hidup manusia itu yang penuh pertentangan, ketidakadilan, dan hal-hal yang sulit dimengerti. Maka disimpulkannya hidup ini sia-sia, seolah-olah tidak mengerti dengan maksud dan tindakan Allah dalam menentukan nasib manusia. Tetapi meskipun demikian dinasehatinya orang-orang untuk bekerja dengan giat dan untuk sebanyak mungkin dan selama mungkin menikmati pemberian-pemberian Allah. Kebanyakan pemikiran itu bernada sumbang bahkan putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kenyataannya pemikiran ini menghasilkan keluasan berpikir untuk memepertimbangkan keragu-raguan dan keputusasaan dan bahkan bisa terhibur karena kita bisa melihat benar-benar sifat kita mengena dengan pemikiran tersebut dan pemikiran tersebut sebenarnya juga memberikan harapan tentang Allah harapan yang memberi arti kehidupan yang sebenarnya. Di ayat 16, ia menunjuk kepada suatu kenyataan pengalaman yang dilihatnya. Ditempat dimana dilakukan peradilan tiada terjadi sesuatu selain penyimpangan dari hukum. Di tempat di mana patut dijalankan keadilan, tapi hanya haus kekuasaan. Justru yang sebaliknya terjadi,.raja yang memegang kekuasaan yudikatif tertinggi menetapkan ketidakberesan. Sebagai kesimpulan penyelidikannya. Tiada hal yang baru di bawah matahari.&lt;br /&gt;Pada ayat 17, ia memberikan pemikiran tentang Allah yang tidak segera mengadili setiap pelaku ketidak adilan. Tetapi sekalipun peradilan Allah tidak dalam segala hal segera tampak bagi kita, tiap perbuatan manusia harus mengalami penilaian Allah dan hal itu terjadi pada waktunya sendiri. Ada terkandung hiburan bagi mereka yang mengalami ketidakadilan namun bukanlah itu yang terpenting. Yang diutamakan adalah bahwa dalam segala usaha manusia tiada nilai tetap. Bahwa Allah pada waktunya akan mengadili tiap perbuatan manusia. Pada ayat 18 Pengkhotbah kembali menekankan walaupun hukum tiada segera tampak di dunia ini, dalam hal ini Allah ingin mengetahui bagaiman sikap manusia di tengah-tengah ketidakadilan. Apakah apabila ketidakadilan tidak segera dihukum manusia tetap bersedia menjalankan hukum, karena hukum harus tetap dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat 19 Pengkhotbah begitu keras mengatakan manusia itu sama dengan hewan, sama-sama mengalami nasib yang sama, keduanya menjadi mangsa kematian, mereka mempunyai satu nafas yang sama atau roh hidup. Semua manusia dan semua hewanti dak mempunyai hidup yang tetap. Mereka akan menuju ke suatu tempat yakni debu yang daripadanya mereka diciptakan oleh khalik bumi dan langit (ayat 20). Oleh karena itu, tiada sesuatu yang lebih baik bagi manusia daripada bergembira dalam pekerjaannya, karena hal itu adalah bagiannya. Tidak ada nilai tetap yang memberi kesenangan dalam jerih payah manusia. Allah akan sungguh mengadili pada waktunya tetapi hukum itu mungkin akan timbul jauh sesudah hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perikop ini, Pengkhotbah menegaskan bagaimana kita semua harus percaya Tuhan. Allah telah mendunia, memanusia, merangkum seluruh dunia dalam pelukannya, melintasi batas dunia, menembus batas-batas budaya, seluruh umat manusia diterima Allah siapa saja, di mana saja, Dia melampaui batas-batas aliran dan denominasi, menghancukan ekslusivisme, Dia adalah hadiah bagi semua orang ketika Dia ingat dan prihatin akan dunia. Dia mempetaruhkan segala sesuatu termasuk diri-Nya untuk menawarkan dan mewujudkan kesukaan bagi dunia. Dia menyatakan solidaritasnya yang penuh terhadap penderitaan manusia. Dia mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dia tidak menyembunyikan fakta walaupaun manusia menolaknya, Dia menerima manusia dan melepaskan manusia dari topeng-topeng kepalsuan, yang hanya terpikat pada sesuatu yang besar, tinggi dan banyak. Pada hal jutru disitulah manusia banyak tertipu. Dia mengajak kita untuk mencintai yang kecil, lemah, dan sederhana. Mengajak kita untuk menukik sampai ke inti.&lt;br /&gt;Dia telah menghadirkan kita di dunia ini dalam sebuah persekutuan yang aman, tenteram,dan penuh kedamaian, suatu tempat untuk bernaung yang nyaman dan menyenagkan, Ibarat sebuah pohon beringin yang rindang dan kokoh yang melindungi kita dari sengatan matahari siang yang membakar di tengah kegelisahan dan kelelahan hidup. Dia hidup dalam persekutuan yang senantiasa bergerak yang senantiasa mencari. Dia melihat semuanya ciptaan-Nya berkembang dan bertumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa manusia harus diadili dan mati? Karena manusia hanya merasa hadir untuk dirinya sendiri, menjadi ekslusif, berpikir tentang ketenteraman sendiri. Manusia diciptakan Tuhan bukan untuk berhura-hura, melarikan diri dari kesulitan dunia. Bukan untuk mencari kuasa, mencari laba, kenikmatan. Manusia ada di dalam dunia tidak di awan-awan atau surga. Di dunia menjadi berkat bagi semua orang. Kebebasannya terletak pada ketaatan, kemuliaannya terletak pada kerendahan hati yang kemenangannya terletak pada kekalahan. Hidup yang tidak menghitung untung dan rugi, tetapi hidup yang hanya ingin memberi dan memberi. Untuk meyatakan kehendak Allah dan ketaatan. Untuk menyatakan penghakiman Allah dan pertobatan manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-3215229636181928582?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/3215229636181928582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/06/pengkhotbah-316-22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3215229636181928582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3215229636181928582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/06/pengkhotbah-316-22.html' title='Pengkhotbah 3:16-22'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-4369518196434298718</id><published>2010-06-14T12:44:00.000+07:00</published><updated>2010-06-14T12:44:28.094+07:00</updated><title type='text'>MAZMUR 104 :14</title><content type='html'>"&lt;i&gt;ENGKAU yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ishak dan orang Filistin sama-sama menabur benih. Teknologi pertanian yang dikuasai Ishak mungkin biasa-biasa saja. Ishak mengusahakan tanah yang sama dengan orang Filistin, bahkan mungkin tanahnya tanah sewaan saja mengingat dia pengungsi. Rahasianya hasil maksimal yang dicapai Ishak adalah TUHAN yang menumbuhkan benih itu. Usaha Ishak disertai iman sehingga diberkati TUHAN. Sedangkan orang Filistin hanya berusaha tanpa penyertaan TUHAN sehingga tak memperoleh hasil sebanyak yang diperoleh Ishak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran di atas menguatkan kita bahwa apapun yang terjadi di dalam hidup kita, TUHAN mampu campur tangan terhadap hal-hal buruk yang kita alami dan menurunkan berkat-NYA bagi kita. Seperti Ishak yang mulanya tidak punya apa-apa di Gerar, usahanya diberkati TUHAN, demikian pula segala usaha kita akan berhasil karena TUHAN selalu merencanakan yang terbaik dalam hidup orang beriman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-4369518196434298718?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/4369518196434298718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/06/mazmur-104-14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4369518196434298718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4369518196434298718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/06/mazmur-104-14.html' title='MAZMUR 104 :14'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-5777739291571731914</id><published>2010-06-01T10:25:00.000+07:00</published><updated>2010-06-01T10:25:31.911+07:00</updated><title type='text'>Roma 4:21b</title><content type='html'>Ada Pepatah dalam bahasa Indonesia yang mengatakan bahwa janji itu adalah utang. Janji mesti dilunasi, dibayar sebesar apa yang dijanjikan. Apabila tidak dibayar maka janji itu akan menjadi utang sampai janji itu dilunasi dan direalisasikan. Oleh sebab itu jangan mudah mengungkapkan janji apabila janji itu tidak dapat dilaksanakan, agar janji itu tidak hanya menjadi janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perjanjian Lama kita melihat janji Allah kepada Abraham, Isak dan Yakub. Allah akan menjadikan keturunan mereka menjadi bangsa yang besar dan kuat asalkan di dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Allah. Keluarnya bangsa Isral dari Mesir menggambarkan bagimana Allah membimbing bangsaNya dengan janjiNya. Allah membawa Bangsa Israel ke masuk ke tanah perjanjian. Allah juga membebaskan bangsa itu dari tekanan-tekanan baik dari dalam maupun luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perjanjian Baru, penggenapan janji Allah di PL dilaksanakan dengan memberikan AnakNya Yesus Kristus untuk membebaskan manusia dari kegelapan dunia ini. Disini kita melihat bagaimana Allah memiliki kekuatan untuk menggenapi janjiNya atas ciptaanNya secara universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita belajar untuk menghargai perbuatan Allah terhadap dunia ciptaanNya. Kita juga layak berjanji kepada Tuhan dengan ucapan syukur bahwa kita akan memperbaiki alam ciptaannya. Janji yang kita ucapkan terhadap sesama dan alam ciptaan Tuhan, baik melalui kampanye-kampanye jangan hanya menjadi janji isapan jempol belaka untuk menarik perhatian orang terhadap kepentingan kita. Janji adalah utang dan lunasilah sebelum utang itu membawa ketidak harmonisan dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Dia janjikan.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-5777739291571731914?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/5777739291571731914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/06/roma-421b.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5777739291571731914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5777739291571731914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/06/roma-421b.html' title='Roma 4:21b'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-656090635434670137</id><published>2010-05-19T13:43:00.000+07:00</published><updated>2010-05-19T13:43:53.837+07:00</updated><title type='text'>Kasih</title><content type='html'>KASIH ADALAH SESUATU YANG TIDAK HANYA DIDIFINISIKAN.NAMUN KASIH HARUS DIWUJUDNYATAKAN. ORANG YANG HANYA BERTEORI TENTANG KASIH ADALAH PEMBUAL BESAR. TETAPI ORANG YANG MEREALISASIKAN KASIH ADALAH ORANG YANG BERPENGARUH BESAR DALAM KEHIDUPANNYA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-656090635434670137?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/656090635434670137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/05/kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/656090635434670137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/656090635434670137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/05/kasih.html' title='Kasih'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-5881075557556149846</id><published>2010-05-11T11:08:00.002+07:00</published><updated>2010-05-11T11:08:06.680+07:00</updated><title type='text'>Jadilah Tenang</title><content type='html'>“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” 1 Petrus 4:7&lt;br /&gt;Ketenangan adalah sebuah kunci. sama saat kita sedang berenang, bukan hanya kemampuan berenang dan pernapasan yang harus kita kuasain, tetapi ketenangan dalam air. Karena dalam ketenangan itu kita dapat bergerak dan bernafas secara teratur. Begitu juga dalam menjalani hari-hari ini, ketenangan adalah kunci, untuk kita bisa melihat, merasakan, berfikir dan melangkah dengan tepat dan teratur. Jika hati dan pikiran kita dibendung emosi akhirnya suara Tuhan nggak kedengaran, tertutup sama ego kita dan justru malah kita dengerin suara iblis. Karena saat kita menguasai diri dan menjadi tenang, saat itulah Tuhan akan berbicara dan memberikan jawaban atas semua masalah dalam hidup kita.&lt;br /&gt;Secepat dan setepat apapun langkah yang kita ambil, jika berdasarkan emosi sesaat dan negative thinking, percaya deh nggak bakalan bener. Pasti ada-ada aja masalah yang akan ditimbulkan, dan selalu berujung penyesalan. Nggak ada hasilnya dan cenderung merugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul Petrus mengingatkan kita agar tetap tenang dalam menghadapi hidup ini dan jangan lupa, tetap berdoa. Doa adalah nafas hidup orang percaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-5881075557556149846?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/5881075557556149846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/05/jadilah-tenang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5881075557556149846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5881075557556149846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/05/jadilah-tenang.html' title='Jadilah Tenang'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-4508955848338689846</id><published>2010-05-10T11:43:00.003+07:00</published><updated>2010-05-10T11:43:17.330+07:00</updated><title type='text'>Berdoa dan mengucap syukurlah</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CLETARE%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CLETARE%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CLETARE%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan menjawab doa mu.&lt;br /&gt;Karena Ia menyertai mu. Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan memberi mu damai sejahtera-Nya.&lt;br /&gt;Karena Ia menghibur dan mengajari mu melangkah hari demi hari yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun beban mu berat.&lt;br /&gt;Karena Ia mengajari merasakan dan meringankan beban sesama mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun engkau merasa Ia tidak dekat lagi.&lt;br /&gt;Karena Ia melihat kesetiaan, keteguhan dan Ia tidak pernah meninggalkan mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun segala sesuatu berada diluar rencana mu.&lt;br /&gt;Karena Ia sedang mengajari mu berjalan dalam rencana-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun engkau difitnah dan dihina.&lt;br /&gt;Karena Ia sedang mengajari merendahkan diri dan memaafkan sesama mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan menegur mu.&lt;br /&gt;Karena Ia mengajar dan menegur orang yang dikasihi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Karena Ia menyertai dan mengajari seumur hidup mu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-4508955848338689846?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/4508955848338689846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/05/berdoa-dan-mengucap-syukurlah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4508955848338689846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4508955848338689846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/05/berdoa-dan-mengucap-syukurlah.html' title='Berdoa dan mengucap syukurlah'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-1973224291180969467</id><published>2010-05-07T10:28:00.001+07:00</published><updated>2010-05-07T10:28:32.411+07:00</updated><title type='text'>Risensi Buku</title><content type='html'>"Skandal Korupsi" di Lingkungan Gereja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : Gereja Dan Penegakan HAM &lt;br /&gt;Penulis : George Junius Aditjondro, dkk&lt;br /&gt;Penerbit : Kanisius,Yogyakarta &lt;br /&gt;Cetakan : Pertama, 2009&lt;br /&gt;Tebal : 251 halaman&lt;br /&gt;Harga : 29.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peresensi : Ahmad Hasan MS*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi merupakan salah satu bentuk kejahatan kemanusiaan yang bertentangan dengan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM). Virus maha dahsyat ini bisa menjangkit siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Oleh karenanya, Ia tidak mengenal latar belakang Suku, Agama, Ras Dan Aliran(SARA). Berbagai data dan fakta di lapangan membuktikan betapa korupsi meruntuhkan nilai-nilai hak asasi manusia(Human Right) secara universal. Tidak salah bila Kwik Kian Gie(2005) mengatakan korupsi adalah akar semua masalah. Itulah sebabnya, butuh sebuah cara pandang (platform) yang sama dari siapa saja dengan menempatkan korupsi sebagai masalah bersama (common enemi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku “ Gereja dan Penegakan HAM” berusaha membahas secara komprehensif ihwal berbagai fakta pelanggaran yang terjadi di lingkungan gereja. Buku ini ditulis oleh beberapa penulis yang concern terhadap pentingnya penegakan HAM. Bagi George Junus Aditjondro(2008)-salah seorang aktifis yang kritis terhadap persoalan korupsi dan HAM- gereja sebagai komunitas orang-orang suci tidak sepenuhnya luput dari praktek korupsi. Pihak pengelola gereja justru kerap melakukan praktek korupsi dengan menyalahgunaan wewenang dan jabatan tertentu seperti manipulasi bantuan Jema’ah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus manipulasi bantuan Jema’ah-Jema’ah Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) untuk para korban tsunami di Aceh dan Nias pada akhir 2005 adalah salah satu contohnya. Menurut Investigasi BPKP GKST pada 12 Desember 2005, hasil sumbangan 61 jema’ah GKST yang diperuntukkan untuk para korban Tsunami dan Nias telah terkumpul sebanyak Rp 27.538.450. Namun, pengelola gereja di bawah Majlis Sinode (MS) GKST di Tentena sebagai pihak yang diserahi jema’ah malahan tidak menggunakan amanah itu sebagaimana mestinya. Sejumlah 24,5 dari dana bantuan Jema’ah “dipinjam” oleh MS GKST, sedangkan sisanya berada di tangan Bagian Keuangan Badan Pekerja Sinode (BPS)GKST (BPKP GKST 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Junus, kasus yang sama juga dilakukan MS GKST terhadap bantuan untuk korban bom di Pasar Tentena,yang berjumlah sebesar Rp 338 juta lebih. Dari jumlah bantuan itu, hanya Rp 162 juta lebih yang dimanfaatkan untuk kepentingan para korban, tapi Rp 25 juta lagi-lagi “dipinjam” oleh MS GKST. Bagi Junus, kebijakan seperti ini jelas tidak etis karena “merampas” hak para korban bom di Pasar Tentana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus manipulasi bantuan Jema’at yang cukup besar juga terjadi pada Yayasan Peduli Kasih Hurian Kristen Batak Protestan (YPK HKBP) pada tahun 2007 yang lalu. Berdasarkan analisis Junus, YPK HKBP telah menyalahgunakan dana bantuan Tsunami untuk ratusan anggota Jema’at HKBP di Meulaboh, Aceh Barat sebesar satu milyar lebih atau tepatnya Rp 1.058.228.513. Dana itu berasal dari bantuan dermawan-dermawan di luar negeri serta kolekte (persembahan) Jema’at-Jema’at HKBP se-indonesia yang total seluruhnya sebesar Rp 10.792.529.725 yang dihimpun oleh Yayasan Peduli Kasih HKBP sendiri. Fakta ini terkuak dalam laporan hasil audit dana bantuan kemanusiaan untuk bencana alam Tsunami No. 12/BA/VIII/HKBP/2007 yang ditandatangani oleh Ketua Badan Audit HKBP, Djawakin Sihotang, dan ditunjukkan kepada Majlis Pekerja Sinode (MPS) HKBP tertanggal 24 Agustus 2007( Batak Pos, 16,17,19 November 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini bagi Junus merupakan ironi organisasi gereja yang lupa dengan pesan Yesus untuk mengasihi sesama manusia. Para pengelola gereja terjebak dengan nafsu keserakahan pada uang dan kekuasaan. Pada hal, uang dan kekuasaan seharusnya digunakan untuk membantu sesama manusia tanpa memandang Suku, Agama, Ras dan Aliran. Tidak salah bila Lord Acton mengatakan , power corrupts, and absolute power corrupts absolutely. Bahwasanya semakin mutlak kekuasaan semakin besar pula kesempatan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, bagi Yunus sudah saatnya seluruh pengelolaan dana dan inventaris gereja dikelola secara transparan agar gereja terhindar dari penyakit korupsi yang sudah sedemikian mewabah di “Republik Mimpi” ini. Pendeta sebagai pimpinan gereja dan publik figur juga perlu melakukan transparansi kekayaan dalam rangka memberi contoh positif kepada Jema’ah agar senantiasa bertanggung jawab terhadap dan memiliki jiwa amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JB Banawiratma, menambahkan bahwasanya gereja sudah seharusnya melakukan reffleksi kritis terhadap penegakan HAM. Masalah korupsi merupakan salah satu kejahatan hak asasi manusia yang harus diberantas siapapun. Korupsi mencederai manusia sebagai citra tuhan(Imago Dei). Citra tuhan senantiasa menebarkan cinta kasih sayang terhadap seluruh alam semesta( Seruan Rasul Paulus dalam Galatia 5:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini memberikan deskripsi dan analisis tentang fakta pelanggaran HAM, khususnya yang terjadi di gereja. Kelebihan buku ini terletak dari kemampuan meracik data dan fakta dari para penulis dalam melakukan analisis yang sedemikian tajam dan aktual. Meski demikian bukan berarti tanpa kelemahan. Buku ini terkesan njlimet dan sulit dipahami masyarakat awan karena banyak menggunakan bahasa ilmiah dan Yunani. Akan tetapi, kejlimetan buku ini tidak mengurangi kwalitas isi pembahasanya yang yang sarat dengan data dan fakta. Sebuah buku yang menghadirkan spirit ketuhanan berbasis kemanusiaan secara universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Peresensi Adalah Pustakawan dan Peneliti pada Central For Studies Of Religion and Culture (CSRC)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-1973224291180969467?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/1973224291180969467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/05/risensi-buku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1973224291180969467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1973224291180969467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/05/risensi-buku.html' title='Risensi Buku'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-755520718837302171</id><published>2010-05-03T09:39:00.001+07:00</published><updated>2010-05-03T09:39:11.045+07:00</updated><title type='text'>APAKAH GUBUKMU TERBAKAR?</title><content type='html'>&lt;b&gt;Allah turut bekerja dalam segala          sesuatu , doa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left" class="verdana8"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;         &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar          di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya          Tuhan menyelematkannya, dan setiap hari dia mengamati langit          mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu          apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa          barang yang masih dia punyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke          gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke          langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia          menangis. Pagi- pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal          yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada          penyelamatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami melihat tanda asapmu", jawab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita          tidak boleh goyah, karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita, juga ketika          kita dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar,          mungkin itu "tanda asap" bagi kuasa Tuhan. Ketika ada kejadian negatif          terjadi, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti          mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berkata, "Itu tidak mungkin."&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak ada hal yang tidak mungkin." (Lukas 18:27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berkata, "aku terlalu capai."&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Aku akan memberikan kelegaan padamu." (Matius 11:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berkata, "Tidak ada seorangpun yang mencintai aku."&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Aku mencintaimu." (Yohanes 3:16-Yohanes 13:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku tidak bisa meneruskan."&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Kasih karuniaKu cukup." (2 Korintus 12:9 - Mazmur 91:15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku tidak mengerti."&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Aku akan menuntun langkah-langkahmu." (Amsal 3:5-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku tidak bisa melakukannya."&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Kamu bisa melakukan semuanya." (Filipi 4:13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berkata, "Ini tidak berharga."&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Itu akan berharga." (Roma 8:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri."&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Aku memaafkanmu." (1 Yohanes 1:9-Roma 8:1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku tidak bisa mengatasi."&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Aku akan menyediakan kebutuhanmu." (Filipi 4:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku takut."&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan." (II Timotius          1:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku selalu kuatir dan frustasi."&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Serahkan segala kekuatiranmu kepadaku." (I Petrus 5:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku tidak mempunyai iman yang kuat."&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya." (Roma          12:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku tidak pandai."&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Aku memberikan padamu hikmat." (I Korintus 1:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berkata, "Aku merasa aku sendirian."&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau membiarkanmu."          (Ibrani 13:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartakanlah ini pada siapa yang membutuhkan, Saya percaya ada saat-saat          di mana kita merasa "gubuk" kita terbakar. &lt;i&gt;(Anonim)&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-755520718837302171?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/755520718837302171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/05/apakah-gubukmu-terbakar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/755520718837302171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/755520718837302171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/05/apakah-gubukmu-terbakar.html' title='APAKAH GUBUKMU TERBAKAR?'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-8910958536332904370</id><published>2010-04-27T10:18:00.001+07:00</published><updated>2010-04-27T10:32:32.276+07:00</updated><title type='text'>Penerimaan Mahasiswa Baru STT HKBP Pematangsiantar 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;HKBP THEOLOGICAL SEMINARY&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;THEOLOGISCHE HOCHSCHULE DER HKBP&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;STT HKBP)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;____________________________________________________________________&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PENGUMUMAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;No. : 252/A.16/AK-STT/2010&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sekolah Tinggi Theologia HKBP menerima mahasiswa baru tahun akademi 2010/2011, untuk&lt;/div&gt;I. Program Studi :&lt;br /&gt;1. Sarjana Teologi (S.Th/S1).&lt;br /&gt;2. Master of Divinity (M.Div).&lt;br /&gt;3. Magister Teologi (M.Th/S2).&lt;br /&gt;4. Doktor Teologi (Dr/S3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Pendaftaran :&lt;br /&gt;1. S1 Teologi dan M.Div, tgl. 3 Mei-28 Juni 2010.&lt;br /&gt;2. S2 dan S3 Teologi, tgl. 1 September-2 Oktober 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Ujian Masuk : &lt;br /&gt;1. S1 Teologi dan M.Div, tgl. 29 Juni-3 Juli 2010.&lt;br /&gt;2. S2 dan S3 Teologi, tgl. 4-7 Oktober 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Bidang Yang Diuji :&lt;br /&gt;1. S1 Teologi dan M.Div : &lt;br /&gt;1. Pengetahuan Umum&lt;br /&gt;2. PIA (PL dan PB)&lt;br /&gt;3. Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;4. Bahasa Inggris&lt;br /&gt;5. Psikotest&lt;br /&gt;6. Wawancara&lt;br /&gt;7. S2 dan S3 Teologi : Diatur tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Persyaratan :&lt;br /&gt;1. S1 Teologi : &lt;br /&gt;1. Ijazah SMU/sederajat (asli dan 4 lembar fotocopy dilegalisir)&lt;br /&gt;2. Akte lahir catatan sipil (asli dan 4 lembar fotocopy dilegalisir)&lt;br /&gt;3. Surat keanggotaan Gereja (berisi keterangan lahir, baptis dan sidi : 4 lbr).&lt;br /&gt;4. Surat rekomendasi Pendeta Ressort dan Pucuk Pimpinan Gereja calon yang dikirim langsung oleh pemberi&amp;nbsp; rekomendasi kepada Ketua STT HKBP (copy 4 lbr).&lt;br /&gt;5. Surat keterangan sehat dari RS. HKBP di Balige.&lt;br /&gt;6. Pasfoto terbaru hitam putih 2×3, 3×4, 4×6 (@: 6 lbr).&lt;br /&gt;7. Surat catatan kepolisian (setelah lulus)&lt;br /&gt;8. Daftar riwayat hidup (setelah lulus).&lt;br /&gt;9. Pernyataan sanggup membiayai pendidikan (setelah lulus).&lt;br /&gt;10. M.Div, S2 dan S3 Teologi : Diatur tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk informasi Biaya dan Keterangan lebih lanjut, hubungi :&lt;br /&gt;1. STT HKBP, Jl. Sangnawaluh No. 6 P.Siantar. tlp. 0622. 7550593, fax. 0622.7551406.&lt;br /&gt;2. Pendeta Ressort/Praeses tiap-tiap distrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian diumumkan untuk dimaklumi.&lt;br /&gt;Pematangsiantar, 5 Maret 2010&lt;br /&gt;Menyetujui&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekolah Tinggi Theologia HKBP&lt;br /&gt;Ephorus HKBP &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Ketua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pdt. Dr. Bonar Napitupulu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-8910958536332904370?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/8910958536332904370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/04/penerimaan-mahasiswa-baru-stt-hkbp.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8910958536332904370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8910958536332904370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/04/penerimaan-mahasiswa-baru-stt-hkbp.html' title='Penerimaan Mahasiswa Baru STT HKBP Pematangsiantar 2010'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-56795837877233243</id><published>2010-04-23T10:04:00.001+07:00</published><updated>2010-04-23T10:04:12.289+07:00</updated><title type='text'>Kasih Tuhan Seperti Kran Air</title><content type='html'>Banyak orang berpikir bahwa Tuhan itu tidak adil dalam kehidupannya. Apakah benar demikian? Jawabnya tidak! Kasih Tuhan sangat dekan dan selalu ada buat semua ciptaanNya. Kasih Tuhan dapat diibaratkan seperti Kran air. Seperti kran air yang ditutup, airnya tidak hilang atau habis. Namun tetap ada menunggu sampai krannya dibuka kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dengan kasih Tuhan. Disaat kita menutup diri dan hati kita buat Tuhan karena banyaknya pergumulan dan beratnya beban hidup yang kita hadapi, Tuhan tidak jauh dari kita. Dia begitu dekat dan menginginkan kita membuka pintu hati kita sehingga kasihnya yang lembut mengalir dalam kehidupan kita. Membantu, mengangankat kita dan membawa kita kepada hidup yang damai dan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah... sekarang tinggal tergantung kita, apa kita akan membuka krannya atau tidak. Namun yang pasti, kasih Tuhan tetap ada buat kita kini, disini dan untuk selamanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-56795837877233243?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/56795837877233243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/04/kasih-tuhan-seperti-kran-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/56795837877233243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/56795837877233243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/04/kasih-tuhan-seperti-kran-air.html' title='Kasih Tuhan Seperti Kran Air'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-2404031050018155087</id><published>2010-04-16T10:25:00.000+07:00</published><updated>2010-04-16T10:25:39.228+07:00</updated><title type='text'>Gila Jabatan, Gila Kuasa</title><content type='html'>Ada pepatah mengatakan: "Barangsiapa seseorang meninggikan dirinya sendiri, maka dia akan direndahkan orang2 sekitarnya dan barangsiapa seseorang merendahkan hatinya maka dia akan ditinggikan oleh orang lain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tokoh yang satu ini mempunyai jabatan yang terhormat di sebuah Biro, tapi sayangnya beliau ini memiliki martabat yang kurang terhormat. Ibarat Kacang sudah lupa kulitnya. Dulu dia ditolong oleh teman-temannya untuk menduduki jabatan tersebut dengan alasan "kasihan" karena selama ini non job. Bukan karena kemampuan (skill) yang ada atau visi dan misi yang jelas, namun karena "Kasihan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, tokoh yang satu ini sering mengaku sok pintar, sok berjasa seolah jalan sendiri dengan inisiatifnya pribadi sepertinya tidak menganggap atasannya langsung ,padahal berdasarkan Aturan sudah jelas ditentukan uraian kerja, hak dan kewajibannya dari jabatan yang disandangnya. Ironisnya, tokoh yang satu ini mau menjelek-jelekkan dengan politik busuknya kepada Pimpinan agar orang lain tidak memiliki posisi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiriman PGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita rela akan dipimpin oleh tokoh yang berjiwa kerdil seperti ini???? Sangat disayangkan.... Bisa Mundur Lebih Cepat... Lebih Baik! Paling tidak sadar dan bertobat dulu sebelum mundur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-2404031050018155087?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/2404031050018155087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/04/gila-jabatan-gila-kuasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2404031050018155087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2404031050018155087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/04/gila-jabatan-gila-kuasa.html' title='Gila Jabatan, Gila Kuasa'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-5255092655564663386</id><published>2010-04-14T11:32:00.000+07:00</published><updated>2010-04-14T11:32:53.052+07:00</updated><title type='text'>Anugerah: Kasih Allah yang Membebaskan!</title><content type='html'>Sesungguhnya kasih Allah dinyatakan dengan begitu luar biasa di dalam anugerah-Nya bagi orang-orang berdosa yang sama sekali tidak layak menerimanya. Dan itulah arti anugerah: kasih Allah mengalir dengan bebas kepada orang-orang yang tidak layak dikasihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anugerah adalah tema Perjanjian Baru dan kunci untuk memahami isi pesannya, karena semua penulis Perjanjian Baru berbicara tentang keselamatan dan  selalu menghubungkannya dengan anugerah Allah. Keselamatan kita dari dosa dan murka Allah adalah inisiatif Allah yang murah hati sejak permulaan jaman (2 Tim 1:9) dan dibawa dijalankan-Nya di dalam sejarah menurut rencana dan panggilan-Nya berdasarkan kemurahan-Nya (Roma 8:30). Kita diselamatkan oleh anugerah Allah, bukan oleh usaha kita (Efesus 2:8-9), dan anugerah Allah mengajarkan kita untuk mengerjakan keselamatan kita di hadapan Allah dengan cara yang terhormat (Titus 2:11-12). Pujian terhadap anugerah Allah yang berkelimpahan itu adalah tujuan akhir dari keselamatan (Efesus 1:6). Pendeknya, dari permulaan sampai akhir, yang ada hanya anugerah-Nya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan supaya kita dapat mengerti akan begitu luasnya anugerah Allah, Ia memberikan banyak contoh di dalam Alkitab, misalnya dalam kehidupan rasul Paulus. Bukankah hal yang luar biasa bahwa Allah memilih orang Farisi yang paling fanatik ini dan menjadikannya salah satu lambang terbesar akan anugerah? Paulus berkata bahwa Allah telah memilihnya supaya orang-orang dapat belajar melalui dia—seorang pembunuh dan penganiaya jemaat—akan arti yang sesungguhnya dan jangkauan yang sepenuhnya akan anugerah Allah: 1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. 16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal. (1 Timotius 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu kita bermusuhan dengan Allah—sebagai seteru seperti dikatakan Paulus di Roma 5:10—Ia memberikan jalan bagi kita untuk memperoleh anugerah-Nya. Betapa suatu kasih yang luar biasa! Ketika Perang Dunia II, seorang tentara mati dan dua orang temannya dengan hati yang pedih berusaha untuk menguburkannya dengan pantas. Mereka menemukan sebuah pemakaman di desa tetangga. Itu adalah pemakaman Katholik, sedangkan tentara yang mati itu adalah orang Protestan. Ketika dua orang itu bertemu dengan imam yang mengurusi areal pemakaman itu, mereka meminta ijin untuk menguburkan teman mereka, tetapi imam itu menolak karena orang mati itu bukan seorang Katholik. Ketika imam itu melihat kekecewaan mereka, ia memberitahu bahwa mereka dapat menguburkan temannya itu cepat-cepat di luar pagar. Dan hal ini mereka lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, mereka kembali untuk mengunjungi kuburan itu, tetapi mereka tidak menemukannya. Akhirnya mereka berjumpa lagi dengan imam itu, dan mereka bertanya apa yang terjadi dengan kuburan teman mereka. Sang imam menjelaskan bahwa sepanjang malam ia tidak dapat tidur. Jadi ia bangun dan memindahkan pagar itu supaya kuburan sang tentara berada di dalam areal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah juga dengan Allah. Ia tidak akan bisa tidur sampai Ia membuat jalan untuk orang-orang yang sebenarnya tidak layak untuk dikasihi untuk menerima juga kasih anugerah-Nya. Bahkan Ia tidak hanya memindahkan pagar, melainkan Ia menghancurkan penghalang ke dalam hadirat-Nya yang kudus. Dan Ia melakukannya melalui anugerah Tuhan kita Yesus Kristus dan salib-Nya. Melalui Kristus yang disalib itulah, dan hanya melalui Dia saja, kita dengan leluasa mendekat kepada Bapa (Yohanes 14:6). Pertanyaan yang masih timbul adalah, “Sudahkah Anda melakukannya?” Sudahkah Anda berbalik dari dosa Anda dan menerima Kristus dengan sepenuh hati Anda? Tidak ada waktu yang terbaik selain sekarang! Ia berjanji untuk mencurahkan anugerah-Nya yang sungguh besar itu bagi semua orang yang mau datang kepada-Nya dalam pertobatan dan iman, untuk melimpahkan kasih-Nya kepada orang-orang yang mencari-Nya sebagai Penolong dan Juruselamat mereka. Allah begitu berbelas kasih dalam mencurahkan anugerah-Nya bagi Anda, yakni agar Anda mengalami kasih-Nya yang berlimpah itu secara langsung. Anda sudah mendengar banyak tentang itu, sekarang terimalah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. (Yesaya 55:1-2)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-5255092655564663386?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/5255092655564663386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/04/anugerah-kasih-allah-yang-membebaskan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5255092655564663386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5255092655564663386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/04/anugerah-kasih-allah-yang-membebaskan.html' title='Anugerah: Kasih Allah yang Membebaskan!'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-8495856295781136351</id><published>2010-04-08T10:54:00.000+07:00</published><updated>2010-04-08T10:54:07.670+07:00</updated><title type='text'>BERCERITA DI SEKOLAH MINGGU &amp; KIAT BERKOMUNIKASI DENGAN REMAJA</title><content type='html'>BERCERITA DI SEKOLAH MINGGU (Sabtu, 1 Mei 2010)&lt;br /&gt;Pemandu: Juvensius Yudi Ramdoyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi:&lt;br /&gt;Fungsi dan manfaat cerita dalam kehidupan anak&lt;br /&gt;Memilih cerita yang baik sesuai tahapan usia anak&lt;br /&gt;Prinsip dan cara berbicara yang baik&lt;br /&gt;Mengembangkan kreativitas dalam berbicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;Curah pendapat, Latihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta: Guru Sekolah Minggu (maksimal 35 Orang)&lt;br /&gt;Kontribusi: Rp. 175.000.- (makan siang, snack, materi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** KOMUNIKASI DENGAN REMAJA DALAM KELUARGA (Sabtu, 8 Mei 2010)&lt;br /&gt;Pemandu: Louna Ticoalu, M.Sc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi:&lt;br /&gt;Fungsi komunikasi dalam keluarga&lt;br /&gt;Memahami psikologi perkembangan remaja&lt;br /&gt;Kiat berkomunikasi dengan remaja&lt;br /&gt;Menghadapi remaja bermasalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;Curah pendapat, Diskusi Kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta&lt;br /&gt;Guru Sekolah, Guru Sekolah Minggu, Orangtua&lt;br /&gt;(maksimal 35 Orang).&lt;br /&gt;Kontribusi: Rp. 150.000.- (makan siang, snack, materi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUKUL 09.00 – 15.00 WIB di PENDOPO YAKOMA-PGI&lt;br /&gt;Jl. Cempaka Putih Timur XI / 26, Jakarta 10510&lt;br /&gt;Telp. 4205623 Fax. 4253379&lt;br /&gt;email: yakoma@cbn.net.id&lt;br /&gt;website: http://www.facebook.com/l/64c22;www.yakomapgi.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran: Melati, Debbie, Nuryana&lt;br /&gt;Transfer: YAKOMA-PGI, Bank MANDIRI Jakarta, Pulomas,&lt;br /&gt;Rek No. 125-00-0672217-7 atau diantar langsung ke alamat YAKOMA-PGI pada Senin – Jumat pukul 09.00 – 15.00 WIB.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-8495856295781136351?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/8495856295781136351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/04/bercerita-di-sekolah-minggu-kiat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8495856295781136351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8495856295781136351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/04/bercerita-di-sekolah-minggu-kiat.html' title='BERCERITA DI SEKOLAH MINGGU &amp; KIAT BERKOMUNIKASI DENGAN REMAJA'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-6898896518654750765</id><published>2010-03-29T14:28:00.001+07:00</published><updated>2010-03-29T14:28:29.050+07:00</updated><title type='text'>Pemuda dan Gereja</title><content type='html'>Hidup sebagai pemuda memang banyak tantangannya. Pemuda harus bergumul menentukan karier dan pasangan hidupnya. Ini merupakan bagian yang cukup sulit yang harus dihadapi oleh pemuda. Apa yang terjadi di masa pemuda sebetulnya sudah mulai terjadi di masa remaja, dan di masa remajalah gereja meletakkan fundasinya. Pada masa remaja itulah seseorang berkesempatan untuk membangun jati dirinya. Kalau dia berhasil menemukan dan membangun jati dirinya, dia menjadi seseorang yang mantap. Dia tahu kekurangannya,kelebihannya, kebisaannya, keterbatasannya, dan dia bisa merangkul semuanya itu dengan luwes. Kalau dia bisa menemukan ini semua, dia akan memasuki usia dewasa dan membangun keintiman. Sebaliknya, kalau dia tidak menemukan jati dirinya dan dia bingung terus dengan siapa dirinya waktu memasuki usia dewasa, bukannya keintiman yang dia bangun tetapi dia malah menarik diri, mengisolasi diri dari orang-orang yang sebetulnya mau dekat dengan dia karena tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Watak para pemuda cenderung “progresif, idealis, visioner, romatis, radikalis, produktif.” Itu semua merupakan potensi dan keunggulan kulturalnya yang sudah seharusnya difasilitasi dan diakomodir secara visible untuk menopang kebutuhan pembangunan gereja ke depan. Keunggulan kaum pemuda ini semestinya mendapat perhatian gereja, sehingga akan menjadi potensi produktif, namun sebaliknya jika tidak terartikulasi secara baik, bisa menjadi potensi destruktif bagi gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi Gereja terhadap Pelayanan Pemuda perlu mendapat perhatian yang serius. Sedikitnya tiga hal di bawah ini merupakan perhatian khusus bagi kita sekarang dalam pelayanan, yaitu:&lt;br /&gt;a. Membentuk pemuda dewasa yang memiliki persekutuan yang indah dengan Tuhan dan sesama. &lt;br /&gt;b. Memperlengkapi pemuda dewasa menjadi pemuda Kristen yang mandiri dalam menghadapi tantangan jaman. &lt;br /&gt;c. Mendukung pelayanan gereja dengan melibatkan pemuda sebagai kesatuan tubuh Kristus. &lt;br /&gt;Gereja sungguh-sungguh mempunyai peranan besar dalam menumbuhkembangkan mental dan spiritual para pemuda. Pada usia yang tergolong muda, sepertinya para pemuda tidak mau hidup dalam berbagai keterikatan-keterikat yang dianggap memenjarakannya. Hidup ingin bebas merupakan fase yang kuat dalam pertumbuhan hidup para pemuda. Pengendalian terhadap kebebasan yang tidak terpimpin itulah yang perlu diarahkan oleh gereja. Pelayanan gereja terhadap pemuda harus diisi dengan melatih mereka bagaimana memimpin dan mengendalikan diri. Menyarankan bahwa masa muda adalah masa yang sangat menentukan dalam perjalanannya ke depan. Masa muda adalah masa yang indah yang tidak mungkin datang untuk terulang. &lt;br /&gt;Program-program pelayan yang terpadu harus dipikirkan oleh gereja sehingga para pemuda gereja tertanam dalam hati dan pikirannya at home hidup dalam nilai-nilai kristiani. Gereja perlu mengorganisir kepemudaan dalam rangkaian menanamkan nilai-nilai luhur kegerejaan dan arti hidupnya di masa depannya. Persekutuan pemuda dalam gereja tidak lagi sebatas mereka berkumpul belajar nyanyian koor dan dengar-dengaran dengan Firman Allah melalui PA, akan tetapi kita sudah harus sampai kepada pelayanan bagaimana mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan yang terjadi dan bakalan terjadi kelak. Gereja harus memungkinkan pelayanan pelatihan-pelatihan keahlian kepada pemuda yang sudah putus sekolah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-6898896518654750765?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/6898896518654750765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/pemuda-dan-gereja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6898896518654750765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6898896518654750765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/pemuda-dan-gereja.html' title='Pemuda dan Gereja'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-6574378072438953148</id><published>2010-03-26T10:59:00.000+07:00</published><updated>2010-03-26T10:59:36.708+07:00</updated><title type='text'>Kasih itu Sabar</title><content type='html'>Banyak terjemahan modern menyertakan ayat ini, "Kasih itu sabar ...." Secara teknis, hal itu benar. Sayangnya, banyak orang modern tidak memiliki pandangan yang sama tentang kesabaran seperti orang-orang zaman dulu. Kita mengartikan sabar itu seperti mengantri selama lima menit tanpa meneriaki orang lain. Namun, tidak demikian dengan makna kata sabar dalam bahasa Yunani. Sabar bukan berarti kemampuan untuk menunggu sesuatu terjadi. Kata sabar dalam bahasa Yunani adalah "makrothumia" yang secara harafiah berarti `panjang/lama` (makro), dan `menderita` (thumia). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kesabaran berarti memikul penderitaan dalam jangka waktu yang lama dan bertahan menghadapi kelakuan orang lain yang mungkin bertentangan dengan kita.&lt;br /&gt;Jika kita ingin mengasihi dengan kasih Tuhan, kita harus memulainya dengan kesabaran. Ada dua bagian dalam kesabaran tersebut. Bersabar terhadap penderitaan yang disebabkan oleh orang lain dan bersabar dalam menanggung penderitaan bersama orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang, termasuk orang Kristen, sepertinya bangga jika mereka mudah marah. Terdapat beberapa kalimat dalam masyarakat seperti, "Aku tidak mau dikritik", "Hei, seseorang mengkritikku, tapi itu semua hanyalah masa lalu", "Aku tidak marah, aku akan membalasnya". Bahkan banyak orang Kristen tertawa dan berkata, "Aku rasa aku berhasil melukainya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu bukanlah sifat Guru kita yang dikenal sebagai Penebus dosa. Dia sabar saat dikritik, dihina, dipukul, dicambuk, disalib, bahkan di masa-masa terakhirnya pun masih berkata, "Bapa ampuni mereka." Itu adalah penderitaan yang panjang. "Tentu saja," kata Anda, "Karena Dia Yesus, Anak Allah." Jika kita adalah orang Kristen, kita seharusnya menjadi anak-anak Allah. Tapi mari kita lewatkan hal itu dulu. Mari kita lihat Stefanus yang meminta Allah mengampuni orang-orang yang melemparinya dengan batu. Lihat juga Paulus, dia dipukuli, dilempari batu, dicambuk seperti Yesus, dan dijebloskan ke penjara. Di penjara, dia menulis kata-kata yang sedang kita pelajari ini. Apakah Tuhan mengindahkan seseorang? Jika Dia mampu memberi Stefanus dan Paulus kasih yang cukup untuk memikul hinaan, siksa, dan kematian, tidak bisakah Dia membantu kita mengasihi rekan kerja yang mencoba menjelek-jelekkan kita di depan atasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada makna lain di balik penderitaan panjang yang baru saja saya pelajari dari Tuhan. Kita tidak hanya bersabar terhadap derita yang diakibatkan oleh orang lain, tapi kasih juga memanggil kita untuk menderita bersama orang lain. Pikirkan keluarga Anda. Saat anak atau pasangan, saudara, ayah atau ibu Anda sedang sakit atau dalam kesulitan, apakah Anda tidak merasakan penderitaan yang mereka alami itu seolah-olah adalah penderitaan Anda sendiri? Jadi, kita harus ikut merasakan penderitaan keluarga gereja dan orang-orang yang dekat dengan kita. Seberapa sering kita mendengar rekan kerja atau teman gereja berkata seperti, "Saya ada janji bertemu dokter besok dan saya sangat khawatir." Apakah kita menanggapinya dengan berkata, "Sayang sekali. Aku akan mendoakanmu"? Apa kita benar-benar berdoa? Saat kita berdoa, apakah kita merasakan sesuatu? Apakah kita menawarkan bantuan seperti mengantar ke dokter, berbelanja, atau membawakan makanan? Kita memiliki banyak alasan untuk tidak melakukan semua itu. "Aku benar-benar tidak mempunyai waktu. Aku harus bekerja, mengurus keluarga ...." Tapi apakah kita punya waktu untuk menonton acara favorit kita di TV? Apakah kita mempunyai cukup waktu untuk komunitas, olahraga, atau hobi kita? Semuanya itu baik, tapi jika kita mempunyai waktu untuk semua itu, mengapa kita tidak mempunyai waktu bagi orang yang membutuhkan? Mengapa? Itu karena kita tidak merasakan penderitaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih itu adalah perbuatan. Perbuatan itu bisa dalam bentuk penderitaan panjang, memaafkan, dan memberikan bantuan. Jika semua itu belum dilakukan, kita harus terus berjuang mendapatkan kesabaran sejati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-6574378072438953148?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/6574378072438953148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/kasih-itu-sabar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6574378072438953148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6574378072438953148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/kasih-itu-sabar.html' title='Kasih itu Sabar'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-617994589023499428</id><published>2010-03-25T15:02:00.000+07:00</published><updated>2010-03-25T15:02:33.909+07:00</updated><title type='text'>TEHNIK MENULIS ARTIKEL</title><content type='html'>Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih topik&lt;br /&gt;Memilih topik sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Hanya saja, bagi penulis pemula memilih topik sama beratnya dengan membuat judul atau isi tulisan.  Misalnya, judul berita yang Anda ambil adalah perilaku seks bebas remaja. Setelah baca berita itu, dari mulai fakta dan arahnya ke mana, Anda bisa bikin ulang dengan pengembangan yang Anda suka, dengan cara Anda sendiri. Anggap saja misalnya Anda sebagai wartawan yang menyelidiki kasus itu. Anda bisa ubah dengan versi baru tentang penyelidikan kasus seks bebas di kalangan remaja. Sebagai latihan aja kan? Mungkin kok. Coba deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih topik:&lt;br /&gt;1) Cari yang sedang menjadi tren.&lt;br /&gt;2) Atau bisa juga kita menciptakan tren.&lt;br /&gt;3) Pilih yang dekat dengan kebanyakan sasaran pembaca kita.&lt;br /&gt;4) Hindari topik yang tidak kita kuasai atau menimbulkan polemik yang tak perlu.&lt;br /&gt;5) Biasakan berlatih mengikuti peristiwa yang berkembang untuk bahan tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat kerangka tulisan (Out line)&lt;br /&gt;1) Alasannya, kerangka tulisan berguna untuk membatasi apa yang harus kita tulis.            2) Supaya tulisan tak melebar kemana-mana.  3) Dengan membuat kerangka tulisan, kita akan mudah untuk menentukan maksud dan arah tulisan. Bahkan kita juga bisa berhemat dengan kata-kata, termasuk pandai memilih kosa kata yang pas untuk alur tulisan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa panduan untuk membuat kerangka tulisan:&lt;br /&gt;1) Paparkan fakta-fakta seputar tema yang akan kita bahas.&lt;br /&gt;2) Lakukan penilaian atas fakta-fakta itu. Sudut pandang rasional dan syariat.&lt;br /&gt;3) Kumpulkan bahan-bahan pendukung argumentasi kita.&lt;br /&gt;4) Kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menabung kosa kata &lt;br /&gt;1) Adalah sangat baik bila penulis menabung kosa kata sedikitnya 5 kata/hari. 2) Kosa kata sangat berguna sebagai dempul tulisan. 3) Tujuannya adalah untuk memoles tulisan supaya rata dan licin. Ibarat kita mau membangun rumah, batu-bata sudah siap, semen dan pasir udah banyak, batu untuk pondasi udah menumpuk. Begitupun dengan kayu, bambu, cat, keramik dan genteng, sampe yang pernik-pernik seperti paku dan instalasi listrik semua udah lengkap. Perlu keahlian khusus tentunya untuk merangkai semua itu jadi sebuah rumah. Menata batu untuk pondasi, memasang batu-bata dan merekatkannya dengan campuran semen, kapur, dan pasir. Memasang kayu-kayu untuk jendela dan pintu. Tembok yang sudah jadi, perlu dilapisi dempul sebelum akhirnya dicat dengan warna kesukaan kita. Menyusun genteng untuk menutupi atap rumah kita. Sampe rumah itu jadi dan enakdipandang mata. Mengasyikan tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul&lt;br /&gt;1) Buatlah judul yang menarik 2) Membuat judul merupakan pekerjaan “keterampilan khusus” harus pintar mengolah kata.3) Membaca majalah yang oke/menarik mengolah judul seperti: TEMPO, GATRA, GAMMA. 4) Buatlah judul yang pendek (2 sampai 4 kata)&lt;br /&gt;1) Pastikan membuat subjudul karena sangat penting 2) Subjudul menolong penulis untuk menggolongkan dan membatasi pembahasan dalam sebuah tulisan jenis artikel dan berita. 3) Tujuannya membantu pembaca memahami sehingga pembaca terus tertarik membaca tulisan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-617994589023499428?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/617994589023499428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/tehnik-menulis-artikel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/617994589023499428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/617994589023499428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/tehnik-menulis-artikel.html' title='TEHNIK MENULIS ARTIKEL'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-4961006291441255364</id><published>2010-03-24T10:05:00.000+07:00</published><updated>2010-03-24T10:05:11.278+07:00</updated><title type='text'>Perbedaan Persepsi: Bolehkah?</title><content type='html'>Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya : Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu. Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.&lt;br /&gt;Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.&lt;br /&gt;Jawab anak yang bungsu :“Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.&lt;br /&gt;Jawab anak sulung :“Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup.”&lt;br /&gt;“Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MoralCerita:&lt;br /&gt;Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita… pilihan ada di tangan anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa’&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-4961006291441255364?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/4961006291441255364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/perbedaan-persepsi-bolehkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4961006291441255364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4961006291441255364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/perbedaan-persepsi-bolehkah.html' title='Perbedaan Persepsi: Bolehkah?'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-4159757127198132054</id><published>2010-03-23T10:01:00.000+07:00</published><updated>2010-03-23T10:01:01.912+07:00</updated><title type='text'>Ketujuh Perkataan Yesus dari Salib</title><content type='html'>"Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Luk. 23:34). Kebutuhan Yesus sendiri bersifat jasmani dan nisbi, berlangsung sementara. Sedangkan para serdadu Romawi yang hanya menjalankan perintah atasan dan tidak tahu siapakah sebenarnya sang Hukuman itu, para penonton yang ikut meneriakkan "salibkan Dia!" tidak tahu bahwa sebenarnya mereka telah terlibat suatu kejahatan besar, dan para pemimpin agama Yahudi dan para penguasa Yahudi dan Romawi yang merasa benar karena mempertahankan hukum agama dan hukum negara mempunyai kebutuhan besar yang bersifat rohani. Keadaan mereka lebih parah. Mereka butuh diampuni, dipulihkan dan dibaharui, agar menjadi manusia yang utuh. Yesus memohon agar supaya Allah mengampuni mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Luk. 23:43b). Perkataan ini ditujukan kepada salah seorang penjahat yang tersalib di sisiNya dan yang menyadari kejahatannya serta bersandar pada Yesus. Kepada orang ini Yesus menguatkan hatinya dan memberikan jaminan berlakunya anugerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu, inilah anakmu!" "Inilah ibumu" (Yoh. 19:27b). Perkataan ini ditujukan kepada ibuNya, seorang yang memberikan kehidupan kepadaNya dan yang dikasihiNya, dan ke pada Yohanes, seorang yang dekat denganNya. Mereka ini amat merasakan kehilangan, kesedihan dan dukacita. Karena itu Yesus mengutamakan kebutuhan mereka, agar di ke mudian hari Yohanes memperhatikan ibu Maria sebagai ibunya sendiri, dan perhatian ibu Maria terhadap seorang putera dapat diarahkan kepada Yohanes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mrk. 15:34c). Perkataan ini menunjukkan bahwa Yesus bukan hanya ditinggalkan oleh orang-orang dekatNya, tetapi juga merasa ditinggalkan oleh Allah. Mazmur 22:2 yang dikutipNya mau meng- ungkapkan perasaanNya. Betapa dasyat penderitaan yang harus dipikulNya demi kepentingan manusia semesta?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku haus" (Yoh. 19:28c). Penyaliban di siang itu membuatNya kering. BibirNya melepuh. Salah seorang serdadu berbelas kasih terhadap Yesus, dengan mengambil bunga karang, mencelupkannya dalam anggur asam dan memberikannya kepada Yesus dengan sebatang hisop. Masih ada orang yang hatinya belum membatu dan mampu bersimpati dengan penderitaan hebat seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah selesai" (Yoh. 19:30b). Bagi kebanyakan orang, selalu ada sesuatu yang tersi sa dari suatu tugas yang belum selesai. Tetapi Yesus melihat seluruh tugasNya telah sele sai. dan karena itu orang hanya dapat merendahkan diri di kaki salib itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu" (Luk. 23:46b). Lalu Ia mati. Pengorbanan-Nya tidak purna, tetapi sempurna.  Keutuhan dan kesempurnaan ini terpancar pada kata-kata terakhir Yesusu di kayu salib yang melukiskan penyerahan total diri-Nya.  Penyerahan diri itu dipersembahkan secara bebas, bukan sikap menyerah pasrah pada nasib, tetapi menyerah pasrah pada Kasih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-4159757127198132054?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/4159757127198132054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/ketujuh-perkataan-yesus-dari-salib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4159757127198132054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4159757127198132054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/ketujuh-perkataan-yesus-dari-salib.html' title='Ketujuh Perkataan Yesus dari Salib'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-4103946469134881965</id><published>2010-03-19T10:24:00.002+07:00</published><updated>2010-03-19T10:24:36.618+07:00</updated><title type='text'>MASUK SURGA</title><content type='html'>Pendeta Abdul sedang mengajar Sekolah Minggu.&lt;br /&gt;"Anak-anak, kalo saya menjual mobil dan rumah saya yang garasinya gede, lalu memberikan semua hasil penjualan itu ke gereja, apakah saya bisa masuk surga?" tanya Pendeta Abdul.&lt;br /&gt;"Tidak!!" jawab anak-anak serempak.&lt;br /&gt;"Nah, kalo saya membersihkan gereja tiap hari, memotongi rumputnya, dan memastikan segala sesuatu yang ada di gereja selalu rapi dan bersih, bisa nggak saya masuk surga?" tanya Pendeta Abdul lagi.&lt;br /&gt;Anak-anak menjawab lagi, "Nggak bisa!"&lt;br /&gt;"Baiklah. Kalo sekarang saya seorang penyayang binatang dan suka memberi permen ke anak-anak, dan mencintai istri saya dengan sepenuh hati, sudah bisakah saya masuk surga?" Pendeta Abdul bertanya lagi.&lt;br /&gt;Sekali lagi jawaban anak-anak, "Nggak bisa!"&lt;br /&gt;"Ok, Ok," lalu ia meneruskan, "Jadi gimana donk caranya masuk surga?"&lt;br /&gt;Seorang bocah berusia 5 tahun berteriak keras, "Bapak Pendeta harus mati dulu!"&lt;br /&gt;(Matius 7:21)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-4103946469134881965?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/4103946469134881965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/masuk-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4103946469134881965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4103946469134881965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/masuk-surga.html' title='MASUK SURGA'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-2150190059560678136</id><published>2010-03-15T14:59:00.000+07:00</published><updated>2010-03-15T14:59:30.202+07:00</updated><title type='text'>Rasa Takut</title><content type='html'>"Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati". (Ulangan 3:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak pernah mengalami rasa takut? Rasa takut adalah sesuatu yang alami dan wajar, setiap manusia pasti pernah mengalami apa yang dinamakan takut. Jadi tidak perlu merasa berdosa jika suatu saat kita merasakan takut, itu adalah hal yang natural dan wajar. Jangan takut untuk menjadi takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita melihat sesuatu yang mengerikan, seperti bencana alam yang dashyat, wajar kita takut, atau ketika kita mendengar berita yang meresahkan, kita pun wajar untuk takut. Ketakutan muncul ketika kita melihat, mendengar dan merasakan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, indra kita mengirimkan pesan ke otak, otak kita mencerna dan mengolahnya menjadi rasa kuatir, takut dan cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ketakutan ada yang wajar, maka ada yang namanya ketakutan yang tidak wajar alias berlebihan, dalam fase ini, anda akan menerima sebuah informasi di otak dan kemudian mulai mencerna nya secara berlebihan, imajinasi anda mulai melayang jauh ke depan, membentuk gambaran gambaran yang belom terjadi dan mungkin tidak akan pernah terjadi dan selanjutnya mempengaruhi tindakan anda ke depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai contoh, disaat kita mengalami goncangan karena gempa bumi, kita akan memikirkan sampai kapan ini akan terjadi dan bagaimana dengan keluarga kita nanti atau mau kemana kita akan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi rasa takut, hal yg pertama harus dilakukan adalah mengakui bahwa anda memang takut, hanya mereka yang sadar dirinya sakit yang akan mengambil tindakan untuk minum obat dan menjadi sembuh, demikian juga dengan ketakutan, mereka yang sadar bhwa ketakutannya ini tidak wajar yang akan bisa keluar dari situasi tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kedua adalah hadapi ketakutan tsb, ada kalanya ketakutan hanya sebatas perasaan saja, ketika kita mencoba untuk melawan apa yang kita takutkan itu, kita akan ketahui ketakutan itu lenyap dengan sendiri nya, If you never try it, u will never know, if you never know, u will always keep wondering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ketiga adalah perbaharui pola pikir kita, seperti yang kita ketahui bahwa ketakutan datang melalui apa yang kita liat, dengar dan rasakan serta dicerna di otak, kita tidak bisa mengontrol apa yang kita liat, dengar dan rasakan, tapi kita bisa mengontrol apa yang ada di pikiran kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak kata “jangan takut” yang tertulis di alkitab, Tuhan tahu bahwa manusia sering takut dan Tuhan ingin menenangkan dan menguatkan kita. Jika kita tahu bahwa Tuhan selalu beserta kita, menjaga kita dan melindungi kita, apalagi yang perlu kita takutkan ??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-2150190059560678136?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/2150190059560678136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/rasa-takut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2150190059560678136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2150190059560678136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/rasa-takut.html' title='Rasa Takut'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-397969746490366074</id><published>2010-03-12T10:23:00.002+07:00</published><updated>2010-03-12T10:27:13.032+07:00</updated><title type='text'>BANTUAN KORBAN KEBAKARAN PASAR SIRONGIT SIPOHOLON</title><content type='html'>Minggu (28/2) yang lalu masyarakat disekitaran Pasar Sirongit dihebohkan “sijago merah”. Api melalap habis puluhan rumah warga dan hanya meninggalkan serpihan dan puing-puing. Dalam keadaan seperti ini, sudah pasti mereka sangat membutuhkan bantuan kategori “sangat” mendesak seperti makanan, pakaian dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka meringankan beban mereka, Kamis (11/3) Kantor Pusat  HKBP melalui Departemen Diakonia yang dipimpin Kepala Departemen Diakonia Pdt. Nelson F. Siregar, STh bersama Praeses HKBP Distrik II Silindung Pdt. Sahat Manogari Silitonga, STh didampingi beberapa Kepala Biro mengadakan penghiburan kepada para korban kebakaran  di Gereja HKBP Resort Sipoholon 2 Lumban Baringin dengan memberi bantuan pengganti “Boras Sipir ni Tondi”. Kadep Diakonia member penghiburan dengan mengutip Firman Tuhan: “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu..!” (Galatia 6:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan HKBP bersama rombongan disambut masyarakat dengan baik yang didampingi Pendeta HKBP Resort Sipoholon 2 Lumban Baringin Pdt. Tiurma R.  Lumbantobing, STh  bersama parhalado setempat. Para korban khususnya warga HKBP yang diwakili Posma Situmeang, SE menyampaikan rasa sangat berterimakasih atas kepedulian kantor pusat HKBP pada kejadian yang menimpa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar korban yang rumahnya terbakar:&lt;br /&gt;1. Ama Elisabet Situmeang &lt;br /&gt;2. Ama Lusi Hutauruk&lt;br /&gt;3. Op. Dewi br Situmeang&lt;br /&gt;4. Ama Martin Hutauruk&lt;br /&gt;5. Ama David Hutauruk&lt;br /&gt;6. Op.Ester br Sihombing&lt;br /&gt;7. Jhon F. Hutauruk&lt;br /&gt;8. Op. Riana Parapat&lt;br /&gt;9. Op. Rondang br Situmeang&lt;br /&gt;10. Robert Simanungkalit&lt;br /&gt;11. Op. Santa Tampubolon &lt;br /&gt;12. Op. Henry Simanullang&lt;br /&gt;13. Edwin Situmeang&lt;br /&gt;14. Saudin Situmeang&lt;br /&gt;15. Posma Situmeang, SE&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-397969746490366074?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/397969746490366074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/bantuan-kantor-pusat-hkbp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/397969746490366074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/397969746490366074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/bantuan-kantor-pusat-hkbp.html' title='BANTUAN KORBAN KEBAKARAN PASAR SIRONGIT SIPOHOLON'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-1277159911246230162</id><published>2010-03-11T10:40:00.003+07:00</published><updated>2010-03-11T10:40:19.944+07:00</updated><title type='text'>Penderitaan Bukan Akhir Segalanya</title><content type='html'>Penderitaan bukanlah penghambat pertumbuhan rohani kita. Sebaliknya, penderitaan justru dapat menjadi jalan pertumbuhan rohani. Jika kita mengizinkan penderitaan melatih kita, maka kita dapat lebih dekat kepada Allah dan firman-Nya. Kerap kali, melalui penderitaan, Bapa membentuk kita dengan penuh kasih supaya menyerupai Putra-Nya, dan perlahan-lahan memberi kita keberanian, belas kasih, kepenuhan, dan ketenangan seperti yang kita rindukan dan doakan. Tanpa penderitaan, Allah tidak dapat menyelesaikan semua yang ingin Dia kerjakan di dalam dan melalui kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-1277159911246230162?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/1277159911246230162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/penderitaan-bukan-akhir-segalanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1277159911246230162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1277159911246230162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/penderitaan-bukan-akhir-segalanya.html' title='Penderitaan Bukan Akhir Segalanya'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-6762064611442689861</id><published>2010-03-09T11:17:00.000+07:00</published><updated>2010-03-09T11:17:53.930+07:00</updated><title type='text'>Dosa dan kebohongan</title><content type='html'>Usai menyampaikan Firman Tuhan usai acara Minggu, seorang pengkhotbah memberitahu pada jemaatnya demikian: "Minggu depan saya merencanakan untuk berkhotbah tentang dosa&lt;br /&gt;kebohongan. Untuk membantu Anda memahaminya, saya ingin Anda semua membaca Markus pasal 17".&lt;br /&gt;Pada Minggu berikutnya, ketika bersiap menyampaikan khotbahnya, ia berkata, "Saya ingin tahu berapa banyak di antara Anda telah membaca Markus 17". Semua orang mengacungkan jarinya.&lt;br /&gt;Pengkhotbah itu tersenyum dan berkata:"Markus hanya memiliki 16 pasal. Sekarang saya akan memulai khotbah saya tentang dosa kebohongan."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-6762064611442689861?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/6762064611442689861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/dosa-dan-kebohongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6762064611442689861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6762064611442689861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/dosa-dan-kebohongan.html' title='Dosa dan kebohongan'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-1311134632948778792</id><published>2010-03-08T14:22:00.001+07:00</published><updated>2010-03-08T14:22:09.562+07:00</updated><title type='text'>Kecenderungan</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLETARE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLETARE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLETARE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;(Amsal 15:1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;eorang peneliti melakukan sebuah percobaan. Tujuan percobaan itu adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh nada suara terhadap seseorang ketika mereka diberi perintah. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa cara seseorang ditegur sangat menentukan tanggapan yang akan diberikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sebagai contoh, jika seseorang ditegur dengan suara yang lembut, ia akan menjawab dengan cara serupa. Namun ketika ia diteriaki, orang itu akan menjawab dengan nada yang sama tajamnya. Hal ini juga berlaku pada komunikasi yang dilakukan secara langsung, melalui interkom, atau melalui telepon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Penelitian ini mengingatkan saya pada Amsal 15:1 yang menyatakan, "Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah." Perkataan kita dan cara pengungkapannya tidak hanya membuat perbedaan terhadap reaksi yang akan kita terima, tetapi juga menentukan apakah perkataan tersebut akan menghasilkan kedamaian atau justru mendatangkan konflik. Dengan mempraktikkan kebenaran dari ayat di atas, maka kita dapat menghindari perselisihan pendapat dan mendinginkan situasi yang tegang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Di waktu yang akan datang, jika seseorang berbicara kepada Anda dengan nada marah atau kasar, baliklah kecenderungan itu dengan cara mengungkapkan kelembutan, ketenangan jiwa, dan perhatian yang penuh kasih. Dan lihatlah, bagaimana jawaban yang lembut dapat membuat perbedaan dalam hubungan kita!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-1311134632948778792?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/1311134632948778792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/kecenderungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1311134632948778792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1311134632948778792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/kecenderungan.html' title='Kecenderungan'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-3512147378885257750</id><published>2010-03-05T10:10:00.000+07:00</published><updated>2010-03-05T10:10:57.932+07:00</updated><title type='text'>Seng Gereja HKBP Unte Mungkur Diterbangkan Angin Puting Beliung</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S5B2CE5g6DI/AAAAAAAAAEU/euJG8l2sPWU/s1600-h/DSC03958.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S5B2CE5g6DI/AAAAAAAAAEU/euJG8l2sPWU/s320/DSC03958.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Selasa (23/02/2010) sekitar pukul 17.00 WIB, angin puting beliung merusak seng gereja HKBP Ressort Unte Mungkur Distrik XVI Humbang Habincaran. Ini kejadian pertama yang pernah terjadi di daerah Kecamatan Muara. Tidak hanya seng gereja, angin puting beliung juga merusak rumah seorang warga masyarakat (jemaat HKBP Unte Mungkut), Ibu Sihombing dan mengenai kepala. Saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit yang ada di Medan.&lt;br /&gt;Akibat angin puting beliung yang merusak seng gereja, plapon gereja ikut juga rusak akibat terkena hujan yang deras. Ditafsirkan perbaikan kerusakan akibat bencana tersebut sebesar delapan puluh juta rupiah. Untuk menghindari kerusakan yang lain serta agar berjalannya acara-acara gereja setiap minggunya diadakan perbaikan seng. Puji Tuhan ada donator di medan yang member perhatiannya dengan menyumbangkan seng. Sesuai dengan program HKBP Ressort Unte Mungkur yang berjumlah 167 KK, bulan Maret akan diadakan Pesta Gotilon untuk memperbaiki gedung gereja yang rusak. Mari kita mendukung dan mendoakan agar perbaikan gedung gereja HKBP Unte Mungkur dapat dengan segera selesai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-3512147378885257750?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/3512147378885257750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/seng-gereja-hkbp-unte-mungkur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3512147378885257750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3512147378885257750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/seng-gereja-hkbp-unte-mungkur.html' title='Seng Gereja HKBP Unte Mungkur Diterbangkan Angin Puting Beliung'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S5B2CE5g6DI/AAAAAAAAAEU/euJG8l2sPWU/s72-c/DSC03958.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-8856688698617892481</id><published>2010-03-03T09:57:00.000+07:00</published><updated>2010-03-03T09:57:41.544+07:00</updated><title type='text'>Hanura Akan Selidiki Matinya Mikrofon DPR</title><content type='html'>detikcom - Rabu, 3 Maret&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matinya mikrofon di ruang sidang paripurna tentang kesimpulan Pansus Century disinyalir menjadi penyulut emosi para anggota dewan yang berujung dengan kekacauan. Hanura menduga mikrofon sengaja dimatikan dan akan diusut tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami belum bisa memastikan (sabotase). Kami akan mempelajari dengan seksama. Tapi yang jelas ini adalah kejahatan demokrasi karena memasung hak berpendapat," kata anggota Pansus dari Fraksi Partai Hanura Akbar Faisal dalam jumpa pers di Press Room DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/3/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akbar menjawab pertanyaan apakah ada sabotase untuk mematikan semua mikrofon ketika sidang mulai ricuh. Yang jelas menurut Akbar, matinya mikrofon membuat banyak anggota DPR merangsek maju ke meja pimpinan DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa tadi saya naik ke mimbar, itu karena semua mikrofon mati. Yang hidup hanya mikrofon di meja pimpinan dan wakilnya, serta di podium," kata Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akbar mengatakan dirinya naik ke podium untuk memprotes sikap Ketua DPR Marzuki Alie yang menutup sidang sepihak dengan alasan mematuhi Badan Musyawarah (Bamus) DPR. Padahal keputusan tertinggi ada di sidang paripurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi saya mau protes itu. Dasar saya pasal 221 Tatib di mana pengambilan keputusan itu ada di paripurna, bukan di Bamus," cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akbar mengatakan sepakat dengan pendapat anggota Pansus Bambang Soesatyo yang menyatakan tidak perlu ada lagi pembacaan sikap fraksi dalam sidang paripurna. "Jika bisa dilaksanakan satu hari, kenapa paripurna ini harus berjalan dua hari?" pungkas Akbar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-8856688698617892481?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/8856688698617892481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/hanura-akan-selidiki-matinya-mikrofon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8856688698617892481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8856688698617892481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/03/hanura-akan-selidiki-matinya-mikrofon.html' title='Hanura Akan Selidiki Matinya Mikrofon DPR'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-4562437218304183990</id><published>2010-02-24T11:27:00.000+07:00</published><updated>2010-02-24T11:27:26.227+07:00</updated><title type='text'>Gempa Melanda Kota Tarutung Sekitarnya</title><content type='html'>Di sela-sela lelapnya insan tertidur dan melepaskan lelah terasa getaran yang mengejutkan. Gempa!!!Demikian kuat hingga mengejutkan mengoyang kota tarutung sekitarnya pada Rabu (24/02/2010) sekitar pukul 03.00 WIB. Tak berselang beberapa lama terasa goncangan kembali menyusul sampai kurang lebih 10 kali getaran terasa. Menurut perkiraan saya ada sekitar 4 atau 5 SR kuatnya goncangan. Sampai berita ini terbit, belum dikethui pusat gempa da apa ada kerusakan dan korban akibatnya. Tetaplah berjagajaga dan kuatkan Iman kepadaNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-4562437218304183990?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/4562437218304183990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/gempa-melanda-kota-tarutung-sekitarnya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4562437218304183990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4562437218304183990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/gempa-melanda-kota-tarutung-sekitarnya.html' title='Gempa Melanda Kota Tarutung Sekitarnya'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-7322136021518693226</id><published>2010-02-23T13:56:00.002+07:00</published><updated>2010-02-23T13:56:29.261+07:00</updated><title type='text'>Ingin Menjadi Orang Besar? Teladani Yesus</title><content type='html'>"Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu; dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu" &lt;br /&gt;(Matius 20:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap membaca lowongan kerja di koran saya sering tersenyum sendiri. Betapa job requirement yang ada di Indonesia ini begitu mementingkan gelar ketimbang kemampuan. Untuk menjadi counter sales saja sudah banyak yang membutuhkan S1. Lalu kemana D3 atau mungkin lulusan SMA yang punya kemampuan yang karena satu dan lain hal tidak/belum bisa melanjutkan hingga meraih gelar sarjana? Dalam sebuah iklan lowongan pekerjaan saya pernah merasa bingung melihat permintaan mereka. Sarjana, usia maksimal 25 tahun, pengalaman minimal 3 tahun. Artinya yang mereka butuhkan adalah orang yang lulus kuliah di usia 22 tahun dan langsung bekerja. Serius atau tidak sih? Tapi memang seperti itulah gambaran lowongan pekerjaan yang ada sekarang. Kesimpulannya, apa yang dibutuhkan oleh perusahaan biasanya adalah orang yang berpendidikan cukup, punya pengalaman dan memiliki kemampuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Yesus menulis iklan di koran, apa kira-kira yang akan Dia tulis? Sepertinya bukan gelar, tingkat pendidikan atu bukan juga pengalaman. Apa yang Dia akan minta adalah hati yang mau melayani, hati seorang hamba yang mau merendahkan diri sedemikian rupa untuk melayani orang lain, bahkan yang paling hina sekalipun. Mari kita lihat Matius 20:20-28. Pada suatu hari datanglah ibu dari anak-anak Zebedeus bersama kedua anaknya, yaitu Yakobus dan Yohanes, yang keduanya diberi Yesus julukan Boanerges atau anak-anak guruh. (Markus 3:17). Kedatangan sang ibu adalah demi memohon kepada Yesus agar kedua anaknya bisa beroleh kedudukan yang baik kelak di Kerajaan surga. Ini permintaan wajar dari seorang ibu yang sayang anak-anaknya. "Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." (Matius 20:21). Yesus lalu menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum? (ay22a).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus berbicara mengenai kesanggupan mereka untuk mengikuti Kristus dan untuk memikul salib, turut minum dari cawan penderitaan yang harus Dia minum. Ini sejalan dengan pesan Kristus bahwa siapapun yang mau mengikuti Kristus haruslah siap untuk menyangkal dirinya sendiri dan memikul salib. (Markus 8:34,Lukas 9:23). Sebab, "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku." (Matius 10:38). Yohanes dan Yakobus pun menjawab bahwa mereka sanggup. Lalu Yesus menegaskan bahwa perihal siapa yang duduk di kiri dan kanan Kristus itu bukanlah hakNya, tapi merupakan hak Tuhan sepenuhnya. (ay 23). Tapi jika ingin menjadi besar dan terkemuka, Yesus memberikan petunjuk penting. Yesus berkata, ketika pemerintah-pemerintah yang tidak mengenal Allah akan memerintah dengan tangan besi, menekan rakyatnya dengan keras karena mereka berkuasa, sebagai pengikut-pengikut Kristus tidaklah boleh demikian. "Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu" (ay 26-27). Yesus menegaskan bahwa untuk mencapai posisi yang baik, seseorang haruslah rela menjadi pelayan dan memiliki hati seorang hamba. Sebab, "sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (ay 28).&lt;br /&gt;Jika kita ingin besar dan terdepan di antara pengikut-pengikut Kristus, kita bukannya harus meninggikan diri kita dalam kekuasaan, tapi justru kita harus semakin merendahkan diri kita hingga menjadi seorang pelayan dan hamba. Petrus dikemudian hari mengingatkan kembali tentang hal ini, "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya" (1 Petrus 5:6). The only way up is down. Ini prinsip Kerajaan Surga. Kita anak-anak Tuhan menyandang status sebagai anak Raja, Raja diatas segala raja. Tapi Kerajaan Surga tidaklah seperti kerajaan di dunia, dimana siapa mereka bisa berkuasa secara absolut sesuka hatinya karena punya kuasa untuk itu. Dalam Kerajaan surga justru kita diminta untuk memiliki kerendahan hati, mau melayani orang lain yang paling hina sekalipun dengan sebentuk hati seorang hamba. Maka saya senang menggambarkan diri kita sebagai anak Raja berhati hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki hati hamba dan kerendahan hati untuk melayani berarti pula bahwa kita harus melakukannya dengan penuh kasih, yang menjadi dasar kekristenan. Paulus mengingatkan hal ini: "Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!" (1 Korintus 16:14). Seperti apa bentuk kasih itu? "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.a menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." (1 Korintus 13:4-7). Inilah bentuk kerendahan hati yang harus dimiliki seorang hamba yang mengabdi kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada syarat lain untuk mengabdi kepada Tuhan di KerajaanNya selain rela untuk menjadikan diri kita sebagai pelayan. It's not about how high we rise, but it's about how low we go down. Hanya orang dengan sikap seperti inilah yang akan mampu memuaskan Tuhan, Raja diatas segala raja. Sudahkah kita memiliki sikap anak Raja yang benar, yaitu sikap yang melayani dengan hati hamba? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayan yang baik akan mementingkan kehendak tuannya bukan dirinya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-7322136021518693226?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/7322136021518693226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/ingin-menjadi-orang-besar-teladani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7322136021518693226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7322136021518693226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/ingin-menjadi-orang-besar-teladani.html' title='Ingin Menjadi Orang Besar? Teladani Yesus'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-2107384088707892455</id><published>2010-02-22T11:59:00.000+07:00</published><updated>2010-02-22T11:59:44.580+07:00</updated><title type='text'>MENULIS RENUNGAN  POPULER</title><content type='html'>1. Pendahuluan&lt;br /&gt;Menulis renungan adalah mengekpresikan diri  bahkan iman percaya penulis. Melalui tulisan yang kita muat dalam  warta jemaat gereja, majalah, renungan harian, kita menyebarluaskan firman Allah kepada jemaat atau pembaca  sehingga pembaca  mendapat  makna, titik terang atau nilai yang dapat dipedomani  atau diimani.  Menulis renungan menjadi  salah satu cara  yang baik memberitakan injill  atau mengkomunikasikan   firman Allah dan membangun  kesepahaman antara pembaca dan penulis. Pendeta selayaknyalah menjadi penulis yang baik karena  sehari-harinya berkomunikasi dengan jemaat  melalui khotbah, tulisan renungan dan berbagai  pembahasan berbagai topik permasalahan dalam seminar atau pengajaran. Namun demikian kita selalu menemukan kesulitan untuk menuliskan apa yang hendak kita bicarakan. &lt;br /&gt; Ada dua hal yang menghambat  para pendeta atau banyak orang tidak berani menulis. Yang pertama keyakinan diri tentang apa yang ditulisnya . Ada kearguan tentang isi / kontentnya. Seseorang merasa ragu, takut salah, takut dinilai jelek dan sejenisnya tentang isi tulisannya. Kedua adalah terbatasnya kemampuan menuangkan gagasan-gagasan dalam tulisan. Banyak sekali orang yang pandai dan lincah dalam berkhotbah,  bertutur kata, namun macet di penulisan. Namun  ada juga sebaliknya, cerdas dalam menulis namun macet di bahasa lisan. Kondisi gagasanalnya adalah menguasai dua-duanya, karena pendeta mengandalkan perkataan dan tulisan dalam mempersuasi anggota jemaat supaya menghayati firman Allah.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini  saya mau mendorong agar kita lebih berani menulis apa saja yang kita anggap perlu diberitakan dan memantapkan diri menlis renungan. Berikut ini akan saya sampaikan beberapa hal yang perlu dipedomani, agar kita lebih berani menulis dan lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bentuk  Renungan&lt;br /&gt;a. Bentuk Renungan&lt;br /&gt;Paling tidak ada tiga bentuk renungan populer. Pertama, memaparkan penafsiaran atau pemaknaan ayat Alkitab tanpa memperkaya dengan ilustrasi. Biasanya penulis memakai kata-kata bermakna sehingga pembaca lebih menjabarkan dalam pikirannya. Makna yang digali  dan dipaparkan itu   dapat dijadikan menjadi acuan-acuan terhadap perbuatan yang baik atau motivasi beribadah.  Nats renungan itu dapat diperjelas dengan membandingkan dengan ayat-ayat lain yang memperjelas makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Penulisan renungan populer  berisikan kesaksian tenang pengalaman rohani  yang menceritakan perbuatan Tuhan atau  sikap orang beriman menghadapi berbagai permasalahan hidup, atau sebuah ilustrasi. Makna yang terkandung dalam  kesaksian atau illustrasi rohani ini didukung dengan ayat Alkitab / firman Tuhan. &lt;br /&gt;Ketiga adalah kombinasi yang pertama dan kedua dimana penjelasan firman Allah yang dalam didukung dengan illustrasi yang menarik sehingg membuat pembaca terkesan dan terdorong untuk mempraktekkan pesan makna firman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bahasa Yang Dipakai&lt;br /&gt;Dalam menulis renungan populer kita harus mempertimbangkan pinsip-prinsip jurnalisme dalam menulis berita. Renungan populer yang kita tulis  akan dibaca oleh lapisan-lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya. Penulis  juga harus mengingat bahwa jemaat yang membaca renungan poluler hanyalah di waktu luang dan tentu  jemaat tidak harus menghabiskan waktunya hanya dengan membaca renungan populer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa yang kita pakai dalam penulisan renungan populer harus lugas, singkat, padat, sederhana tetapi jelas dan menarik, agar mudah dipahami. Tidak perlu berbunga-bunga, berbasa-basi dengan memakai kata-kata mubazir dan jenuh. Renungan populer bukanlah puisi dengan kata-kata yang indah. Jemaat tidak perlu mesti mengulang-ulang apa yang dibacanya karena ketidakjelasan bahasa yang digunakan dalam renungan populer. Sekalipun demikian, penulis haruslah tetap memperhatikan kaidah bahasa yang berlaku atau berdasarkan ejaan yang disempurnakan. Tentu membangun kalimat hendaknya dengan kalimat yang singkat-singkat. Kaliman yang panjang akan membuyarkan konsentrasi  pembaca karena mereka tidak sempat menyimpan makna yang berlapis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Aktualitas dan Proximity&lt;br /&gt;Dalam menulis renungan populer kita juga perlu mempertimbangkan beberapa unsur-unsur jurnalistik yaitu aktualitas dan kedekatan (proximity). Renungan populer yang mempunyai daya tarik bila contoh, ilustrasi dan pemilihan topik yang kita paparkan mengandung sifat aktualitas dan kedekatan. Aktual bermakna renungan itu menyentuh apa yang tengah terjadi dan kejadian itu dekat dengan kehidupan pembaca. Kedua element ini akan mendorong ketertarikan untuk membaca renungan tersebut namun sekaligus menuntut penulis untuk menggali potensi lokal. Penulis perlu mengoleksi pengalaman iman jemaat, ungkapan-unkapan  yang bermakna dalam, cerita rayat yang dapat dipakai sebagai ilustrasi, contoh dalam renungan populer. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;3. Metode Penulisan&lt;br /&gt;a. Memilih Judul&lt;br /&gt;Judul tulisan adalah pintu masuk perhatian pembaca. Ada dua syarat yang tidak boleh  kita lupakan dalam memilih judul  renungan populer: Pertama, berhubungan dengnan materi tulisan  : Judul harus punya relefansi dengan tulisan yang  kita  buat. Kedua,  Judul harus membangun  ketertarikan untuk melanjutkan membacanya.  Ada beberapa tehnik membangun judul , misalnya kita  akan membangun judul dasarkan pada  nats Keluaran 7:14-25&lt;br /&gt;- Teknik noreferensi :  Pertarungan F dengan M &lt;br /&gt;- Teknik Anti Logika / Arus : Percaya Ilmu-ilmu  Mantera&lt;br /&gt;- Teknik bertanya: Apakah anda ingin Tongkat Ajaib ?&lt;br /&gt;- Teknik keluar dari kebiasaan: Raja Firaun  Yang Tidak Perduli &lt;br /&gt;- Teknik Melawan : Siapa bilang Hanya Musa dan Harun  yang bisa ?&lt;br /&gt;- Teknik Kondisi : Jangan Diminum – Sudah dipukul Tongkat&lt;br /&gt;-  Teknik Bombastis: Darah berjuta Liter&lt;br /&gt;- Teknik serius: TUHAN menulahi sungai Nil. - Teknik kejutan: Plak: Sekali Pukul   semua menjadi arah&lt;br /&gt;Dan banyak lagi variasi memilih judul yang membuat menjadi penasaran kalau tidak melanjutkan membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Membangun Tulisan&lt;br /&gt;Tehnik membangun tulisan renungan populer  disingkat dengan  awal harus menarik, tengah  selalu membangun penasaran dan akhir harus berkorelasi dengan awal. Itulah sebuah penulisan renungan populer  yang baik dan memiliki daya tarik. &lt;br /&gt;- Awal yang menarik. &lt;br /&gt;Selain Judul sebagai reader invitor, maka paragrap awal harus memiliki kekuatan untuk menarik pembaca lebih dalam, membangun antusiasme untuk membaca dan menyelesaikanya.  Di sisi lain paragrap awal juga sudah memberi gambaran tentang apa yang akan dibahas dalam renungan tersebut.  Semakin halus  kita  membangun rasa penasaran itu, berarti anda semakin canggih. Banyak cara yang dipakai untuk membangun pragraf awal yang baik misalnya  dengan ungkapan seorang tokoh.&lt;br /&gt;- Bagian Tengah /isi membangun penasaran&lt;br /&gt;Renungan populer yang kita tulis  akan terasa nikmat, bila didalam isi renungan kita semakin memanjakan   pembaca dalam setiap pragraf. Tentu tidak perlu terlalu banyak gagasan yang kita bangun, walaupun hal itu sangat tergantung media apa yang kita pakai untuk mempublikasikan tulisan tersebut. Setiap pragraf menjelaskan gagasan    dengan  beberapa kalimat yang saling berhubungan dalam satu kesatuan bahasan. Kalimat-kalimat dalam paragraf tidak boleh berdiri sendiri, tetapi saling menjelaskan atau ada koherensi. Isi dalam paragraph akan terasa  dinamis, menghantarkan pembaca dari suatu kalimat ke kalimat berikutnya secara runtut, teratur bila  tercipta kepaduan makna yang memperkuat gagasan pokok. Berapapun jumlah kalimat dalam paragraf, harus saling mendukung, mengarahkan pada suatu bahasan tertentu yang mencerminkan gagasan pokok dalam renungan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan paragraf melalui pembahasan gagasan pokok, dapat dilakukan melalui pola urutan:  kalimat pertama   berisi gagasan pokok, sedangkan kalimat-kalimat lainnya  berisi penjelasan tentang gagasan pokok tersebut. Kalimat yang berisi gagasan pokok lazim disebut kalimat utama. Sementara itu, semua kalimat-kalimat yang berisi penjelasan tentang gagasan  dapat berisi contoh, analogi  atau  perbandingan. Sebagai akhir paragraf, kita dapat menyampaikan kalimat yang berisi penegasan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Akhir yang mengikat akan kembali mempersatukan gagasan gagasan dalam tubuh dengan kalimat yang singkat dan padat. Bagian akhir atau penutup sebuah renungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penulisan sesuai dengan EYD&lt;br /&gt;Daya tarik sebuah tulisan juga turut didukung oleh kaidah pengetikan dan penulisannya. Menulis renungan populer hendaknya juga memperhatikan kaidah tentang bagaimana menulis yang benar. Kita dapat mengacu kepada ejaan yang disempurnakan. Kita hendaknya memperhatikan pemakaian  tanda baca.&lt;br /&gt;a. Tanda Tanya&lt;br /&gt;Tiap kalimat pertanyaan perlu diakhiri dengan tanda tanya (“?”). Bila suatu kalimat menggunakan kata tanya dianggap merupakan kalimat pertanyaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Spasi kosong mendatar&lt;br /&gt;Sebelum tanda titik, koma, titik koma, titik dua, tanda tanya,kurung tutup tidak boleh ada spasi kosong mendatar. Contoh pengetikan yang salah terlihat di bawah ini. &lt;br /&gt;...sebagai berikut  : menurut  Paulus.... seharusnya:&lt;br /&gt;...sebagai berikut: menurut  Paulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Huruf Besar&lt;br /&gt;Untuk nama orang tertentu, bangunan tertentu, jabatan tertentu dan obyek tertentu diawali dengan huruf besar, sedangkan untuk kata yang menunjukkan macam bangunan, jenis jabatan, jenis obyek dan sebagainya tidak diawali dengan huruf besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kata Depan “di”&lt;br /&gt;Kata depan “di” yang diikuti oleh kata yang menunjukkan tempat perlu dipisahkan dari kata penunjuk tempat tersebut; contoh: di sana; di atas; di bawah, di lapangan, di Semarang Kata “di” yang merupakan awalan untuk kata kerja tidak dipisahkan dari kata kerja tersebut; contoh: dihadiri; dikerjakan, diolah, diamati, diwawancarai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.  Kata Sambung “sedangkan” &lt;br /&gt;Kata “sehingga” dan “sedangkan” merupakan kata sambung atau kata hubung yang berfungsi menghubungkan dua anak kalimat, maka jangan pakai kata ini untuk mengawali kalimat.&lt;br /&gt;Contoh pemakaian kata “sedangkan” yang salah:&lt;br /&gt;...dilakukan oleh Yesus. Sedangkan para murid hanya melihat dari jauh dalam ketakutan.&lt;br /&gt;Perbaiki kalimat di atas menjadi:&lt;br /&gt;...dilakukan oleh Yesus, sedangkan para murid hanya  melihat dari jauh dalam ketakutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Kata Tanya “dimana” &lt;br /&gt;Kata “dimana” sering dipakai secara salah (tidak baku), misalnya dipakai sebagai kata “where” dalam kalimat bahasa Inggris—seperti pada contoh berikut ini: Muzijat itu ini dilakukan di kota Yerusalem dimana terdapat banyak Ahli Taurat. Kata “dimana” yang merupakan kata tanya tidak tepat dipakai dalam kalimat berita (meskipun sering kita gunakan dalam bahasa percakapan). Gantilah kata “dimana” tersebut dengan kata yang tepat; contohnya: Muzijat itu ini dilakukan di kota Yerusalem, tempat terdapat banyak Ahli Taurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Kata baku dalam bahasa Indonesia &lt;br /&gt;Banyak istilah dari luar Indonesia yang masuk ke bahasa Indonesia dan istilah-istilah tersebut sudah dibakukan oleh Pemerintah. Aculah penggunaan istilah atau kata yang telah dibakukan dari buku-buku tersebut, seperti misalnya buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD)”.pada penjelasan tentang penulisan unsur serapan (daribahasa asing ke bahasa Indonesia). Contoh istilah atau kata baku : kreativ – kreatif, efektiv – efektif, synthesis – sintesis, sistim – system dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penutup&lt;br /&gt;Semuany kaidah-kaidah penulisan ini janganlah menjadi momok yang membuat kita menjadi sungkan untuk menulis. Tulislah dulu apa saja ide atau gagasan dalam renungan tersebut berdasarkan apa yang muncul di pikiran. Tulislah dulu berdasarkan kalimat apa saja yang muncul. Setelah tulisan selesai kemudian disempurnakan sehingga mendekati pada cara penulisan yang baik dan benar. Selamat mencoba dan meneruskan karya-karya tulisan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-2107384088707892455?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/2107384088707892455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/menulis-renungan-populer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2107384088707892455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2107384088707892455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/menulis-renungan-populer.html' title='MENULIS RENUNGAN  POPULER'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-8329532126177290406</id><published>2010-02-19T10:13:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T10:13:22.791+07:00</updated><title type='text'>Ulangan 16:19</title><content type='html'>"Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar. "&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-8329532126177290406?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/8329532126177290406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/ulangan-1619.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8329532126177290406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8329532126177290406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/ulangan-1619.html' title='Ulangan 16:19'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-4962455096397176947</id><published>2010-02-16T15:58:00.002+07:00</published><updated>2010-02-16T15:58:33.784+07:00</updated><title type='text'>Amsal 29:18</title><content type='html'>"Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-4962455096397176947?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/4962455096397176947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/amsal-2918.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4962455096397176947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4962455096397176947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/amsal-2918.html' title='Amsal 29:18'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-1377677257131519215</id><published>2010-02-16T15:50:00.000+07:00</published><updated>2010-02-16T15:50:01.090+07:00</updated><title type='text'>HKBP Pada Tahun Penatalayanan</title><content type='html'>Memasuki tahun 2010 ini, HKBP mencanangkan pelayanannya dengan menamai tahun ini sebagai “Tahun Penatalayanan HKBP 2010”. Tahun Penatalayanan merupakan rangkaian dari Tahun Koinonia HKBP 2007, Tahun Marturia HKBP 2008 dan Tahun Diakonia HKBP 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun Penatalayanan HKBP 2010 mengambil tema “ Menuju Gereja yang Rapi Tersusun” (Efesus 4:16) dan sub-tema “HKBP menyambut Jubileum 150 tahun dengan menata diri menjadi gereja yang sungguh-sungguh bersih, teratur, transparan, partisipatif dan akuntabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak pelayanan HKBP dalam Tahun Penatalayanan 2010 ini bertekad untuk membenahi dan mengembangkan penataan organisasi, administrasi, personalia, keuangan dan inventaris. Semuanya ini dilaksanakan dalam rangka perwujudan visi HKBP yaitu: “HKBP berkembang menjadi gereja yang inklusif, dialogis dan terbuka, serta mampu dan bertenaga mengembangkan kehidupan yang bermutu di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus” serta misi HKBP yaitu: “HKBPberusaha meningkatkan mutu segenap warga masyarakat, terutama warga HKBP, melalui pelayanan-pelayanan gereja yang bermutu agar mampu melaksanakan amanat Tuhan Yesus dalam segenap perilaku kehidupan pribadi, kehidupan keluarga, maupun kehidupan bersama segenap `masyarakat manusia ditingkat lokal dan nasional, ditingkat regional dan global dalam menghadapi tantangan abad-21”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka pelaksanaan Tahun Penatalayanan HKBP 2010 ini, maka setiap warga dan pelayangereja HKBP baik di tingkat jemaat, ressort, distrik dan pusat, diharapkan berpartisipasi seluas-luasnya dengan membentuk kepanitiaan dimasing-masing aras untuk melaksanakan setiap program dan kegiatan yang telah diprogramkan dalam Tahun Penatalayanan 2010 ini, dengan membuka peluang untuk masing-masing jemaat, ressort dan distrik dalam memilih kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengajak kita semua untuk turut serta saling mendukung dalam rangka mewujudkan sasaran Tahun Penatalayanan HKBP 2010 ini menuju gereja yang rapi tersusun, kokoh dan kuat serta bersatupadu melaksanakan tritugas panggilan gereja, yaitu bersekutu, bersaksi dan melayani. Tuhan Yesus Memberkati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-1377677257131519215?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/1377677257131519215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/hkbp-pada-tahun-penatalayanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1377677257131519215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1377677257131519215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/hkbp-pada-tahun-penatalayanan.html' title='HKBP Pada Tahun Penatalayanan'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-3905678184761216451</id><published>2010-02-10T13:47:00.000+07:00</published><updated>2010-02-10T13:47:50.125+07:00</updated><title type='text'>Apa Yang Telah Dilakukan HKBP Terhadap kasus di Sekolah Bibelvrouw Laguboti?</title><content type='html'>Dikirim Oleh: Sekretaris Jenderal HKBP Pada Jumat, 05 Pebruari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi tentang kasus yang terjadi di Sekolah Bibelvrouw di Laguboti telah beredar. Banyak orang yang menanyakan bagaimana kejadian sebenarnya dan bagaiman HKBP mengatasinya? Simpang siurnya informasi serta saling silangnya pendapat bisa membuat kita sulit melihat jalan keluar yang harus di tempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Direktur Sekolah Bibelvrouw HKBP Pdt. Manarias Sinaga, MTh tanggal 20 Januari 2010 ke Kantor Pusat serta lampiran surat permohonan para mahasiswa Bibelvrouw dan surat penjelasan dari 19 orang mahasiswa Sekolah Bibelvrouw tentang yang dialaminya dari Pdt. Siman Hutahaean, MTh merupakan titik awal Kantor Pusat HKBP mengetahui keadaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan tuntutan pertama para mahasiswa Sekolah Bibelvrouw yang tidak menghendaki lagi Pdt. Siman Hutahaean, MTh tinggal dan mengajar di Sekolah Bibelvrouw dan diskusi dengan Direktur Sekolah Bibelvrouw, maka Pimpinan HKBP segera memenuhi permintaan tersebut dengan mengeluarkan surat kepada Pdt. Siman Hutahaean segera meninggalkan kompleks Sekolah Bibelvrouw dan tinggal di Jetun Silangit menunggu keputusan akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu Ephorus HKBP mengangkat Tim Pencari Fakta untuk lebih mendalam meneliti laporan tersebut. Tim ini terdiri dari Pdt. Dr. Jamilin Sirait Kepala Departemen Koinonia HKBP sebagai Ketua, Pdt Parulian Sibarani, MTh Praeses HKBP Dist IV TOBA, Pdt Donald Sipahutar, STh Kepala Biro Personalia HKBP, Pdt Debora Sinaga, MTh Praeses HKBP Dist XVI Humbang Habinsaran dan Biv. Bungapola Simanjuntak. Tim bekerja selama 14 hari mulai dari tanggal 25 januari, saat ini tim masih melaksanakan tugasnya. Informasi dari Tim, mereka telah bertemu dengan Direktur Sekolah Bibelvrouw, para Dosen, para mahasiswa Sekolah Bibelvrouw. Keterangan dari Pdt. Siman Hutahaean tentang perbuatannya tersebut di perlukan ; Laporan Direktur Sekolah Bibelvrouw dan penjelasan dari 19 orang mahasiswa Sekolah Bibelvrouw menjadi modal utama melangkah mengambil keputusan sesuai dengan mekanisme yang berlaku di HKBP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian kami sampaikan untuk kita ketahui bersama. Mari kita berdoa agar kasus ini dapat segera dituntaskan. Kepada semua pihak diharap untuk membantu tim dapat melaksanakan tugas sebaikbaiknya dan seobjektif-objektifnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-3905678184761216451?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hkbp.or.id' title='Apa Yang Telah Dilakukan HKBP Terhadap kasus di Sekolah Bibelvrouw Laguboti?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/3905678184761216451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/apa-yang-telah-dilakukan-hkbp-terhadap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3905678184761216451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3905678184761216451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/apa-yang-telah-dilakukan-hkbp-terhadap.html' title='Apa Yang Telah Dilakukan HKBP Terhadap kasus di Sekolah Bibelvrouw Laguboti?'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-7474612523355914512</id><published>2010-02-05T10:32:00.000+07:00</published><updated>2010-02-05T10:32:04.870+07:00</updated><title type='text'>Manusia Yang Terbatas</title><content type='html'>Yohanes 3:31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dalam peribadatan kita harus memuliakan Tuhan dan bukan memuliakan si pelayan (Pengkotbah)? Mengapa kita tidak boleh membanggakan diri dalam kesuksesan pelayanan kita? Jawabannya adalah karena kita manusia yang penuh dengan keterbatasan, manusia yang penuh kekurangan, manusia yang tidak sempurnah. Karena itu tidak ada alasan untuk kita membanggakan diri dalam pelayanan atau ingin di puji. Hanya Yesus yang patut di muliakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nas ini mau memperlihatkan eksistensi Yesus dan eksistensi manusia, bahwa Yesus berasal dari Allah Bapa yang di sorga, Ia Maha Kuasa dan Maha Suci; sedangkan manusia berasal dari dunia yang diliputi oleh kelemahan-kelemahan karena dosa, sehingga setiap perkataan manusia yang berdosa. Dengan demikian menjadi jelaslah bahwa Yesus lebih besar daripada semua manusia, karena itu Ia patut dipuji dan dimuliakan oleh manusia. Ia tidak boleh dibandingkan dengan manusia atau manusia tidak layak untuk menyamakan dirinya dengan Yesus karena manusia penuh dengan keterbatasan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Walaupun kita penuh dengan keterbatasan, tetapi karena kasihNya yang besar Yesus tetap mau memakai kita untuk menjadi kawan sekerjaNya untuk mewujudnyatakan kasih Allah bagi dunia. Karena itu Ia pun berkata, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu untuk pergi dan menghasilkan buah..." (Yohanes 15:16). Agar dalam dunia kita bisa berbuah dalam arti berhasil dalam pelayanan, kita memerlukan pertolongan dari Yesus. Ia akan memperlengkapi kita dengan karunia-karunia atau kemampuan-kemampuan khusus dalam melayani. Karunia ini dimaksudkan agar semakin banyak orang datang memuliakan Yesus melalui pemberitaan kita. Karena itu bersyukurlah karena Yesus melayakkan kita untuk menjadi pelayanNya di tengah keterbatasan yang kita miliki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-7474612523355914512?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/7474612523355914512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/manusia-yang-terbatas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7474612523355914512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7474612523355914512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/manusia-yang-terbatas.html' title='Manusia Yang Terbatas'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-8092277040551155232</id><published>2010-02-04T11:30:00.000+07:00</published><updated>2010-02-04T11:30:00.265+07:00</updated><title type='text'>Renungan</title><content type='html'>"Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu; dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu" &lt;br /&gt;(Matius 20:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan Yesus minta dari orang yang percaya kepadaNya dan yang mau mengikut Dia adalah hati yang mau melayani, hati seorang hamba yang mau merendahkan diri sedemikian rupa untuk melayani orang lain, bahkan yang paling hina sekalipun. Mari kita lihat Matius 20:20-28. Pada suatu hari datanglah ibu dari anak-anak Zebedeus bersama kedua anaknya, yaitu Yakobus dan Yohanes, yang keduanya diberi Yesus julukan Boanerges atau anak-anak guruh. (Markus 3:17). Kedatangan sang ibu adalah demi memohon kepada Yesus agar kedua anaknya bisa beroleh kedudukan yang baik kelak di Kerajaan surga. Ini permintaan wajar dari seorang ibu yang sayang anak-anaknya. "Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." (Matius 20:21). Yesus lalu menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum? (ay22a).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus berbicara mengenai kesanggupan mereka untuk mengikuti Kristus dan untuk memikul salib, turut minum dari cawan penderitaan yang harus Dia minum. Ini sejalan dengan pesan Kristus bahwa siapapun yang mau mengikuti Kristus haruslah siap untuk menyangkal dirinya sendiri dan memikul salib. (Markus 8:34,Lukas 9:23). Sebab, "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku." (Matius 10:38). Yohanes dan Yakobus pun menjawab bahwa mereka sanggup. Lalu Yesus menegaskan bahwa perihal siapa yang duduk di kiri dan kanan Kristus itu bukanlah hakNya, tapi merupakan hak Tuhan sepenuhnya. (ay 23). Tapi jika ingin menjadi besar dan terkemuka, Yesus memberikan petunjuk penting. Yesus berkata, ketika pemerintah-pemerintah yang tidak mengenal Allah akan memerintah dengan tangan besi, menekan rakyatnya dengan keras karena mereka berkuasa, sebagai pengikut-pengikut Kristus tidaklah boleh demikian. "Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu" (ay 26-27). Yesus menegaskan bahwa untuk mencapai posisi yang baik, seseorang haruslah rela menjadi pelayan dan memiliki hati seorang hamba. Sebab, "sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (ay 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin besar dan terdepan di antara pengikut-pengikut Kristus, kita bukannya harus meninggikan diri kita dalam kekuasaan, tapi justru kita harus semakin merendahkan diri kita hingga menjadi seorang pelayan dan hamba. Petrus dikemudian hari mengingatkan kembali tentang hal ini, "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya" (1 Petrus 5:6). The only way up is down. Ini prinsip Kerajaan Surga. Kita anak-anak Tuhan menyandang status sebagai anak Raja, Raja diatas segala raja. Tapi Kerajaan Surga tidaklah seperti kerajaan di dunia, dimana siapa mereka bisa berkuasa secara absolut sesuka hatinya karena punya kuasa untuk itu. Dalam Kerajaan surga justru kita diminta untuk memiliki kerendahan hati, mau melayani orang lain yang paling hina sekalipun dengan sebentuk hati seorang hamba. Maka saya senang menggambarkan diri kita sebagai anak Raja berhati hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki hati hamba dan kerendahan hati untuk melayani berarti pula bahwa kita harus melakukannya dengan penuh kasih, yang menjadi dasar kekristenan. Paulus mengingatkan hal ini: "Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!" (1 Korintus 16:14). Seperti apa bentuk kasih itu? "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.a menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." (1 Korintus 13:4-7). Inilah bentuk kerendahan hati yang harus dimiliki seorang hamba yang mengabdi kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada syarat lain untuk mengabdi kepada Tuhan di KerajaanNya selain rela untuk menjadikan diri kita sebagai pelayan. It's not about how high we rise, but it's about how low we go down. Hanya orang dengan sikap seperti inilah yang akan mampu memuaskan Tuhan, Raja diatas segala raja. Sudahkah kita memiliki sikap anak Raja yang benar, yaitu sikap yang melayani dengan hati hamba? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayan yang baik akan mementingkan kehendak tuannya bukan dirinya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-8092277040551155232?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/8092277040551155232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/renungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8092277040551155232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8092277040551155232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/02/renungan.html' title='Renungan'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-8138596116932370801</id><published>2010-01-29T14:17:00.000+07:00</published><updated>2010-01-29T14:17:29.189+07:00</updated><title type='text'>Pohon Zaitun atau Semak Duri?</title><content type='html'>Ternyata bukan manusia saja yang membutuhkan figur seorang pemimpin. Sekali peristiwa, demikian tutur Kitab Hakim-hakim 9:8, pohon-pohon pergi mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka. Namun, sebagaimana yang dialami manusia, mencari dan menemukan seorang raja bukanlah perkara mudah. Sejumlah kendala menghadang mereka. Pertama, ketika mereka meminta pada pohon zaitun, Jadilah raja atas kami! (Ayat 8), sang pohon zaitun menjawab: Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon? (Ayat 9) Permintaan mereka, sayangnya, ditolak mentah-mentah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berputus-asa, pohon-pohon itu bergerak mendekati pohon ara. Kata mereka: Marilah, jadilah raja atas kami! (Ayat 10) Namun, kembali penolakan menghentikan langkah mereka. Jawab pohon ara: Masakan aku meninggalkan manisanku dan buah-buahku yang baik, dan pergi melayang di atas pohon-pohon? (Ayat 11) Wah, ditolak lagi!&lt;br /&gt;Masih belum mau menyerah, kali ini pohon-pohon berombongan menghampiri pohon anggur: Marilah, jadilah raja atas kami! (Ayat 12). Dengan berharap-harap cemas mereka menanti jawaban sang pohon anggur: Setelah terdiam sejenak, pohon anggur berkata: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon? (Ayat 13) Ditolak tiga kali, waduh, betapa menyakitkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaris putus asa, dengan langkah lesu dan tidak bersemangat, pohon-pohon menyapa semak duri: Marilah, jadilah raja atas kami! (Ayat 14). Tanpa diduga, mereka mendengar semak duri menjawab tegas: Jika kamu sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kamu, datanglah berlindung di bawah naunganku; tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon aras yang di gunung Libanon." (Ayat 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata "semak duri" pertama kali tampil pada Perjanjian Lama dalam peristiwa yang diberi judul oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI): "manusia jatuh ke dalam dosa". Tepatnya, demikianlah dituturkan Alkitab tentang semak duri: Lalu firman-Nya kepada manusia itu: ... dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu....' (Kejadian 3:17-19) Tentunya, tidak sulit bagi kita untuk menemukan bahwa kehadiran "semak duri" di atas terkait dengan hukuman Tuhan bagi Adam yang melanggar larangan-Nya untuk tidak makan buah yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya. (Ayat 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata "semak duri" juga muncul dalam Kitab Nabi Yesaya 32:13-14: ... ratapilah tanah bangsaku yang ditumbuhi semak duri dan puteri malu .... Sebab purimu sudah ditinggalkan dan keramaian kotamu sudah berubah menjadi kesepian. Bukit dan Menara sudah menjadi tanah rata untuk selama-lamanya, menjadi tempat kegirangan bagi keledai hutan dan tempat makan rumput bagi kawanan binatang." Tidak jauh berbeda, nada kesedihan dan kekalahan terdengar nyata dalam ayat-ayat di atas. "Semak duri", tampaknya, memang akrab dengan nuansa negatif dalam kehidupan orang Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati gambaran yang muncul tentang semak duri, sudah selayaknya dan sepatutnya kita mempertanyakan keterpilihan dan kesediaan semak duri menjadi raja atas pohon-pohon. Namun, keterpilihan tersebut tampaknya memang tidak terhindarkan, mengingat para pohon yang sesungguhnya lebih dipilih dan -karenanya- dihubungi lebih awal, tegas-tegas menyatakan penolakan. Tentu saja, kesediaan semak duri menjadi raja segera disambut gembira oleh para pohon pemilih (dijamin kita belum melupakan para bijak bestari yang mengatakan "tiada rotan, akar pun jadi"&lt;br /&gt;bukan? Maksudnya, karena tidak ada pohon yang bersedia menjadi pemimpin, semak duri yang bernuansa negatif pun diterima dengan senang hati!Mengikuti kisah "pohon-pohon mencari raja", sebuah pesan bisa kita temukan dari kisah di atas. Pesan ini bukan terutama ditujukan bagi para pohon pemilih, melainkan lebih pada para pohon terpilih (yang sesungguhnya), yaitu: pohon zaitun, pohon ara, dan pohon anggur. Ketidaksediaan dan penolakan mereka untuk menjadi pemimpin membuat para pohon pemilih terpaksa bersedia dan menerima semak duri sebagai raja mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks negeri kita, pemilu legislatif telah berhasil menghadirkan sekian banyak anggota legislatif lama dan baru. Tentu saja (dan mestinya) mereka termasuk dalam kategori "pohon zaitun, pohon ara, juga pohon anggur". Tentunya, pula, sebagai bagian dari para pohon pemilih, kita dengan senang dan lega hati melihat mereka menerima permintaan kita untuk menjadi pemimpin atas kita. Namun, urusan kita jelas belum selesai. Dari para pemimpin terpilih yang termasuk dalam kategori "pohon zaitun, pohon ara, dan pohon anggur" tersebut, kita menantikan kepemimpinan yang mendatangkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat negeri. Sebab bukan tidak mungkin rakyat akan berpaling dan mencari "semak duri" jika para "pohon terpilih" kelak sibuk dengan urusan dan kepentingan masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Lukas 12:48, Tuhan mengingatkan para "pohon terpilih": Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut." Tentunya peringatan ini tidak mudah dilupakan para "pohon zaitun, pohon ara, dan pohon anggur", bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-8138596116932370801?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/8138596116932370801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/pohon-zaitun-atau-semak-duri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8138596116932370801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8138596116932370801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/pohon-zaitun-atau-semak-duri.html' title='Pohon Zaitun atau Semak Duri?'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-265291034796413918</id><published>2010-01-28T11:10:00.000+07:00</published><updated>2010-01-28T11:10:53.723+07:00</updated><title type='text'>Mewarisi Benci</title><content type='html'>Dendam: luka batin/jiwa yang diturunkan pada anak cicit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timur Citra Sari, Mobil di depan mendadak berhenti. Sambil mengomel, pengemudi yang membawa saya dan sejumlah teman, segera menginjak rem. Semua obrolan di dalam mobil pun tidak berlanjut. Kami melongokkan kepala ke depan, berusaha mencari tahu apa yang menyebabkan perjalanan kami tiba-tiba tertunda.&lt;br /&gt;Mendadak, sebutir batu sebesar kepalan tangan orang dewasa terlihat melintas cepat dan mendarat di atap mobil. "Duk!" Bunyi kerasnya mengejutkan kami semua. Dan, dengan segera kami tahu apa yang menjadi penyebab mobil di depan kami tadi mendadak berhenti. Ada tawuran! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pelajar berlari-lari melewati mobil kami. Tangan mereka terlihat menggenggam batu, ikat pinggang, kayu, dan entah apa lagi. Dalam rasa ngeri karena terjebak tawuran pelajar, mobil kami dan mobil-mobil lainnya berusaha berbalik arah sesegera mungkin. Klakson mobil pun terdengar riuh bersahut-sahutan. Dari jauh terdengar suara sirene mobil polisi. Waduh!&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Tawuran pelajar bukan satu-satunya jenis tawuran yang kita kenal. Kakak-kakak mahasiswa telah menunjukkan bagaimana sebuah tawuran mahasiswa berlangsung baik antarfakultas dalam satu universitas, atau juga antar universitas kepada kita. Tidak ketinggalan, para bapak (dan ibu?) memperkenalkan tawuran antarkampung atau antarkompleks yang tidak kalah seru dibandingkan dengan tawuran anak-anak mereka. &lt;br /&gt;Jika kita mengikuti berbagai pemberitaan analisis mengenai tawuran-tawuran tersebut, kita kerap dibuat tercengang saat mendengar betapa pemicu tawuran bisa jadi teramat sepele dan remeh. Misalnya saja, seorang pelajar dianggap melotot kepada pelajar lainnya. Maka, tawuran pun dimulai. Atau, seorang mahasiswi ditaksir dua mahasiswa dari dua fakultas yang berbeda. Maka, kejadian ini dianggap cukup untuk meletuskan sebuah tawuran. Atau lagi, beberapa penghuni kampung terlihat membuang sampah di kampung lainnya. Maka, bendera tawuran segera dikibarkan. Astaga!&lt;br /&gt;Namun, tunggu dulu. Jika ditelusuri lebih lanjut, biasanya kita akan menemukan betapa bibit-bibit kebencian antarpelajar, antarmahasiswa, atau antarwarga kampung yang gemar bertawuran seperti di atas ternyata telah ditabur sejak lama. &lt;br /&gt;Pemicunya bisa jadi sebuah peristiwa yang up to date, namun niat dan semangat untuk bertawuran sudah dan terus diwariskan dari angkatan ke angkatan, dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, tidak jarang kita mendengar "permusuhan abadi" antara dua sekolah, dua fakultas, atau dua universitas, atau juga dua kampung. Dan, kepada setiap siswa baru, juga mahasiswa baru, juga (lagi) warga kampung yang baru pindah ke sana, diberitahukan tentang keberadaan lawan mereka. &lt;br /&gt;Plus, ditanamkan pula betapa perlunya kebencian tersebut terus dilestarikan (tentu saja, dalam mengindoktrinasi mereka yang baru, warta yang disampaikan adalah betapa kita selalu benar dan lawan kita pasti salah!).&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Kisah cinta klasik antara Romeo dan Juliet juga berlatar belakang permusuhan dan kebencian antardua keluarga yang telah berlangsung sangat lama. Kisah cinta yang berakhir tidak bahagia tersebut sebenarnya merupakan kritik tajam atas tradisi bermusuhan yang melintasi batasan waktu. Tradisi seperti ini ternyata mengorbankan dua orang muda yang sama-sekali tidak terlibat dengan latar belakang permusuhan orangtua atau juga nenek-moyang mereka. Tradisi seperti ini juga membunuh dua orang muda yang sama-sekali tidak merasa perlu saling membenci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, sekarang ini ternyata kita - disadari atau tidak - tengah mengembangkan "tradisi" permusuhan yang dampaknya akan melampaui batasan waktu. Maksudnya, bisa jadi kesempatan hidup kita di dunia ini sudah berakhir, namun semangat kebencian dan permusuhan yang kita tanamkan masih sangat hidup dan mewarnai kehidupan anak dan cucu kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja, dalam suatu kesempatan bisnis kita ditipu oleh seorang pebisnis yang berlatar belakang suku anu. Karena jengkel, saat menggerutu di rumah dan di hadapan anak-anak, kita mengatakan, "Memang suku anu semuanya adalah penipu." &lt;br /&gt;Alhasil, anak-anak kita yang ikut merasakan kejengkelan dan kemarahan kita terdorong untuk membenci suku anu (minimal memiliki rasa tidak suka terhadap suku anu). Padahal mereka tidak pernah ditipu oleh siapapun dari suku anu. Bahkan, bisa jadi salah satu sahabat terbaik mereka di sekolah adalah seseorang dari suku anu! &lt;br /&gt;Atau ketika rumah kita disatroni segerombolan perampok, yang setelah tertangkap diketahui orang ono. Mengetahui identitas para perampok, spontan kita mengumpat, "Dasar orang ono memang penjahat semua!" Tentu saja, sebagai dampak, bukan kesalahan anak-anak kita yang mendengar umpatan tersebut jika mereka kerap memandang curiga teman-teman mereka yang dari ono. &lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Sebuah contoh lain adalah kejengkelan dan kemarahan kita atas serangan Israel terhadap penduduk Palestina di Gaza (termasuk rasa sebal terhadap Amerika Serikat yang mendukung Israel sekalipun tindakannya jelas-jelas mengorbankan begitu banyak nyawa!). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi kejengkelan dan kemarahan tersebut, kita ungkapkan dengan beragam cara, misalnya berdemonstrasi, membuat poster dan spanduk, mengumpulkan bantuan dana, menyediakan diri sebagai relawan kemanusiaan, dan lain-lain. Tentu saja tidak ada yang salah dengan aneka ungkapan protes tersebut. &lt;br /&gt;Namun, kita perlu mencermati kata-kata yang kita gunakan saat mengecam serangan tersebut, pula ekspresi wajah kita saat melontarkan kejengkelan dan kemarahan kita. Juga, jangan lupa perhatikan tindakan kita ketika hendak menunjukkan ketidaksetujuan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, mestinya bukan sekadar kebencian terhadap Israel dan Amerika Serikat yang kita tawarkan kepada mereka yang menyaksikan protes kita (baca: anak-anak kita!), melainkan betapa setiap tindakan kekerasan yang melukai dan melenyapkan nyawa orang lain harus diprotes dan dikecam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kepedulian kita terhadap anak-anak kita yang akan hidup di masa depan, betapa kebencian yang kita wariskan pada mereka akan menyulitkan hidup mereka kelak, saat mereka harus berurusan bisnis dengan seorang Israel, atau berjodoh dengan seorang Amerika Serikat!&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Tampaknya kita perlu banyak belajar dari Tuhan, sang Pencipta yang Maha Pengasih dan Penyayang. Berhadapan dengan kenyataan sekian banyak pejabat negeri ini yang asyik berkorupsi, Tuhan tidak begitu saja mengumpat, Atau, ketika Tuhan melihat kita begitu acuh pada bumi yang Ia ciptakan, tidak semata Tuhan mengekspresikan kemarahan-Nya dengan melenyapkan setiap orang yang berkewarganegaraan Indonesia.&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagi Tuhan, membenci dosa dan kesalahan manusia, justru membuat-Nya semakin mengasihi manusia berdosa yang kerap tidak berdaya untuk melawan dosa yang terus menggerogoti hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, Tuhan menjadikan diri-Nya sendiri sebagai teladan dalam hal mengasihi manusia berdosa. Dan, itu sebabnya Ia bisa mengatakan pada kita "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Matius 5:44)&lt;br /&gt;Dengan cara demikian, mestinya permusuhan yang telah lama terjadi di antara dua sekolah, atau dua fakultas, atau dua universitas, atau dua kampung, atau bahkan dua bangsa tidak lagi terus diperpanjang. Sudah waktunya kebencian dan permusuhan tersebut diakhiri!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-265291034796413918?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/265291034796413918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/mewarisi-benci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/265291034796413918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/265291034796413918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/mewarisi-benci.html' title='Mewarisi Benci'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-2579149053463379652</id><published>2010-01-26T11:31:00.001+07:00</published><updated>2010-01-26T11:43:56.470+07:00</updated><title type='text'>HATI - HATI DENGAN HATI</title><content type='html'>Amsal 4:23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati adalah organ tubuh bagian dalam yang paling besar dan paling penting. Hati terletak dalam rongga perut bagian atas sebelah kanan dan terdiri dari 2 bagian yaitu: Belahan Kiri &amp; Belahan Kanan. Hati memiliki fungsi yang sangat penting dalam metabolisme, pencernaan, pengolahan toksin yang masuk ke dalam tubuh dan dikeluarkan melalui usus, juga bertugas membersihkan darah dari obat-obatan dan racun yang menumpuk dalam darah. Betapa besarnya fungsi hati bagi kehidupan manusia. Bagaimanakah pandangan ALKITAB mengenai HATI? Kita akan melihat apa yang dikatakan ALKITAB mengenai HATI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. APAKAH HATI ITU?&lt;br /&gt;Menurut konsep PL (Leb) terletak pada tingkat perasaan yang terdalam dan mencatat tanggapan-tanggapan yang paling dalam terhadap hidup. Menurut konsep PB (Kardia) adalah keseluruhan pribadi manusia. Biasa juga menunjuk kepada batin manusia seutuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya orang beranggapan bahwa otak menjadi pusat dan pengatur kegiatan manusia. Namun Alkitab mengatakan bahwa HATI-lah yang menjadi pusat. Hatilah yang menentukan pikiran, perasaan, kehendak dan tindakan manusia: Manusia menginsyafi sesuatu dalam hatinya (Ul. 8:5 ), Merenungkan sesuatu (Mzm 19:15), Menyimpan Firman Allah (Mzm 119:11), Berpikir dalam hati (Mrk 2:8), Percaya dalam hati (Roma 10:9). Semua hal tersebut mengacu pada hal-hal yang menyangkut pikiran/intelektual manusia. Ungkapan hati sebagai pusat perasaan manusia antara lain: Hati yang gembira (Ams 17:22), Hati yang penuh kasih, Hati yang takut, Hati yang kuatir, dll. Sedangkan Hati sebagai pusat kehendak antara lain: Hati yang keras dan menolak untuk melakukan perintah Allah (Kel 4:21), Hati yang tunduk, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. MENGAPA KITA PERLU MENJAGA HATI&lt;br /&gt;1. Lalai menjaga hati akan membuat kita terjebak dan menyimpang&lt;br /&gt;- II Tim 4:10, Demas telah mencintai (agape) dunia ini dan meninggalkan Paulus dan pelayannya.&lt;br /&gt;- Dapat membuat kita kehilangan fokus dan prioritas.&lt;br /&gt;- Dapat mengaburkan motivasi dalam pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lalai menjaga hati akan menghancurkan diri sendiri (Ams 17:22)&lt;br /&gt;- Survey di Amerika menunjukkan bahwa antara 40-60% orang yang sakit bermula dari masalah hati/perasaan. Dr. Theodore Rubbin dalam tulisannya "The Angry Book" menulis bahwa, "Kemarahan yang menumpuk dapat menimbulkan rasa bersalah dan memicu beberapa jenis penyakit seperti: Obesitas, Insomnia, Sakit Punggung, Sakit Kepala, Gangguan Fungsi Pencernaan, Penyakit Kulit, Penyakit yang berhubungan dengan kejiwaan, Masalah Seksual dan Kelelahan.&lt;br /&gt;- Kebiasaan menyimpan rasa iri, cemburu, dan kepahitan akan membuat Hati menjadi keras dan tidak peka (Ibr 3:7-19).&lt;br /&gt;Pada dasarnya bukan apa yang terjadi pada diri kita yang terpenting, namun respon kita terhadap hal tersebut adalah yang terpenting. Kita tidak dapat mengontrol setiap masalah, namun kita dapat mengontrol respon kita. Illustrasi: Seorang Tua yang bijaksana dan pemuda. Alasan terbesar mengapa kita harus menjaga hati karena Hati adalah pusat kehidupan kita. Karena semua yang kita pikirkan, rasakan dan lakukan bersumber dari hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III . BAGAIMANA CARA MENJAGA HATI&lt;br /&gt;1. Pembaharuan&lt;br /&gt;Langkah pertama adalah mengijinkan Allah senantiasa mengadakan pembaharuan dalam hati kita (Mzm 51:12). mengadakan pembaharuan dalam hati kita (Mzm 51:12 ). Dampak dari pembaharuan tersebut adalah : Akan diberi hati yang baru (Yeh 1 : 19), Hati yang baru akan membangkitkan kasih yang sejati terhadap manusia dan Allah (Mat 22:37-40), Hati yang penuh kasih akan menuntun kepada ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tinggal dalam Firman-Nya (Mzm 119:9)&lt;br /&gt;Hati yang kuat berakar di dalam Firman Tuhan yang tidak akan terombang-ambing oleh rupa-rupa pencobaan. Firman itu akan tumbuh dan berakar bila direnungkan dan dilakukan. Tidak cukup hanya diterapkan dalam kehidupan kita. Yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana Firman itu berakar dan menguasai hati kita ? Kecenderungan kita adalah sudah terlalu dengar banyak khotbah akhirnya menjadi orang Farisi modern yang hanya banyak cakap tanpa tindakan (NATO), pintar menghakimi dan bersilat kata namun tidak ada tindakan. Contoh James Kennedy (Bagaimana jika Alkitab tidak pernah ditulis .....). Oleh sebab itu ijinkan Roh Kudus menguasai dan mengendalikan hati kita. Tempatkan Dia sebagai Raja dan penguasa di dalam hati kita, biarkan ego kita turun tahta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;Dalam hidup ini ada banyak hal yang tidak dapat dikendalikan, namun bukan berarti kita dengan begitu saja dengan mudah mengasihani diri sendiri karena telah menjadi "korban" kehidupan. Sesungguhnya dalam situasi tanpa pilihan pun, kita sebenarnya tetap dapat memilih. Kita memang tidak dapat mengubah ataupun mengontrol apa yang terjadi disekeliling kita namun kita dapat mengontrol dan mengendalikan "dampaknya" terhadap hidup kita. PUSAT KONTROLNYA ADALAH "HATI" KITA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-2579149053463379652?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/2579149053463379652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/hati-hati-dengan-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2579149053463379652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2579149053463379652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/hati-hati-dengan-hati.html' title='HATI - HATI DENGAN HATI'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-5039381853509619716</id><published>2010-01-25T15:20:00.002+07:00</published><updated>2010-01-25T15:20:53.185+07:00</updated><title type='text'>TAU MENGUCAPSYUKUR</title><content type='html'>“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”&lt;br /&gt;(I Tesalonika 5:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhasil…! Demikian ungkapan dan luapan kegembiraan seorang pencari kerja setelah menemukan namanya tertera sebagai salah seorang yang diterima dalam saringan penerimaan Pegawai di salah satu instansi. Sejenak terbersit dipikirannya perenungan masa lampau, disaat masa nganggur yang penuh dengan penderitaan, susahnya mencari pekerjaan dan lamarannya yang selalu di tolak, hidup penuh perjuangan. Terenung kembali bagaimana dalam setiap doanya selalu mengucap syukur buat semua yang masih dapat dia alamai, walau dengan penuh perjuangan, namun iman dan pengharapannya menguatkan dia untuk tetap semangat dan pantang menyerah. Ia yakin, Tuhan tidak akan melupakannya dalam segala hal. Luapan kegembiraan yang menggebu-gebu itu kemudian terusik diganti dengan penyerahan diri dan ucapan syukur buat pemberian Tuhan dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi diatas ingin mengajak kita merenung kembali sudah sejauh manakah kita dalam hidup ini mengucap syukur kepada Tuhan? Dalam hal-hal apa saja kita mengucapkan syukur kepada Tuhan? Apakah hanya disaat kita menerima rejeki baru kita mengucap syukur atau disaat kita menerima kesehatan baru kita mengucap syukur? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengucap syukurlah dalam segala hal. Mengapa kita harus mengucap syukur? Karena Tuhan melalui AnakNya Tuhan Yesus Kristus telah melepaskan kita dan menyelamatkan kita dari belenggu dosa, perbudakan dan kematian. Karena Yesus kita telah menerima  pengampunan dosa. Oleh sebab itu nafsu duniawi (cinta uang, cinta kekuasaan dll) jangan lagi menggerogoti kehidupan kita, tapi mengucap syukurlah buat apa yang ada pada kita dan buat apa yang sudah kita terima dariNya. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-5039381853509619716?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/5039381853509619716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/tau-mengucapsyukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5039381853509619716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5039381853509619716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/tau-mengucapsyukur.html' title='TAU MENGUCAPSYUKUR'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-1894505604016523117</id><published>2010-01-22T10:10:00.000+07:00</published><updated>2010-01-22T10:10:15.992+07:00</updated><title type='text'>Pemikiran Teologis Modernisme Dan Liberalisme</title><content type='html'>Teologi modernisme dam liberalisme adalah dua saudara kembar sebagai&lt;br /&gt;hasil dari era akal budi dan humanisme. Teologi ini didirikan di atas&lt;br /&gt;keyakinan pada keunggulan rasionalitas, dan mereka bermaksud&lt;br /&gt;menempatkan Allah dengan akal manusia, bahkan lebih jauh lagi menantang&lt;br /&gt;otoritas gereja dan tradisinya dengan rasionalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengambil perasan dan pengalaman sebagai satu-satunya&lt;br /&gt;instrumen bagi pengertian manusia, mereka mencoba menolak semua&lt;br /&gt;kebenaran iman yang self evidence dengan komitmen total pada semangat&lt;br /&gt;positivisme. Disamping menyangkali Allah dan eksistensi-Nya, mereka&lt;br /&gt;memberikan/menyumbangkan kritik tinggi dengan sombong sekali bagi&lt;br /&gt;tradisi dan otoritas apapun, khususnya gereja dan imannya. Mereka&lt;br /&gt;meletakkan keyakinannya pada kemampuan manusia dan menolak&lt;br /&gt;kemungkinan dari Allah dan mujizat. Mereka mempercayai otonomi manusia&lt;br /&gt;dan determinisme, menyatakan bahwa Allah dan iman kepada Allah hanyalah&lt;br /&gt;mungkin ketika manusia hidup di masa-masa kebodohan. Sebagai manusia&lt;br /&gt;masa kini, manusia akan membuang kruk-kruk yang digunakan ketika&lt;br /&gt;pemikiran mereka lemah dan timpang. Manusia masa kini tidak memerlukan&lt;br /&gt;kruk-kruk ini, selain memeliharanya dalam museum sebagai bukti kebodohan&lt;br /&gt;dan keprimitivan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perspektif lain, kita mendapatkan bahwa yang disebut “rasionalisme”&lt;br /&gt;secara ironis kembali pada mistiksisme dan terisi dengan hikmat dari Timur&lt;br /&gt;yang bersifat kekanak-kanakan. Apa yang dapat kita katakan, jika akal&lt;br /&gt;manusia adalah absolut, mungkin akan memilih apapun juga yang dikehendaki&lt;br /&gt;sesuka hati, termasuk tahayul. Ini adalah konsekuensi, ketika akal adalah tuan&lt;br /&gt;dan homo mensura dari Protagoras adalah doktrinnya, maka ironi tersebut&lt;br /&gt;adalah hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, liberalisme dan modernisme sangat bersahabat dan&lt;br /&gt;menyenangkan. Namun dalam analisis akhir, kita mendapatkan bahwa mereka&lt;br /&gt;telah membuang kepercayaannya kepada Allah Alkitab dan secara aktual&lt;br /&gt;telah mengambil sains dan akal sebagai Allah. Mereka mengambil posisi yang&lt;br /&gt;nampaknya ingin mengatakan bahwa tidak ada Allah dan semua yang lain&lt;br /&gt;dapat diterima. Ini adalah sebuah tindakan melawan Allah dan&lt;br /&gt;kekristenan yang tidak bertanggungjawab dan diskriminatif. Walapun mereka&lt;br /&gt;masih memelihara bentuk-bentuk tertentu tentang kebaktian, bahkan masih&lt;br /&gt;memelihara yang digunakan ‘gereja’ dan ‘kekristenan’ dan masih giat dalam&lt;br /&gt;misi dan mengutus, namun pada dasarnya kepercayaan mereka adalah doktrin:&lt;br /&gt;fatherhood of God dan brotherhood of man. Ketenangan dan hidup bersama&lt;br /&gt;dengan damai adalah motif dasar keagamaan mereka. Agama bagi mereka&lt;br /&gt;hanyalah sebuah pakaian kehidupan moral dalam masyarakat. Hal itu adalah&lt;br /&gt;baik bagi manusia untuk memilikinya, tetapi sebenarnya tidak mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensinya, kelompok ini tidak percaya lagi pewahyuan,&lt;br /&gt;penebusan-pengganti, dan mujizat. Mereka berbicara tentang sejarah sebagai&lt;br /&gt;perkembangan natural dengan menaruh kepercayaan absolut di dalam hakikat&lt;br /&gt;manusia. Mereka juga percaya pada kesempurnaan, kemutlakan,&lt;br /&gt;ketidakterbatasan rasionalitas manusia. Di dalam agama dan filsafat, mereka&lt;br /&gt;mengambil posisi sinkritisme, dengan menyarankan Kristus hanyalah sebuah&lt;br /&gt;simbol, Dia juga eksis di luar kekristenan. Bagi mereka, gereja hanyalah&lt;br /&gt;institusi sosial belaka; yang harus bersifat demokratis bahkan dengan&lt;br /&gt;kepercayaan-kepercayaannya. Biarkan anggota-anggotanya memutuskan apa&lt;br /&gt;yang mereka ingin percayai dengan semangat liberalisme, dan masing-masing&lt;br /&gt;anggota memutuskan pengakuannya sendiri. Sebagai konsekuensinya,&lt;br /&gt;mereka kehilangan doktrin ineransi adan infalibilitas kitab suci. Di dalam&lt;br /&gt;pengertian seperti itu, mereka sudah memusatkan humanisme sebagai fondasi&lt;br /&gt;teologi. Bagi mereka, manusia adalah pusat alam semesta, tuan dan hakim.&lt;br /&gt;STULOS 6/2 (September 2007) 165-180&lt;br /&gt;agung bagi diri mereka sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-1894505604016523117?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/1894505604016523117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/pemikiran-teologis-modernisme-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1894505604016523117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1894505604016523117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/pemikiran-teologis-modernisme-dan.html' title='Pemikiran Teologis Modernisme Dan Liberalisme'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-5449241780470911654</id><published>2010-01-21T15:55:00.000+07:00</published><updated>2010-01-21T15:55:27.227+07:00</updated><title type='text'>Bekerja Untuk Hidup Atau Hidup Untuk Bekerja?</title><content type='html'>Ada seorang Ayah dalam sebuah keluarga. Ia adalah seorang pekerja keras yang mencukupi seluruh kebutuhan hidup bagi istri dan ketiga anaknya. Ia menghabiskan malam sesudah bekerja dengan menghadiri kursus-kursus, untuk mengembangkan dirinya dengan harapan suatu hari nanti dia bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali hari Minggu, sang Ayah sangat susah untuk bisa makan bersama-sama keluarganya. Dia bekerja dan belajar sangat keras karena dia ingin menyediakan keluarganya apa saja yang bisa dibeli dengan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali keluarganya mengeluh kalau dia tidak punya cukup waktu dengan mereka, dia selalu beralasan bahwa semuanya ini dilakukan untuk mereka. Tetapi seringkali juga, dia sangat berkeinginan untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari tibalah saatnya hasil ujian diumumkan. Dengan sangat gembira, sang Ayah ini lulus, dengan prestasi gemilang pula! Segera sesudah itu, dia ditawarkan posisi yang baik sebagai Senior Supervisor dengan gaji yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, sekarang sang Ayah mampu memberikan keluarganya kehidupan yang lebih mewah, seperti pakaian yang indah-indah, makanan-makanan enak dan juga liburan ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, keluarganya masih saja tidak bisa bertemu dengan sang Ayah hampir dalam seluruh minggu. Dia terus berkerja sangat keras, dengan harapan bisa dipromosikan ke jabatan Manager. Nyatanya, untuk membuat dirinya calon yang cocok untuk jabatan itu, dia mendaftarkan diri pada kursus lain di Universitas Terbuka. Lagi, setiap saat keluarganya mengeluh kalau sang Ayah tidak menghabiskan cukup waktu untuk mereka, dia beralasan bahwa dia melakukan semua ini demi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, seringkali lagi dia sangat berkeinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu lagi dengan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja keras Sang Ayah berhasil dan dia dipromosikan. Dengan penuh sukacita, dia memutuskan untuk memperkerjakan seorang pembantu untuk membebaskan istrinya dari tugas-tugas rutinnya. Dia juga merasa kalau flat dengan tiga kamar sudah tidak cukup besar lagi, akan sangat baik untuk keluarganya bisa menikmati fasilitas dan kenyamanan sebuah kondominium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merasakan jerih payah kerja kerasnya selama ini, sang Ayah memutuskan untuk lebih jauh lagi belajar dan bekerja supaya bisa dipromosikan lagi. Keluarganya masih tidak bisa sering bertemu dengan dia. Kenyataannya, kadang-kadang sang Ayah harus bekerja di hari Minggu untuk menemani tamu-tamunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi, setiap kali keluarganya mengeluh kalau dia tidak menghabiskan cukup waktu dengan mereka, dia beralasan kalau semua ini dilakukan demi mereka. Tetapi, seringkali lagi dia sangat berkeinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diharapkan, kerja keras sang Ayah berhasil lagi dan dia membeli sebuah kondominium yang indah yang menghadap ke pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam pertama di rumah baru mereka, sang Ayah mengatakan kepada keluarganya bahwa dia memutuskan untuk tidak mau mengambil kursus dan mengejar promosi-promosi lagi. Sejak saat itu dia ingin memberikan lebih banyak waktu lagi untuk keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sang Ayah tidak bangun-bangun lagi keesokan harinya …..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan untuk Refleksi: Apakah anda bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-5449241780470911654?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/5449241780470911654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/bekerja-untuk-hidup-atau-hidup-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5449241780470911654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5449241780470911654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/bekerja-untuk-hidup-atau-hidup-untuk.html' title='Bekerja Untuk Hidup Atau Hidup Untuk Bekerja?'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-4902414311212568961</id><published>2010-01-18T11:14:00.000+07:00</published><updated>2010-01-18T11:14:08.924+07:00</updated><title type='text'>“RENCANA TUHAN INDAH PADA WAKTUNYA”</title><content type='html'>Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawa nya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat , ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran (penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja.. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanya an rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat me meli hara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana , ia dapat meli hat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia meli hat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit.. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju." Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia meli hat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di antara para pasiennya, ia meli hat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia meli hat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alatNya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu. (Diambil dari Inspirational Christian Stories oleh Vincent Magro-Attard)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat melihat kehendak Tuhan digenapkan di dalam hidup anda, anda harus mengikuti Tuhan dan bukan mengharapkan Tuhan yang mengikuti anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dave Meyer, Life In The Word, Juni 1997)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-4902414311212568961?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/4902414311212568961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/rencana-tuhan-indah-pada-waktunya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4902414311212568961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4902414311212568961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/rencana-tuhan-indah-pada-waktunya.html' title='“RENCANA TUHAN INDAH PADA WAKTUNYA”'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-4823690092583136169</id><published>2010-01-13T14:19:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T14:19:57.692+07:00</updated><title type='text'>Gus Dur dan Politik Multikulturalisme</title><content type='html'>Oleh: A SONNY KERAF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang telah ditulis tentang keberpihakan Gus Dur terhadap pluralisme dan multikulturalisme. Harus diakui bahwa komentar, tafsir, dan berbagai teks tentang Gus Dur akan terus mengalir tiada henti. Ini konsekuensi logis dari dua hal.&lt;br /&gt;Pertama, pluralisme bagi Gus Dur bukan sebuah wacana dan bukan pula sekadar sebuah perjuangan untuk menjadi realitas kehidupan bersama. Bagi Gus Dur, pluralisme adalah eksistensi kehidupan dan menjadi sebuah penghayatan eksistensial bagi dirinya. Karena itu, kedua, konsekuensi logisnya, ia menerima adanya tafsir beragam-ragam atas sikap eksistensi hidupnya. Hidupnya adalah sebuah teks multitafsir yang beragam. Yang berarti kontroversi, perbedaan, dan keragaman tafsir atas sikap dan penghayatan hidup Gus Dur sudah menjadi konsekuensi logis dari eksistensi Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini ingin mengangkat tiga aspek penting dari sikap eksistensial Gus Dur sebagai penghayatan hidupnya akan multikulturalisme. Ketiga aspek itu kiranya dapat menjadi landasan bagi terbangunnya sebuah politik multikulturalisme di Indonesia, yaitu terbangunnya penghayatan hidup bersama akan keberagaman sebagai bagian dari hidup bersama yang perlu dihayati secara konsekuen.&lt;br /&gt;Pengakuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek pertama dari multikulturalisme yang dengan gigih dihayati oleh Gus Dur adalah pengakuan akan adanya pluralitas atau perbedaan cara hidup, baik secara agama, budaya, politik, maupun jenis kelamin. Menerima dan menghayati multikulturalisme berarti pertama-tama ada pengakuan mengenai adanya orang lain dalam keberbedaan dan keberlainannya. Inilah yang disebut Will Kymlicka sebagai the politics of recognition: sikap yang secara konsekuen mengakui adanya keragaman, keberbedaan, dan kelompok lain sebagai yang memang lain dalam identitas kulturalnya.&lt;br /&gt;Konsekuensi lebih lanjut dari pengakuan ini, semua orang dan kelompok masyarakat yang beragam-ragam itu harus dijamin dan dilindungi haknya untuk hidup sesuai dengan keunikan dan identitasnya. Dasar moral dari pengakuan, jaminan, dan perlindungan ini adalah humanisme: setiap orang hanya bisa berkembang menjadi dirinya sendiri dalam keunikannya: agama, suku, jenis kelamin, aliran politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaksaan terhadap cara hidup yang berbeda dari yang dianutnya adalah sebuah pelanggaran atas harkat dan martabat manusia yang unik, dan sekaligus juga pengingkaran atas identitas dan jati diri setiap orang sebagai pribadi yang unik. Demikian pula sebaliknya, penghambatan terhadap orang lain dalam melaksanakan identitas agama, budaya, jenis kelamin, dan aliran politiknya yang berbeda sejauh tidak mengganggu tertib bersama adalah juga sebuah pelanggaran atas harkat dan martabat manusia yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua dihayati oleh Gus Dur secara konsekuen, termasuk bahkan dianggap nyeleneh dan kontroversial. Namun, itu adalah risiko dari pilihan politik atas multikulturalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi&lt;br /&gt;Konsekuensi logis dari pilihan politik seperti itu adalah toleransi menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari politik pengakuan. Akibat logis yang masuk akal dari politik pengakuan adalah membiarkan orang lain berkembang dalam identitasnya yang unik. Memaksa orang lain menjadi kita, atau menghambat orang lain menjadi orang lain, sama artinya dengan membangun monokulturalisme. Yang berarti antimultikulturalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, yang menarik pada Gus Dur, toleransi pertama-tama dihayati oleh beliau bukan secara negatif-minimalis: sekadar membiarkan orang lain menjalankan identitas kulturalnya (dalam pengertian luas mencakup agama, adat istiadat, jenis kelamin, dan aliran politik). Toleransi yang negatif-minimalis adalah sekadar tidak melarang, tidak menghambat, tidak mengganggu, dan tidak merecoki orang lain dalam penghayatan identitas kulturalnya. Toleransi negatif-minimalis inilah yang masih menjadi perjuangan berat bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur justru menghayati dan mempraktikkan toleransi yang berbeda dan sudah satu langkah lebih maju dari toleransi negatif-minimalis di atas. Yang dihayati dan dipraktikkan beliau adalah toleransi positif-maksimal: membela kelompok mana saja—termasuk khususnya minoritas—yang dihambat pelaksanaan identitas kulturalnya. Bahkan, lebih maksimal lagi, ia mendorong semua kelompok melaksanakan penghayatan identitas kulturalnya secara konsekuen selama tidak mengganggu ketertiban bersama, tidak mengganggu dan menghambat kelompok lain. Maka, ia mendorong orang Kristen menjadi orang Kristen sebagaimana seharusnya seorang Kristen yang baik. Ia mendorong orang Papua menjadi orang Papua dalam identitas budayanya yang unik. Dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi positif-maksimal ini bahkan dihayati Gus Dur secara konsekuen tanpa kalkulasi politik dan tanpa dipolitisasi untuk kepentingan politik apa pun selain demi humanisme: mendorong semua manusia menjadi dirinya sendiri yang unik tanpa merugikan pihak lain.&lt;br /&gt;Kian jadi diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek ketiga dari multikulturalisme Gus Dur adalah semakin ia mengakui kelompok lain dalam perbedaannya dan mendorong kelompok lain menjadi dirinya sendiri, semakin Gus Dur menjadi dirinya sendiri dalam identitas kultural dan jati dirinya. Semakin Gus Gur mendorong umat dari agama lain menghayati agamanya secara murni dan konsekuen, beliau justru semakin menjadi seorang Muslim yang baik dan tulen.&lt;br /&gt;Ini hanya mungkin terjadi karena Gus Dur sendiri sudah oke dengan jati dirinya sendiri, dengan identitas kulturalnya, dan menjalankan identitas kulturalnya secara murni dan konsekuen sebagaimana ia menghendaki orang lain melakukan hal yang sama. &lt;br /&gt;Itu disertai dengan keyakinan yang teguh bahwa semakin orang menjadi dirinya sendiri dalam identitas kulturalnya, maka semakin terjamin tertib sosial. Sebab, ketika seseorang melaksanakan identitas kulturalnya sampai merusak tertib sosial, ia merusak citra diri dan identitasnya, serta identitas semua kelompok kultural terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, multikulturalisme bukan sebuah ancaman terhadap tertib sosial. Multikulturalisme dengan politik pengakuan dan toleransinya yang dihayati secara konsekuensi sebagai eksistensi manusia akan justru menjamin tertib sosial dan melalui itu setiap orang akan bisa menjadi dirinya sendiri dalam keragamannya yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek besar yang ditinggalkan Gus Dur, yang sekaligus menjadi tantangan kita bersama, adalah bahwa kita masih berbicara tentang multikulturalisme pada tingkat wacana. Kita belum benar-benar menghayati dan melaksanakannya secara konsekuen sebagaimana Gus Dur. Hal itu, antara lain, karena kita terhambat oleh ketakutan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kita takut tidak diterima orang lain dalam keberbedaan dan keunikan identitas kultural dan jati diri kita. Kedua, kita takut akan bayangan kita sendiri yang kita proyeksikan pada orang lain seakan orang lain akan menolak segala praktik kultural kita karena kita sendiri tidak benar-benar oke dengan identitas kultural dan jati diri kita. Ketiga, kita takut kalau-kalau dengan mengakui identitas kultural pihak lain, kita sendiri terbawa hanyut dalam identitas kultural pihak lain lalu kehilangan jati diri.&lt;br /&gt;Minimal Gus Dur telah mengajarkan dan meninggalkan warisan bagi kita bahwa ternyata menghayati dan mempraktikkan multikulturalisme secara murni dan konsekuen itu tidak repot. ”Betul, Gus. Gitu aja kok repot.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A SONNY KERAF Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Pemerintahan Presiden Gus Dur (1999-2001) dan Pengajar Universitas Atma Jaya, Jakarta.&lt;br /&gt;Sumber:Kompas. Sabtu, 9 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-4823690092583136169?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/4823690092583136169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/gus-dur-dan-politik-multikulturalisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4823690092583136169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4823690092583136169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/gus-dur-dan-politik-multikulturalisme.html' title='Gus Dur dan Politik Multikulturalisme'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-7580783611656523903</id><published>2010-01-13T11:22:00.000+07:00</published><updated>2010-01-13T11:22:15.971+07:00</updated><title type='text'>Bendahara Yang Cerdik</title><content type='html'>Salah satu keistimewaan dari perumpamaan-perumpamaan yang pernah diajarkan Yesus adalah selalu mengejutkan, menyentak, dan menyadarkan. Yang menjadi "tokoh pahlawan" biasanya orang yang paling tidak diduga. Ciri itu tampak jelas dalam perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur (Lukas 16:1-13). Kisah ini memancing kontroversi dan perdebatan di antara para penafsir Alkitab. Meskipun menimbulkan banyak pertanyaan, perumpamaan ini menghadapkan kita pada kebenaran yang esensial tentang kehidupan sebagai seorang murid. Perumpamaan ini pertama-tama disajikan dalam ayat 1-8, lalu diikuti dengan penjelasan tentang prinsip-prinsip di dalamnya, yang diajarkan oleh Tuhan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus Menyampaikan Perumpamaan Tentang Bendahara Yang Cerdik (Lukas 16:1-8) &lt;br /&gt;Perumpamaan ini membawa kita memasuki dunia keuangan dan tanggung jawab. Bendahara itu seorang bawahan. Tepatnya, ia hanyalah pegawai yang diserahi kepercayaan oleh tuannya, yang mungkin sedang bepergian, untuk mengawasi usaha dan aset tuannya. Yang jelas, tanggung jawabnya adalah menggunakan kepercayaan itu untuk kepentingan majikannya, bukan dirinya. Namun, godaan untuk menyelewengkan uang bagi tujuan dan kesenangannya sendiri terlalu kuat. Ia menghambur-hamburkan uang itu, melanggar kepercayaan yang diberikan, dan menyalahgunakan harta majikannya. Dan, ketika dituduh lalai, ia tidak bisa menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini hampir sama dengan perumpamaan tentang hamba yang tidak mau mengampuni, dalam Injil Matius pasal 18. Pengulangan situasi yang sama ini menunjukkan bahwa pelanggaran kepercayaan terhadap orang lain, yang umumnya terjadi pada zaman dahulu, terjadi juga pada zaman sekarang. Tentu saja orang itu pantas dipecat. Namun, yang penting untuk diperhatikan adalah posisi si bendahara setelah tuannya berkata, "Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara" (ayat 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan-perusahaan modern biasanya memerintahkan karyawannya yang dipecat untuk segera mengemasi barang-barang di meja kerjanya, atau jika tidak, orang lain yang disuruh membereskannya. Namun, bendahara dalam Injil Lukas, masih diberi kesempatan. Pemecatan dirinya memang tak mungkin dihindari lagi, tetapi belum merupakan sesuatu yang bersifat final atau segera diumumkan. Sampai laporan keuangannya selesai dibuat, ia masih memiliki kesempatan untuk bertindak. Memang, waktunya amat singkat, karena itu ia harus segera bertindak. Ia tidak boleh membuang-buang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kecerdikan orang itu akan tampak. Ia tahu, ia tak punya banyak pilihan. Ia terlalu lemah untuk melakukan pekerjaan kasar dan terlalu gengsi untuk mengemis. Jika tidak bertindak cepat, nasib buruk akan menimpanya. Tetapi, ia tahu benar pepatah yang mengatakan, "Bantulah aku, maka aku akan membantumu." Mungkin ia bisa bermurah hati kepada beberapa orang, sehingga mereka akan balas berbaik hati kepada dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya sederhana. Ia memanggil orang-orang yang berutang kepada tuannya dan mengubah surat utang mereka. Bagaimanapun juga, ia telah lama mengelola laporan keuangan tuannya dan ia masih memiliki wewenang yang sah untuk bertindak atas nama tuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapakah utangmu kepada tuanku?"; "Seratus tempayan minyak."; "Inilah surat utangmu yang lama. Tuliskanlah lagi surat utang lain, tapi tulis saja lima puluh tempayan dan saya akan menandatanganinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapakah utangmu?"; "Seratus pikul gandum."; "Inilah surat utangmu, buatlah surat utang lain, tuliskan saja delapan puluh pikul dan saya akan menandatanganinya."&lt;br /&gt;Kita tidak tahu praktik bisnis pada abad pertama, sehingga sulit memastikan sesuatu yang sedang terjadi. Beberapa ahli yakin bahwa semua transaksi bisnis di masa itu curang dan bendahara ini menggambarkan kecurangan orang-orang pada masa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal itu benar, tetapi mengingat orang-orang ini mungkin akan terus melakukan bisnis dengan orang kaya itu, tafsiran ini tampaknya tidak sesuai. Yang lebih mungkin adalah transaksi yang dilakukan keduanya terselubung atau tidak sah.&lt;br /&gt;Menurut hukum Musa, para bisnisman Yahudi dilarang mengambil riba dari sesama orang Yahudi. Namun, hal itu membuat transaksi dagang menjadi sulit. Jadi, mereka mengakalinya. Ketika meminjamkan uang, tidaklah sah mencantumkan besarnya bunga dalam surat tagihan. Oleh karena itu, dalam tagihan biasanya hanya tercantum sejumlah uang: jumlah total yang sudah mencakup pinjaman pokok, ditambah bunga dan imbalan bagi si bendahara. Jumlah ini seringkali dinyatakan dalam bentuk barang (misalnya minyak atau gandum). Dengan cara ini, transaksi itu akan tampak sejalan dengan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benar demikian, mungkin si bendahara memberi potongan jumlah utang yang tertera dalam tagihan itu dengan menangguhkan bunganya. Karena memungut bunga adalah sesuatu yang melanggar hukum Yahudi, maka tuannya tidak punya dasar apabila ingin memberikan sangsi kepadanya. Bisa jadi, orang-orang yang berutang itu mencurigai alasan di balik "kemurahan hati" si bendahara, meskipun begitu mereka tentu dengan senang hati menerima tawarannya. Karena itu, dengan cerdik ia telah berhasil memperdaya tuannya sekaligus mengambil hati para pengutang itu, sehingga mereka pasti akan mengenangnya sebagai bendahara yang baik hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan itu diakhiri dengan pernyataan, "Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik" (ayat 8). Kita perlu tahu apa yang dikatakan dan apa yang tidak dikatakan. Tuan itu tidak berkata ia berkenan pada tindakan bendahara itu, tetapi ia terkesan pada tindakannya. Orang itu berhasil memperdaya tuannya. Si majikan tentu tak bermaksud memuji ketidakjujuran si bendahara, tetapi bagaikan atlit yang kalah, dengan muka masam mengomentari keahlian dan strategi lawannya, ia terpaksa mengakui kecerdikan si bendahara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kata cerdik adalah kata kunci dalam cerita ini, kita perlu merenungkan maknanya dengan seksama. Dalam bahasa Yunani, kata ini berarti "bertindak dengan perhitungan jauh ke depan", dan hal ini digambarkan dalam perkataan Yesus tentang orang yang bijaksana (secara harfiah juga berarti cerdik) yang membangun rumahnya di atas batu untuk siap menghadapi banjir yang datang (Matius 7:24). Juga digambarkan dalam sosok lima gadis yang "bijaksana" (cerdik) yang membawa persediaan minyak untuk persiapan di masa yang akan datang (Matius 25:1-13). Sifat inilah yang dimiliki oleh bendahara yang tidak jujur itu. Ia bertindak dengan tepat dan meyakinkan pada masa sekarang untuk menempatkan dirinya pada masa yang akan datang. Ia bertindak tepat sesuai dengan situasi. Ia menyadari situasi krisis yang dihadapinya dan meraih peluang yang ada karena kemampuannya memandang jauh ke depan. Ia cukup lihai untuk bertindak dengan kecerdikan dan pertimbangan yang praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini mengusik kesadaran kita. Walaupun bendahara ini tampaknya menjadi pahlawan, sebenarnya tidak. Tetapi melalui tindakan- tindakannya yang menimbulkan keraguan itu, kita dapat melihat suatu kualitas yang diharapkan juga dimiliki oleh murid-murid Tuhan bila mereka ingin hidup secara efektif di dunia ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-7580783611656523903?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/7580783611656523903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/bendahara-yang-cerdik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7580783611656523903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7580783611656523903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/bendahara-yang-cerdik.html' title='Bendahara Yang Cerdik'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-3269847627682220730</id><published>2010-01-06T13:20:00.000+07:00</published><updated>2010-01-06T13:20:24.561+07:00</updated><title type='text'>Ibadah Syukur Awal Tahun HKBP</title><content type='html'>Rabu, (06/01-2009)pukul 10.00 bertempat di Pearaja-Tarutung berlangsung Ibadah Syukur Awal Tahun HKBP. Ibadah Syukur Awal Tahun HKBP mengambil Tema: Menuju Tema Yang Tersusun Rapi (Efesus 2:21; 4:16) dan Sub Tema: HKBP Menyambut Jubelium 150 Tahun dengan menata diri menjadi gereja yang sungguh-sungguh bersih, teratur, transparan, partisipatif dan akuntabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini dihadiri oleh Pemerintah Daerah yang ada di Tapanuli: Wakil Bupati Taput, Bupati Tapteng, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Tobasa; Para Undangan, Sekum PGI: Pdt. Gomar Gultom, MTh, Praeses, Pendeta Ressort, Lembaga dan Yayasan HKBP, dan Jemaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dimulai dengan Ibadah yang dipimpin oleh Pdt Martin Manullang STh sebagai Liturgis dan Pdt Dr Martonggo Sitinjak sebagai pembawa Firman. Acara juga dimeriahkan dengan persembahan Koor dari gereja dan lagu yang dibawakan oleh Trio Perdana dan Trio Lasidos yang dipimpin oleh Amran Silaen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia: Pdt Donal Sipahutar STh, mewakili anggota jemaat dari bonapasogit dan parserahan, Mewakili Pemkab Tapanuli dan Taput, dan diakhiri dengan Bimbingan dan Arahan dari Ephorus HKBP Pdt Dr Bonar Napitupulu. Sebelum arahan dan bimbingan, Ompung Boru mempersembahkan sebuah lagu dan mendapat penghargaan lelang sebesar Rp. 136 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2010 merupakan Tahun Penatalayanan. Melalui tahun ini, gereja HKBP diharapkan menuju gereja yang rapi tersusun dari tingkat jemaat sampai ke pusat. Rapi tersusun dalam administrasi dalam administrasi dan organisasi, keuangan dan kepersonaliaan. gereja haruslah memahami bahwa semua harta, uang dalam gereja adalah milik Tuhan dan harus dipersembahkan kepada Tuhan. Dan semuanya haruslah berjalan dengan tertib dan teratur. "DaripadaNyalah seluruh tubuh yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-3269847627682220730?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/3269847627682220730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/ibadah-syukur-awal-tahun-hkbp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3269847627682220730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3269847627682220730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/ibadah-syukur-awal-tahun-hkbp.html' title='Ibadah Syukur Awal Tahun HKBP'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-6842389118329337414</id><published>2010-01-05T10:45:00.002+07:00</published><updated>2010-01-05T10:45:44.377+07:00</updated><title type='text'>To All...</title><content type='html'>To Those Who Are..SINGLE&lt;br /&gt;Love is like a butterfly. The more you chase it, the more it eludes you. But if you just let it fly, it will come to you when you least expect it. Love can make you happy but often it hurts, but love's only special when you give it to someone who is really worth it. So take your time and choose the best.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Those Who Are...NOT SO SINGLE&lt;br /&gt;Love isn't about becoming somebody else's 'perfect person.' It's about finding someone who helps you become the best person you can be.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Those Who Are ... A PLAYER&lt;br /&gt;Never say 'I love you' if you don't care. Never talk about feelings if they aren't there. Never touch a life if you mean to break a heart. Never look in the eye when all you do is lie. The cruelest thing a guy can do to a girl is to let her fall in love when he doesn't intend to catch her fall and it works both ways...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Those Who Are ...MARRIED&lt;br /&gt;Love is not about 'it's your fault', but 'I'm sorry.' Not 'where are you', but 'I'm right here.' Not 'how could you', but 'I understand.' Not 'I wish you were', but 'I'm thankful you are.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Those Who Are... ENGAGED&lt;br /&gt;The true measure of compatibility is not the years spent together but how&lt;br /&gt;good you are for each other.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Those Who Are .. HEARTBROKEN&lt;br /&gt;Heartbreaks last as long as you want and cut as deep as you allow them to go. The challenge is not how to survive heartbreaks but to learn from them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Those Who Are...NAIVE&lt;br /&gt;How to be in love: Fall but don't stumble, be consistent but not too persistent, share and never be unfair, understand and try not to demand, and get hurt but never keep the pain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Those Who Are .. POSSESSIVE&lt;br /&gt;It breaks your heart to see the one you love happy with someone else but it's more painful to know that the one you love is unhappy with you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Those Who Are... AFRAID TO CONFESS&lt;br /&gt;Love hurts when you break up with someone. It hurts even more when someone breaks up with you. But love hurts the most when the person you love has no idea how you feel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Those Who Are .. STILL HOLDING ON&lt;br /&gt;A sad thing about life is when you meet someone and fall in love, only to find out in the end that it was never meant to be and that you have wasted years on someone who wasn't worth it. If he isn't worth it now he's not going to be worth it a year or 10 years from now. Let go .....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-6842389118329337414?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/6842389118329337414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/to-all.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6842389118329337414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6842389118329337414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2010/01/to-all.html' title='To All...'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-5525288939125742439</id><published>2009-12-17T15:23:00.002+07:00</published><updated>2009-12-17T15:23:33.178+07:00</updated><title type='text'>Maybe this Christmas will mean something more</title><content type='html'>Maybe this Christmas will mean something more&lt;br /&gt;Maybe this year love will appear&lt;br /&gt;Deeper than ever before&lt;br /&gt;And maybe forgiveness will ask us to call&lt;br /&gt;Someone we love&lt;br /&gt;Someone we have lost&lt;br /&gt;For reasons we can't quite recall&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maybe there well be an open door&lt;br /&gt;Maybe the star that shined before&lt;br /&gt;Will shine once more,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And maybe this Christmas will find us at last&lt;br /&gt;In heaven, at peace&lt;br /&gt;Prayed for at least&lt;br /&gt;For the love we have been shown in the past&lt;br /&gt;Maybe this Christmas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Always Show The Best Quotes First&lt;br /&gt;Change Ur Thought, Change Ur Life&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-5525288939125742439?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/5525288939125742439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/12/maybe-this-christmas-will-mean.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5525288939125742439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5525288939125742439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/12/maybe-this-christmas-will-mean.html' title='Maybe this Christmas will mean something more'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-5958643876970456119</id><published>2009-12-14T10:34:00.000+07:00</published><updated>2009-12-14T10:34:23.768+07:00</updated><title type='text'>Makna Advent</title><content type='html'>Kata Advent berarti “kedatangan”. Pusat perhatian dalam masa ini adalah perayaan akan kelahiran Kristus pada Kedatangan-Nya yang pertama dan penantian akan Kedatangan-Nya yang kedua sebagai Raja. Simbol rajani tercermin dalam warna ungu pada lilin-lilin Advent, yang dinyalakan pada Minggu Advent I hingga Minggu Advent III. Minggu Advent IV, adalah Hari Minggu terakhir sebelum Natal dan merupakan klimaks penantian Masa Advent. Pada minggu ini, lilin berwarna pink dinyalakan, warna pink menggambarkan sukacita, karena penantian hampir selesai dan kedatangan-Nya semakin dekat.&lt;br /&gt;ARTI SIMBOL ‘ADVENT WREATH’ dengan Lilin&lt;br /&gt;Asal mula tradisi penyalaan Lilin Advent tidaklah diketahui dengan jelas, namun ada beberapa bukti bahwa rakyat Jerman menggunakan daun-daunan dengan lilin yang dinyalakan selama bulan Desember yang dingin sebagai tanda harapan akan masa depan yang lebih hangat serta banyaknya sinar matahari pada musim semi. Di Scandinavia, saat musim dingin mereka menyalakan lilin-lilin dan menaruhnya disekitar roda, dan memanjatkan doa bagi “dewa terang” supaya memutar “roda dunia” kembali kepada matahari untuk mengembalikan kehangatan.&lt;br /&gt;Sejak Abad Pertengahan, orang Kristen memiliki tradisi menggunakan “Advent Wreath” (Lilin Advent), yaitu rangkaian lima lilin dan tumbuh-tumbuhan hijau yang membentuk sebuah lingkaran, sebagai bagian dari persiapan rohani menyambut Natal karena Kristus adalah “Terang yang telah datang ke dalam dunia” (Yohanes 3:19-21). Dan sejak tahun 1600, gereja mulai memiliki tradisi formal tentang “Advent Wreath” (Lilin Advent)&lt;br /&gt;Empat lilin di bagian luar menggambarkan masa empat abad penantian bangsa Israel akan seorang Jurus’lamat, yaitu sejak jaman nabi Mikha hingga kelahiran Kristus. Keempat lilin ini akan dinyalakan sesuai jumlah Minggu Advent, dan juga merupakan simbol akan datangnya Sang Terang yang membawa Harapan, Damai, Kasih dan Sukacita dalam dunia yang gelap.&lt;br /&gt;Lilin yang berada di tengah menggambarkan Yesus, Sang Jurus’lamat. Lilin ini akan dinyalakan pada Kebaktian Malam Natal sebagai lambang bahwa masa penantian telah berakhir karena Sang Juru selamat telah lahir. Sedangkan daun yang membentuk lingkaran menggambarkan Allah, kekekalan-Nya dan kasih anugerah-Nya yang tidak terputus. Daun yang berwarna hijau menggambarkan harapan selama masa penantian tersebut. Bagi umat Kristen, masa ini memiliki dua arti, yaitu perayaan akan kelahiran Kristus pada kedatangan-Nya yang pertama dan masa penantian akan kedatangan-Nya yang kedua sebagai Raja.&lt;br /&gt;Menandai Masa Adven&lt;br /&gt;Liturgi Adven dirancang untuk menolong kita menyadari bahwa kita hidup dalam masa penantian.&lt;br /&gt;Pada Masa Adven, banyak keluarga memasang Lingkaran Adven di rumah mereka. Selain hiasan-hiasannya yang tampak semarak serta membangkitkan semangat, ada banyak sekali lambang yang terkandung di dalamnya, yang belum diketahui banyak orang.&lt;br /&gt;Pertama, karangan tersebut selalu berbentuk lingkaran. Karena lingkaran tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai akhir, maka lingkaran melambangkan Tuhan yang abadi, tanpa awal dan akhir.&lt;br /&gt;Lingkaran Adven selalu dibuat dari daun-daun evergreen. Dahan-dahan evergreen, sama seperti namanya “ever green” - senantiasa hijau, senantiasa hidup. Evergreen melambangkan Kristus, Yang mati namun hidup kembali untuk selamanya. Evergreen juga melambangkan keabadian jiwa kita. Kristus datang ke dunia untuk memberikan kehidupan yang tanpa akhir bagi kita. Tampak tersembul di antara daun-daun evergreen yang hijau adalah buah-buah beri merah. Buah-buah itu serupa tetesan-tetesan darah, lambang darah yang dicurahkan oleh Kristus demi umat manusia. Buah-buah itu mengingatkan kita bahwa Kristus datang ke dunia untuk wafat bagi kita dan dengan demikian menebus kita. Oleh karena Darah-Nya yang tercurah itu, kita beroleh hidup yang kekal.&lt;br /&gt;Empat batang lilin diletakkan sekeliling Lingkaran Adven, tiga lilin berwarna ungu dan yang lain berwarna merah muda. Lilin-lilin itu melambangkan keempat minggu dalam Masa Adven, yaitu masa persiapan kita menyambut Natal. Setiap hari, dalam bacaan Liturgi Perjanjian Lama dikisahkan tentang penantian bangsa Yahudi akan datangnya Sang Mesias, sementara dalam Perjanjian Baru mulai diperkenalkan tokoh-tokoh yang berperan dalam Kisah Natal. Pada awal Masa Adven, sebatang lilin dinyalakan, kemudian setiap minggu berikutnya lilin lain mulai dinyalakan. Seiring dengan bertambah terangnya Lingkaran Adven setiap minggu dengan bertambah banyaknya lilin yang dinyalakan, kita pun diingatkan bahwa kelahiran Sang Terang Dunia semakin dekat. Semoga jiwa kita juga semakin menyala dalam kasih kepada Bayi Yesus.&lt;br /&gt;Warna-warni keempat lilin juga memiliki makna tersendiri. Lilin ungu sebagai lambang pertobatan. Warna ungu mengingatkan kita bahwa Adven adalah masa di mana kita mempersiapkan jiwa kita untuk menerima Kristus pada Hari Natal. Lilin merah muda dinyalakan pada Hari Minggu Adven III yang disebut Minggu “Gaudete”. “Gaudete” adalah bahasa Latin yang berarti “sukacita”, melambangkan adanya sukacita di tengah masa pertobatan karena sukacita Natal hampir tiba. Warna merah muda dibuat dengan mencampurkan warna ungu dengan putih. Artinya, seolah-olah sukacita yang kita alami pada Hari Natal (yang dilambangkan dengan warna putih) sudah tidak tertahankan lagi dalam masa pertobatan ini (ungu) dan sedikit meledak dalam Masa Adven. Pada Hari Natal, keempat lilin tersebut digantikan dengan lilin-lilin putih - masa persiapan kita telah usai dan kita masuk dalam sukacita yang besar.&lt;br /&gt;Pada kaki setiap lilin, atau pada kaki Lingkaran Adven, ditempatkan sebuah mangkuk berwarna biru. Warna biru mengingatkan kita pada Bunda Maria, Bunda Allah, yang mengandung-Nya di dalam rahimnya serta melahirkan-Nya ke dunia pada hari Natal.&lt;br /&gt;Lingkaran Adven diletakkan di tempat yang menyolok di gereja. Para keluarga memasang Lingkaran Adven yang lebih kecil di rumah mereka. Lingkaran Adven kecil ini mengingatkan mereka akan Lingkaran Adven di Gereja dan dengan demikian mengingatkan hubungan antara mereka dengan Gereja. Lilin dinyalakan pada saat makan bersama. Berdoa bersama sekeliling meja makan mengingatkan mereka akan meja perjamuan Tuhan di mana mereka berkumpul bersama setiap minggu untuk merayakan perjamuan Ekaristi - santapan dari Tuhan bagi jiwa kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-5958643876970456119?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/5958643876970456119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/12/makna-advent.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5958643876970456119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/5958643876970456119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/12/makna-advent.html' title='Makna Advent'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-7245382707906990096</id><published>2009-12-04T11:01:00.002+07:00</published><updated>2009-12-04T11:01:32.564+07:00</updated><title type='text'>ARTI  SEBUAH  CINTA</title><content type='html'>Suatu ketika terdapat sebuah pulau tempat tinggal seluruh perasaan: Kebahagiaan, Kesedihan, Kekayaan, Kesombongan, dan termasuk di dalamnya Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari diumumkan kepada seluruh perasaan bahwa pulau tersebut tidak lama lagi akan tenggelam, sehingga seluruh perasaan yang ada segera mempersiapkan perahunya untuk pergi. Cinta terus bertahan hingga detik-detik terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pulau hampir tenggelam, barulah Cinta berpikir untuk meminta bantuan. Kekayaan lewat di depannya dengan kapal yang megah. Cinta berkata: “Kekeyaan, bolehkah aku pergi bersamamu?”.&lt;br /&gt;Kekayaan menjawab: “Tidak bisa, kapalku penuh dengan emas dan permata, tidak ada ruang lagi yang tersisa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memutuskan untuk bertanya kepada kesombongan yang melewatinya dengan kapal yang indah. Katanya: “Kesombongan, tolonglah selamatkan aku!”.&lt;br /&gt;Kesombongan menjawab: “Cintaku sayang, aku tidak bisa membantumu, kamu basah sekali, nanti merusak kepalku yang indah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan tampak berlayar di dekat pulau. Cinta berteriak: “Kesedihan, ijinkan aku pergi bersamamu!”.&lt;br /&gt;Kesedihan menjawab: “Aduh… cinta, aku terlalu sedih. Sekarang aku hanya ingin sendiri, kamu tidak bisa ikut dengan aku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat, kebahagiaan pun tampak di kejauhan, tetapi dia terlalu bahagia sehingga tidak mendengar Cinta memanggilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara: “Cinta, ikutlah denganku”. Muncullah sosok tua dengan kapal yang tidak kalah tuanya namun berkesan anggun dan berwibawa. Cinta sangat bersyukur, langsung naik ke kapal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat terlalu girang bisa selamat dari pulau yang mau tenggelam, saat mencapai daratan kering, Cinta lupa menanyakan nama sosok tersebut hingga sosok tersebut hilang menjauh di telan cakrawala, melanjutkan perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar betapa besar hutang budinya kepada sosok tua tersebut, Cinta pun bertanya kepada Pengetahuan, sesepuh para perasaan yang ditemuinya di pulau itu. Katanya: “Siapakah yang telah menolongku?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia adalah waktu”, jawab Pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu…?”, tanya Cinta setengah tidak percaya. “Tapi kenapa Waktu bersedia menolongku?” Pengetahuan tersenyum dengan penuh kebijaksanaan dan menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… karena hanya waktu yang dapat memahami betapa besar arti sebuah cinta…”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-7245382707906990096?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/7245382707906990096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/12/arti-sebuah-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7245382707906990096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7245382707906990096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/12/arti-sebuah-cinta.html' title='ARTI  SEBUAH  CINTA'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-8299460242812467513</id><published>2009-11-26T15:05:00.002+07:00</published><updated>2009-11-26T15:05:55.122+07:00</updated><title type='text'>Never</title><content type='html'>never say i love you if you don't really care&lt;br /&gt;never talk about feeling if they aren't really there&lt;br /&gt;never hold my hand if you are gonna brake my heart&lt;br /&gt;never say you are going to if you never plan to start&lt;br /&gt;never look into my eyes if all you do is lie&lt;br /&gt;never say hi if you really mean goodbye&lt;br /&gt;if you really mean forever then say you will&lt;br /&gt;never say forever cause forever makes me cry&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-8299460242812467513?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/8299460242812467513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/never.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8299460242812467513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8299460242812467513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/never.html' title='Never'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-2950441937727310341</id><published>2009-11-23T11:06:00.000+07:00</published><updated>2009-11-23T11:06:23.174+07:00</updated><title type='text'>Meaning of F.R.I..E.N.D.S.H.I.P</title><content type='html'>Meaning of F.R.I..E.N.D.S.H.I.P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"F" is for Fun............That friends share when they are together.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"R" is for Reliability....A true friend is someone that you can always rely on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I" is for Interest.......Someone who is genuinely interested in you, your fears, joys, and life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"E" is for Energy.........They pick you up when you are down, and give you the energy to go on and believe in yourself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"N" is for Nothing........Nothing is ever too much, no matter what time it is, night or day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"D" is for Distance.......Although the miles may separate you, a true friend is never far away.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"S" is for Secrets......Your feelings and personal/private thoughts that you can only share with a friend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"H" is for Happiness......The way one feels when they are with a friend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I" is for Inseparable....Through good times and bad, tears and laughter. A friend will always be there for you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"P" is for Perfect....The friendship...........................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-2950441937727310341?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/2950441937727310341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/meaning-of-friendship.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2950441937727310341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2950441937727310341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/meaning-of-friendship.html' title='Meaning of F.R.I..E.N.D.S.H.I.P'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-3445676201268525865</id><published>2009-11-19T11:19:00.002+07:00</published><updated>2009-11-19T11:19:47.665+07:00</updated><title type='text'>Burung Garuda</title><content type='html'>Seorang murid Sekolah Minggu yang mempunyai sifat kritis bertanya kepada gurunya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid : Pak, mengapa lambang negara kita burung garuda...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru : Karena sesuai dengan hari kemerdekaan kita, 17 Agustus 1945, 17 adalah jumlah bulu di sayap, 08 (Agustus) adalah jumlah bulu di ekor, dan 45 adalah jumlah bulu yang berada di leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid : Lalu mengapa negara kita merdeka tanggal 17 Agustus bukan tanggal yang lain, tanggal 02 Januari misalnya...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru : Hmmm, kalau kita merdeka tanggal 02 Januari, berarti lambang negara kita bukan lagi burung garuda melainkan capung, dengan dua sayap dan satu ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid : ...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-3445676201268525865?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/3445676201268525865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/burung-garuda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3445676201268525865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3445676201268525865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/burung-garuda.html' title='Burung Garuda'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-6554952712959394271</id><published>2009-11-13T11:25:00.003+07:00</published><updated>2009-11-13T11:25:14.856+07:00</updated><title type='text'>Rencana Besar Tuhan Dibalik Kegagalan</title><content type='html'>“Rahasia kesuksesan bukan praktek, modal bisnis atau tren” ujar Steven Robbins, penulis “The Leadership Workshop”. Itu semua cuma produk sampingan dari rahasia sesungguhnya, yaitu bahwa semua praktek bisnis terbaik di dunia tidak akan membuahkan hasil kecuali anda mengerti bahwa faktor utama yang mendorong sebuah kesuksesan adalah BELIEF (Apa yang anda percayai)!”&lt;br /&gt;Dalam bahasa Inggris, percaya (believe in) berarti menerima sesuatu sebagai kebenaran. Tapi menurut C.S. Lewis, pemikir dan penulis Kristen besar abad 20, telah terjadi pergeseran makna dari kata ‘percaya’. Saat ini orang lebih melihat ‘percaya’ sebagai ‘menyetujui’ (to approve of). Ini jadi problem karena orang bisa saja menyetujui sesuatu, tetapi belum tentu ia betul-betul mempercayainya sebagai kebenaran.&lt;br /&gt;Analoginya adalah cerita tentang seorang ahli akrobat yang berjalan diatas seutas tali melintasi air terjun Niagara. Kepada orang-orang yang menonton ia bertanya apakah mereka percaya bahwa ia bisa berjalan diatas tali itu? Semua orang menjawab “Ya, kami percaya!”. Maka ia pun melintasi air terjun itu dengan selamat. Kemudian dia bertanya kembali “ Percayakah anda, saya dapat menggendong seseorang dengan selamat menuju ke seberang sana?” Semua orang menjawab bahwa mereka percaya. Tapi ketika ahli akrobat ini bertanya apakah orang orang yang percaya ini ada yang bersedia digendong olehnya untuk melintasi air terjun, tak seorang pun yang mengajukan diri kecuali seorang gadis. Singkat cerita, ahli akrobat itu berhasil melintasi air terjun di atas seutas tali sambil menggendong gadis itu dengan selamat. Gadis itu ternyata anak perempuannya. Ia satu-satunya orang yang betul- betul percaya pada kemampuan ayahnya.&lt;br /&gt;Banyak orang Kristen menyetujui kekristenan, tapi mereka tidak betul-betul percaya pada kebenaran Firman Tuhan dan janji-janji-Nya; terutama saat sudah masuk di area bisnis dan profesi. Ketika harus menggunakan unsur BELIEF demi meningkatkan performa kerja, maka teori-teori mengenai kekuatan pikiran yang tak terbatas (unlimited power of mind dan sejenismya) lebih menjadi pilihan. Alasannya sederhana saja, karena semuanya itu bisa kita kontrol.&lt;br /&gt;Banyak orang tidak sadar bahwa hal-hal semacam itu berbahaya sebab akan menciptakan ‘little god in you’ yang konsepnya berawal pada pemikiran bahwa Anda tidak butuh Tuhan. Padahal ketika kekristenan bicara soal positive thinking dan sejenisnya, dasar dari semuanya adalah iman; bahwa kita tidak ada apa-apanya tanpa pertolongan Tuhan yang memberikanya melalui Roh Kudus. Tuhan-lah yang merupan sumber tak terbatas (unlimited source) dari segala hikmat, kebijaksanaan, dan kemampuan; termasuk pula sumber berkat, karir dan rejeki. Tentu saja bukan berarti kita percaya begitu saja kepada takdir dan nasib sebab prinsip kekristenan adalah ”Ora et Labora” . Siapa yang tak bekerja, janganlah ia makan. Kita dapat melihat bahwa BELIEF adalah merupakan landasan dari 5P (Philosophy, Positive mind, Policy, Practises and Performances) yang merupakan esensi dari sebuah kegiatan usaha.&lt;br /&gt;Dan karena manusia diciptakan sebagai mahkluk penyembah. Ketika ada hal lain yang menjadi sentral hidup dan pusat penyembahanya, itu merupakan kekejian bagi Tuhan. Alkitab jelas berkata “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatanya sendiri, dan yang hatinya jauh dari pada Tuhan.” (Yeremia 17:56).&lt;br /&gt;Matius 19:16-24 menceritakan tentang Tuhan Yesus yang meminta seorang pemuda kaya untuk menjual seluruh hartanya dan mengikuti Dia. Yesus tidak menuntut hal ini pada orang-orang kaya lain yang ditemuiNya. Mengapa? Karena Yesus tahu, khusus bagi pemuda kaya ini, hartanya telah menjadi pusat ‘alam semesta’nya (alias telah jadi berhala baginya). Dan pemuda ini memang gagal memenuhi permintaan Yesus. Kemanusiaan kita memang tidak akan cukup kuat untuk membuat kita berpaling kepada Kristus, apalagi yang menjadi ‘pusat alam semesta’ kita tampaknya terlalu indah untuk ditinggalkan.&lt;br /&gt;Tuhan kadang mengijinkan kegagalan terjadi supaya segala berhala dan ilah palsu yang menjadi pusat hidup kita dihancurkan dan kita pun akan beralih pada kasih-Nya.&lt;br /&gt;Saat itu terjadi, Tuhan kadang mengijinkan kegagalan terjadi supaya segala berhala dan ilah palsu yang menjadi pusat hidup kita dihancurkan dan kita pun akan beraih pada kasih-Nya. Banyak orang yang diijinkan mengalami kegagalan dan proses perubahan dalam kehidupan bisnis dan profesi mereka, supaya BELIEF mereka betul-betul memiliki orientasi yang benar dan mereka bisa mengalami kesuksesan sejati sesuai dengan rencana Allah bagi mereka sejak awal. Sebab Dia telah berjanji akan memberkati orang yang mengandalkan dan menaruh harapannya pada-Nya. (Yeremia 17:7-8)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-6554952712959394271?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/6554952712959394271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/rencana-besar-tuhan-dibalik-kegagalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6554952712959394271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6554952712959394271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/rencana-besar-tuhan-dibalik-kegagalan.html' title='Rencana Besar Tuhan Dibalik Kegagalan'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-6994013946887203862</id><published>2009-11-10T14:22:00.000+07:00</published><updated>2009-11-10T14:22:31.609+07:00</updated><title type='text'>MENGENANG ARTI HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER</title><content type='html'>Hari ini adalah Hari Pahlawan 10 NOVEMBER. Peristiwa 10 November merupakan peristiwa sejarah perang antara Indonesia dan Belanda. Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak itu, Indonesia diduduki oleh Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada Agustus 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Sebelum dilucuti oleh sekutu, rakyat dan para pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada 25 Oktober. Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tetapi, selain itu, tentara Inggris juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pun membonceng. Itulah yang meledakkan kemarahan rakyat Indonesia di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Surabaya, dikibarkannya bendera Belanda, Merah-Putih-Biru, di Hotel Yamato, telah melahirkan Insiden Tunjungan, yang menyulut berkobarnya bentrokan-bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris dengan badan-badan perjuangan yang dibentuk oleh rakyat. Bentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya, memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukan Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30.000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari kalangan ulama' serta kiyai-kiyai pondok jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kiyai-kiyai pesantren lainnya mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kiyai)juga ada pelopor muda seperti bung tomo dan lainnya. sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, mari kita tetap mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah gugur di medan tempur dan menjiwai semangat patriotisme mereka. Selamat hari Pahlawan....Pahlawanku, jasamu tetap dikenang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-6994013946887203862?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/6994013946887203862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/mengenang-arti-hari-pahlawan-10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6994013946887203862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6994013946887203862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/mengenang-arti-hari-pahlawan-10.html' title='MENGENANG ARTI HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-7995420321031656639</id><published>2009-11-09T11:48:00.000+07:00</published><updated>2009-11-09T11:48:33.973+07:00</updated><title type='text'>Kisah Cinta</title><content type='html'>Seorang pria dan seorang gadis saling jatuh cinta dengan menggebu-gebu, mereka memutuskan untuk bertunangan. Itulah saat hadiah hadiah dipertukarkan. Si lelaki sangat miskin-satu-satunya kepunyaan yang paling berharga adalah sebuah arloji peningggalan kakeknya. Memikirkan rambut kekasihnya yang indah , ia memutuskan menjual arloji itu agar bisa membelikan gadisnya sebuah jepitan rambut perak. Si gadis pun tak punya uang untuk membelikan sebuah hadiah. Ia pergi ke toko seorang saudagar besar di kotanya dan menjual rambutnya. Dengan uang yang didapat, ia membeli sebuah ban arloji dari emas untuk kekasihnya. Ketika mereka bertemu di pesta pertunangan si gadis memberikan si lelaki sebuah ban arloji yang telah dijual si lelaki, dan si lelaki memberikan si gadis sebuah jepitan rambut perak untuk rambutnya yang tak lagi ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tanggapan kamu semua:::???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-7995420321031656639?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/7995420321031656639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/kisah-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7995420321031656639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/7995420321031656639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/kisah-cinta.html' title='Kisah Cinta'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-3954378016457077319</id><published>2009-11-06T13:34:00.002+07:00</published><updated>2009-11-06T13:34:18.074+07:00</updated><title type='text'>Tuhan Menciptakan</title><content type='html'>"TUHAN menciptakan 2 tangan, 2 kaki, 2 telinga, dan dua mata untuk memegang, berjalan, mendengar dan melihat, tetapi kenapa TUHAN hanya menciptakan satu Hati?? karena TUHAN memberikan hati yang satunya kepada kekasihmu"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-3954378016457077319?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/3954378016457077319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/tuhan-menciptakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3954378016457077319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3954378016457077319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/tuhan-menciptakan.html' title='Tuhan Menciptakan'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-4316344868744652106</id><published>2009-11-05T11:39:00.002+07:00</published><updated>2009-11-05T11:39:51.286+07:00</updated><title type='text'>Sumpah Pemuda</title><content type='html'>SOEMPAH PEMOEDA&lt;br /&gt;Pertama :&lt;br /&gt;- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua :&lt;br /&gt;- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga :&lt;br /&gt;- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djakarta, 28 Oktober 1928&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di&lt;br /&gt;Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)&lt;br /&gt;Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)&lt;br /&gt;Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)&lt;br /&gt;Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)&lt;br /&gt;Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)&lt;br /&gt;Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)&lt;br /&gt;Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)&lt;br /&gt;Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)&lt;br /&gt;Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)&lt;br /&gt;Peserta :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;      Abdul Muthalib Sangadji&lt;br /&gt;   2.&lt;br /&gt;      Purnama Wulan&lt;br /&gt;   3.&lt;br /&gt;      Abdul Rachman&lt;br /&gt;   4.&lt;br /&gt;      Raden Soeharto&lt;br /&gt;   5.&lt;br /&gt;      Abu Hanifah&lt;br /&gt;   6.&lt;br /&gt;      Raden Soekamso&lt;br /&gt;   7.&lt;br /&gt;      Adnan Kapau Gani&lt;br /&gt;   8.&lt;br /&gt;      Ramelan&lt;br /&gt;   9.&lt;br /&gt;      Amir (Dienaren van Indie)&lt;br /&gt;  10.&lt;br /&gt;      Saerun (Keng Po)&lt;br /&gt;  11.&lt;br /&gt;      Anta Permana&lt;br /&gt;  12.&lt;br /&gt;      Sahardjo&lt;br /&gt;  13.&lt;br /&gt;      Anwari&lt;br /&gt;  14.&lt;br /&gt;      Sarbini&lt;br /&gt;  15.&lt;br /&gt;      Arnold Manonutu&lt;br /&gt;  16.&lt;br /&gt;      Sarmidi Mangunsarkoro&lt;br /&gt;  17.&lt;br /&gt;      Assaat&lt;br /&gt;  18.&lt;br /&gt;      Sartono&lt;br /&gt;  19.&lt;br /&gt;      Bahder Djohan&lt;br /&gt;  20.&lt;br /&gt;      S.M. Kartosoewirjo&lt;br /&gt;  21.&lt;br /&gt;      Dali&lt;br /&gt;  22.&lt;br /&gt;      Setiawan&lt;br /&gt;  23.&lt;br /&gt;      Darsa&lt;br /&gt;  24.&lt;br /&gt;      Sigit (Indonesische Studieclub)&lt;br /&gt;  25.&lt;br /&gt;      Dien Pantouw&lt;br /&gt;  26.&lt;br /&gt;      Siti Sundari&lt;br /&gt;  27.&lt;br /&gt;      Djuanda&lt;br /&gt;  28.&lt;br /&gt;      Sjahpuddin Latif&lt;br /&gt;  29.&lt;br /&gt;      Dr.Pijper&lt;br /&gt;  30.&lt;br /&gt;      Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)&lt;br /&gt;  31.&lt;br /&gt;      Emma Puradiredja&lt;br /&gt;  32.&lt;br /&gt;      Soejono Djoenoed Poeponegoro&lt;br /&gt;  33.&lt;br /&gt;      Halim&lt;br /&gt;  34.&lt;br /&gt;      R.M. Djoko Marsaid&lt;br /&gt;  35.&lt;br /&gt;      Hamami&lt;br /&gt;  36.&lt;br /&gt;      Soekamto&lt;br /&gt;  37.&lt;br /&gt;      Jo Tumbuhan&lt;br /&gt;  38.&lt;br /&gt;      Soekmono&lt;br /&gt;  39.&lt;br /&gt;      Joesoepadi&lt;br /&gt;  40.&lt;br /&gt;      Soekowati (Volksraad)&lt;br /&gt;  41.&lt;br /&gt;      Jos Masdani&lt;br /&gt;  42.&lt;br /&gt;      Soemanang&lt;br /&gt;  43.&lt;br /&gt;      Kadir&lt;br /&gt;  44.&lt;br /&gt;      Soemarto&lt;br /&gt;  45.&lt;br /&gt;      Karto Menggolo&lt;br /&gt;  46.&lt;br /&gt;      Soenario (PAPI &amp; INPO)&lt;br /&gt;  47.&lt;br /&gt;      Kasman Singodimedjo&lt;br /&gt;  48.&lt;br /&gt;      Soerjadi&lt;br /&gt;  49.&lt;br /&gt;      Koentjoro Poerbopranoto&lt;br /&gt;  50.&lt;br /&gt;      Soewadji Prawirohardjo&lt;br /&gt;  51.&lt;br /&gt;      Martakusuma&lt;br /&gt;  52.&lt;br /&gt;      Soewirjo&lt;br /&gt;  53.&lt;br /&gt;      Masmoen Rasid&lt;br /&gt;  54.&lt;br /&gt;      Soeworo&lt;br /&gt;  55.&lt;br /&gt;      Mohammad Ali Hanafiah&lt;br /&gt;  56.&lt;br /&gt;      Suhara&lt;br /&gt;  57.&lt;br /&gt;      Mohammad Nazif&lt;br /&gt;  58.&lt;br /&gt;      Sujono (Volksraad)&lt;br /&gt;  59.&lt;br /&gt;      Mohammad Roem&lt;br /&gt;  60.&lt;br /&gt;      Sulaeman&lt;br /&gt;  61.&lt;br /&gt;      Mohammad Tabrani&lt;br /&gt;  62.&lt;br /&gt;      Suwarni&lt;br /&gt;  63.&lt;br /&gt;      Mohammad Tamzil&lt;br /&gt;  64.&lt;br /&gt;      Tjahija&lt;br /&gt;  65.&lt;br /&gt;      Muhidin (Pasundan)&lt;br /&gt;  66.&lt;br /&gt;      Van der Plaas (Pemerintah Belanda)&lt;br /&gt;  67.&lt;br /&gt;      Mukarno&lt;br /&gt;  68.&lt;br /&gt;      Wilopo&lt;br /&gt;  69.&lt;br /&gt;      Muwardi&lt;br /&gt;  70.&lt;br /&gt;      Wage Rudolf Soepratman&lt;br /&gt;  71.&lt;br /&gt;      Nona Tumbel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"&lt;br /&gt;gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat&lt;br /&gt;      di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah&lt;br /&gt;      Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie&lt;br /&gt;      Kong Liong.&lt;br /&gt;   2. 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau&lt;br /&gt;      Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang&lt;br /&gt;      yaitu :&lt;br /&gt;      a. Kwee Thiam Hong&lt;br /&gt;      b. Oey Kay Siang&lt;br /&gt;      c. John Lauw Tjoan Hok&lt;br /&gt;      d. Tjio Djien kwie&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-4316344868744652106?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/4316344868744652106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/sumpah-pemuda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4316344868744652106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/4316344868744652106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/sumpah-pemuda.html' title='Sumpah Pemuda'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-9054098681546573823</id><published>2009-11-02T10:25:00.000+07:00</published><updated>2009-11-02T10:25:11.522+07:00</updated><title type='text'>Hujan Deras dan Banjir Melanda Kota Tarutung</title><content type='html'>Kekuatan alam memang tidak dapat dideteksi kapan akan datangnya. Dia bisa datang tanpa didugaduga samasekali. Demikan hujan yang dibarengi dengan petir, salah satu kekuatan alam yang terjadi di Tarutung pada MInggu (01/11). Akibat dari hujan yang turun dengan derasnya mengakibatkan banjir, longsor dan menghambat hubungan darat dan menggenangi rumah warga dibeberapa titik di kota Tarutung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selokan dan parit-parit yang dibuat tidak mampu untuk menampung air yang mengalir sehingga menggenanggkan jalan dan merusak tanggul yang menahan air supaya tidak kena ke jalan raya (salah satu contoh di depan Gereja HKI Siwaluompu). Hal ini sudah sering terjadi di kota Tarutung dan perlu mendapat perhatian dari pemerintah, agar kejadian banjir tidak terulang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu mendapat perhatian pemerintah agar ada pembenahan ke depan, dan perhatian perwakilan rakyat di DPRD Taput yang dimuliakan yang baru dilantik. Warga juga perlu menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan di segala tempat termasuk di selokan dan parit-parit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-9054098681546573823?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/9054098681546573823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/hujan-deras-dan-banjir-melanda-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/9054098681546573823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/9054098681546573823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/11/hujan-deras-dan-banjir-melanda-kota.html' title='Hujan Deras dan Banjir Melanda Kota Tarutung'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-3832850117734353490</id><published>2009-10-28T10:34:00.002+07:00</published><updated>2009-10-28T10:34:52.462+07:00</updated><title type='text'>Konsultasi Naposobulung HKBP 2009 Resmi Dibuka</title><content type='html'>Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Dr. Jamilin Sirait membuka secara resmi Konsultasi Naposobulung HKBP (NHKBP) II tahun 2009, Senin (27/10). Konsultasi NHKBP II kali ini menagmbil tema “Called To Be One Faithful In Chirst In The Plural World”. Nats yang mendasari tema ini adalah Yoh. 17:21 dan 1 Tim 4:12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir juga dalam acara pembukaan ini wakil bupati Taput bapak Bangkit Silaban dan dua orang utusan UEM Jerman. Sedangkan Ms. Karolina Rumbiak tampak hadir mewakili lembaga UEM perwakilan Indonesia. Peserta Konsultasi NHKBP ini sendiri adalah para NHKBP perwakilan dari tiap distrik yang diutus oleh praeses dan pengurus NHKBP distrik sebanyak 7 orang, ditambah kabid koinonia dari tiap distrik. Diasumsikan, kabid koinonia yang turut serta dalam pertemuan pemuda ini akan menambah daya juang peserta untuk menindaklanjuti hasil konsultasi tersebut di distrik masing-masing. Sampai tgl. 27 Oktober malam, tercatat sudah ada 112 peserta yang terdaftar mengikuti acara konsultasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kata sambutannya, Pdt. Dr. Jamilin Sirait meminta kepada seluruh peserta yang hadir untuk benar-benar berkonsentrasi dari hari pertama hingga terakhir untuk menelurkan sesuatu yang bisa mengembangkan NHKBP di tiap distrik dan resort. Beliau juga menekankan agar pertemuan ini tidak hanya dilakukan secara terpusat, namun tiap peserta dapat mengembangkannya di tiap distrik dan resort masing-masing agar segala keputusan dapat lebih efektif dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kepada para tamu, amang Pdt. Sirait meminta agar bersedia memberikan perhatian kepada NHKBP yang memang belakangan ini banyak menghadapi tantangan, baik tantangan global maupun tantangan intern NHKBP sendiri. Terkhusus kepada UEM Jerman, Bapak Sirait meminta agar kegiatan pertukaran pemuda gereja antar negara kembali dihidupkan dan NHKBP akan dengan senang hati mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setetah dibuka secara resmi, hari pertama konsultasi pemuda ini juga diisi dengan ceramah dari narasumber-narasumber yang sudah dipilih panitia secara selektif berdasarkan keahlian mereka di bidangnya masing-masing. Sedangkan yang menjadi moderator, dipilih dari para peserta Konsultasi NHKBP 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-3832850117734353490?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/3832850117734353490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/konsultasi-naposobulung-hkbp-2009-resmi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3832850117734353490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3832850117734353490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/konsultasi-naposobulung-hkbp-2009-resmi.html' title='Konsultasi Naposobulung HKBP 2009 Resmi Dibuka'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-621586837371110286</id><published>2009-10-27T11:34:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T11:34:16.527+07:00</updated><title type='text'>Ayat Alkitab</title><content type='html'>Yosua 1:6-9&lt;br /&gt;Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-621586837371110286?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/621586837371110286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/ayat-alkitab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/621586837371110286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/621586837371110286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/ayat-alkitab.html' title='Ayat Alkitab'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-8698336925107946311</id><published>2009-10-26T10:33:00.002+07:00</published><updated>2009-10-26T10:33:35.289+07:00</updated><title type='text'>Mengucap Syukur ketika Bangkrut…</title><content type='html'>Filipi 4 : 4 – 7&lt;br /&gt;4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan:&lt;br /&gt;Bersukacitalah!&lt;br /&gt;4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah&lt;br /&gt;dekat!&lt;br /&gt;4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi&lt;br /&gt;nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa&lt;br /&gt;dan permohonan dengan ucapan syukur.&lt;br /&gt;4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan&lt;br /&gt;memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus..&lt;br /&gt;Seorang pendeta diminta untuk memimpin ibadah di rumah seorang pengusaha. Begitu pendetanya tiba, jemaat sudah banyak yang datang dan memenuhi tenda yang dipasang di depan rumah. Meja makan yang memang terlihat dari ruangan ibadah penuh makanan. Pendeta dan juga jemaat disambut dengan senyum yang ramah dari tuan rumah, istri dan anak-anaknya. Pendeta yang sudah cukup lama melayani ini sudah tahu ayat mana yang akan digunakan karena biasanya kalau pengucapan syukur dibuat besar-besaran seperti itu berarti usaha berhasil, pertambahan usia atau sembuh dari sakit parah. Seperti biasa, pendeta akan mendapat pokok doa untuk dibawakan dalam doa syafaat. Di pokok doa itu hanya ada sebaris kalimat: bersyukur untuk pemeliharaan Tuhan dalam usaha yang sedang bangkrut. Akhirnya pendeta kembali membuka alkitab untuk mencari ayat yang tepat untuk ibadah pengucapan syukur atas pemeliharaan Tuhan ketika usaha bangkrut.&lt;br /&gt;Mungkin kisah seperti ini hampir tidak mungkin menjadi kenyataan. Biasanya lebih mudah untuk menghibur orang lain ketika kita sedang tidak ada masalah dan lebih mudah untuk membuat orang lain tertawa ketika hati kita sedang senang. Sebaliknya jika sedang sedih atau banyak masalah kita akan sangat menginginkan untuk dihibur dan dikuatkan bahkan cenderung menutup diri.&lt;br /&gt;Jemaat Filipi cukup beruntung karena mereka diperkaya dengan kisah Paulus yang saat dalam penjara ia justru menulis surat dan meminta jemaat itu untuk bersukacita di dalam Tuhan. Permintaan ini seperti ini tentunya membuat jemaat heran karena yang bisa mereka bayangkan adalah Paulus meminta mereka mendoakan dia, Paulus meminta mereka untuk mendukung dia dalam pencobaannya. Tetapi yang mereka terima justru ajakan untuk bersukacita dalam Tuhan dari seorang yang sedang berada dalam penjara dengan akhir hidup yang tidak pasti.&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak berlebihan kalau Paulus meminta jemaat untuk melakukan kebaikan dengan mengusahakan dia keluar dari penjara, tetapi yang Paulus minta justru agar jemaat di kota Filipi terus berbuat baik kepada orang lain sehingga semua orang mengetahui kebaikan hati mereka.&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak berlebihan juga kalau menyampaikan kekuatirannya untuk diketahui jemaat tetapi justru ia meminta jemaat untuk tidak kuatir mengenai apapun juga melainkan menyampaikan segala hal pada Allah dengan ucapan syukur.&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak berlebihan kalau Paulus mengatakan bahwa dia tertekan, bimbang, tidak tenang dengan situasi dalam penjara. Tetapi Paulus justru menyatakan ketika seorang telah menyatu dengan Yesus maka hati dan pikirannya dipelihara dengan damai sejahtera yang tidak dapat dipikir oleh akal.&lt;br /&gt;Bagi Paulus, seorang yang telah menyatu dengan Yesus tidak dapat dibuat kuatir dengan segala persoalan yang dihadapi di dunia ini. Kenapa karena ketika Yesus hidup di dalam diri seseorang maka ia tidak menjadi seperti seseorang kebingungan ketika melihat potongan puzzle di tangannya dan mencoba menebak gambarnya. Melainkan akan menjadi seorang yang yakin bahwa potongan puzzle di tangannya itu pasti bagian dari sebuah gambar yang indah.&lt;br /&gt;Jika setiap orang yakin bahwa rancangan Tuhan dalam hidupnya pasti baik dan indah maka tentunya kita akan mampu menjalani setiap bagian hidup ini dengan tenang. Di tengah tantangan yang saat ini dihadapi, setiap orang yang percaya bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera, tidak akan dilemahkan oleh keadaan. Ketika phk besar-besaran terjadi di mana-mana, ketika lapangan kerja makin sulit dicari dan ketika biaya hidup makin mahal belum lagi biaya pendidikan anak-anak semua keadaan itu tidak akan melemahkan dan membuat orang percaya putus asa. Ketika semua pintu tertutup bagi kita dan kita percaya Tuhan menyediakan satu pintu tak terduga bagi kita maka pintu itu akan kita temukan.&lt;br /&gt;Kita juga ditantang untuk menjadi wadah yang dapat mendukung jemaat dalam mengambil sikap menghadapi keadaan dunia yang semakin banyak kesulitan dan tuntutannya. Kita melangkah bersama Tuhan dan diutus untuk menghadirkan sukacita dalam dunia yang berduka, berbuat baik di tengah dunia yang jahat, menghadirkan keyakinan di tengah dunia yang dipenuhi kekuatiran, menghadirkan damai sejahtera di tengah dunia yang dilanda krisis dan kesulitan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-8698336925107946311?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/8698336925107946311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/mengucap-syukur-ketika-bangkrut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8698336925107946311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8698336925107946311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/mengucap-syukur-ketika-bangkrut.html' title='Mengucap Syukur ketika Bangkrut…'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-3276389720377461363</id><published>2009-10-25T05:07:00.001+07:00</published><updated>2009-10-25T05:07:36.439+07:00</updated><title type='text'>HUMOR</title><content type='html'>Polisi &amp; Paulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Paus Paulus sedang putar - putar keliling Jakarta. Karena dia kepingin ngerasain nyetir akhirnya dia meminta kepada supir untuk menyetir. Nah di bilangan Kebon Jeruk dia di cegat oleh seorang Polisi. Karena yang ditilang itu Paulus..., sang polisi mengontak Komandannya di Polda Metro Jaya:&lt;br /&gt;Polisi : Halo, selamat siang Dan, saya bingung nih....&lt;br /&gt;Komandan : Kenapa kamu bingung&lt;br /&gt;Polisi : Saya kayaknya lagi nilang orang penting nih Dan....&lt;br /&gt;Komandan : Siapa ? Komandan Polisi Lalu Lintas ?&lt;br /&gt;Polisi : Bukan nDan...., tinggi lagi&lt;br /&gt;Komandan : Kapolda ?&lt;br /&gt;Polisi : Bukan..... tinggi lagi....&lt;br /&gt;Komandan : Gubernur atau Kapolda ?&lt;br /&gt;Polisi : Bukan nDan....&lt;br /&gt;Komandan : Kapolri ?&lt;br /&gt;Polisi : Bukan.....&lt;br /&gt;Komandan : Menteri atau Pangab ?&lt;br /&gt;Polisi : Bukan nDan ini bisa gawat nih nDan....&lt;br /&gt;Komandan : Jangan - jangan Presiden Gus Dur atau Amien Rais ?&lt;br /&gt;Polisi : Bukan nDan wah gawat......&lt;br /&gt;Komandan : Trus siapa ? Apa Presiden USA atau Sekjen PBB ?&lt;br /&gt;Polisi : Nggak tau nDan...., supirnya aja Paus Pulus Yohanes !!!!!!!&lt;br /&gt;Komandan : Hah....., gawat dong kalo gitu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-3276389720377461363?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/3276389720377461363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/humor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3276389720377461363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3276389720377461363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/humor.html' title='HUMOR'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-2269923101131434081</id><published>2009-10-22T11:06:00.000+07:00</published><updated>2009-10-22T11:06:08.265+07:00</updated><title type='text'>HANYA JARUM DAN BENANG</title><content type='html'>Kisah para Rasul 9:36. Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita—dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. &lt;br /&gt;            Di suatu daerah di Yope, tinggallah seorang perempuan bernama Tabita yang dalam bahasa Yunani disebut Dorkas (artinya rusa). Tabita, wanita yang baik hati dan dermawan. Ia juga dapat disebut pemimpin ”janda-janda”. Tapi apa hendak dikata, Tabita tidak kuasa menghalangi dan mengalahkan maut, ia meninggal karena sakit.&lt;br /&gt;            Mendengar berita kematian Tabita, Rasul Petrus yang pada waktu itu sedang melakukan pelayanan di Lida segera ke Yope sebab dekat dengan kota Lida. Sesampainya Rasul Petrus di Lida, di rumah Tabita, ia segera ke tempat di mana Tabita dibaringkan, ia berlutut dan berdoa. Setelah berdoa, Petrus berkata kepada Tabita, Tabita, bangkitlah, lalu Tabit membuka mata dan melihat Petrus.&lt;br /&gt;            Dari kisah Tabita dalam Kisah Para Rasul 9:36-43, kita mungkin bertanya mengapa Petrus menganggap kematian Tabita penting baginya? Di ayat 36, kita membaca bahwa Tabita adalah seorang perempuan yang berbuat baik dan dermawan. Ungkapan ini dalam Alkitab versi Bahasa Indonesia Sehari-hari dikatakatan ”Ia selalu saja melakukan hal-hal yang baik  (She was full of good works – MKJV) dan menolong orang-orang miskin. &lt;br /&gt;            Bukti yang menguatkan bahwa ia adalah seorang perempuan yang baik hati adalah ketika ia meninggal, di mana semua janda-janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian yang dibuat Tabita waktu ia masih hidup. Bagi para wanita yang berstatus janda, apalagi tua, dan tidak memiliki pekerjaan, hal itu menjadi pergumulan tersendiri bagi mereka. Karena itu, tidak berlebihan jika pada hari kematian Tabita, mereka menangis sambil menunjukkan baju dan pakaian sebagai bukti perbuatan baik yang telah dilakukan Tabita. &lt;br /&gt;            Di sisi lain, seperti yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 9:36, ia juga memberi sedekah, boleh dikatakan dermawan. Bahkan mungkin ia ikut menyokong pelayanan para rasul Kristus, karena ia adalah seorang murid perempuan, pengikut Kristus. Perbuatan baik Tabita, menjadi catatan tersendiri bagi Petrus untuk tidak menunda kedatangannya, sebab ia berguna dalam pelayanan.&lt;br /&gt;            Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus. Tabita telah mengambil bagian dalam dua hal, pertama terlibat dalam pelayanan penyokongan dana bagi pelayanan rasul-rasul. Kedua, menolong para janda-janda. Secara sederhana, mungkin dapat kita katakan, Tabita, meskipun hanya dengan ”jarum dan benang”, telah memberi harapan baru bagi para janda. &lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita, Sahabat-sahabat? Talenta  apakah yang Yesus percayakan kepada kita? Besar ataukah keci? Banyak ataukah sedikit? Ingatlah, ukuran tidak menjadi soal. Yang harus kita renungkan adalah ”apa yang harus kita perbuat” dengan talenta yang Tuhan berikan kepada kita? Karena itu, jangalah mengecilkan karunia yang ada pada kita. Sekecil apapun, gunakanlah secara bijaksana, maka akan menjadi alat kesaksian bagi banyak orang. Melalui kehidupan Tabita, yang notabene adalah murid Kristus, ia menghidupi kebenaran Kristus dan memancarkan kebenaran Kristus sedemikian rupa sehingga orang lain (janda-janda dan rasul-rasul) melihat perbuatan yang baik. Ia telah menjadi saksi bagi janda-janda.  Sudahkah kita menjadi saksi yang baik dari Kristus Yesus?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-2269923101131434081?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.yahoo.com' title='HANYA JARUM DAN BENANG'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/2269923101131434081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/hanya-jarum-dan-benang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2269923101131434081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2269923101131434081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/hanya-jarum-dan-benang.html' title='HANYA JARUM DAN BENANG'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-6209011925792918165</id><published>2009-10-20T14:30:00.002+07:00</published><updated>2009-10-20T14:30:27.833+07:00</updated><title type='text'>Mike Lazaridis, Penemu Blackberry</title><content type='html'>Success Story&lt;br /&gt;Mike Lazaridis (48 tahun) adalah seorang pengusaha sukses. Pada saat ini, oleh media cetak dan internet, ia dianggap sebagai salah satu orang paling penting dan berpengaruh bagi masyarakat dunia. Alasannya: ia penemu BlackBerry. Bersama dengan berbagai situs jaringan sosial, BlackBerry mampu mengubah pola/kebiasaan komunikasi masyarakat dunia.&lt;br /&gt;BlackBerry adalah perangkat genggam nirkabel (tanpa kabel) yang memiliki kemampuan telepon selular, ditambah fasilitas e-mail, SMS, faksimili, penjelajah internet, kamera, dan lainnya.  &lt;br /&gt;BlackBerry - berbekal sistem dan teknologi servernya yang unik,selalu bisa terhubung dengan internet. Jadi, dengan BlackBerrry, Anda bisa berkomunikasi sekaligus menerima/mengirim data dengan mudah...di mana saja! &lt;br /&gt;** &lt;br /&gt;Lazaridis adalah penduduk Waterloo, Kanada. Namun dia lahir di Istanbul, Turki. Lalu, kedua orangtuanya yang berasal dari Yunani membawa Lazaridis ke Kanada saat usianya lima tahun. &lt;br /&gt;Tahun 1966 Lazaridis tinggal di Windsor, Ontario. Bakatnya mulai tampak sejak dia bersekolah di Windsor. Ia menghabiskan banyak waktunya di perpustakaan. &lt;br /&gt;Umur 12 tahun, Lazaridis mendapat penghargaan Windsor Public Library karena telah melahap semua buku ilmu pengetahuan di perpustakaan itu. Di SMA, minatnya terhadap elektronik terfasilitasi karena bertemu dengan guru-guru hebat. Dalam setiap wawancara, dia selalu merujuk pada guru-guru SMA yang dianggapnya sebagai motivator paling baik. Guru-gurunya di sana jugalah, yang memimpikan bergabungnya fungsi perangkat elektronik (seperti telepon genggam), komputer, dan wireless. &lt;br /&gt;Tahun 1979, Lazaridis memutuskan kuliah di Universitas Waterloo jurusan Electrical Engineering bidang ilmu komputer. Saat menjadi mahasiswa, dia mendapat kontrak 500.000 dollar dari General Motors (GM) untuk membangun display kontrol jaringan komputer. Dari dana kontrak dengan GM itu, ditambah pinjaman 15.000 dollar dari orangtuanya, Lazaridis yang masih mahasiswa mendirikan perusahaan bernama Research in Motion (RIM). Dia keluar dari universitas dua bulan sebelum lulus. &lt;br /&gt;RIM bergerak di bidang teknologi barcode untuk film. Lambat laun, RIM merambah ke wireless dan tahun 1999 memperkenalkan BlackBerry. &lt;br /&gt;** &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal yang patut kita tiru, biarpun sudah sukses, Lazaridis tetap rendah hati dan tidak cepat puas. Ia tetap banyak belajar dan selalu melakukan riset. Maka tidak heran, ia tidak "hanya" menjadi seorang ahli teknologi. Dia juga menguasai manajemen, pemasaran, dan strategi invasi produk ke penjuru dunia! Luar biasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-6209011925792918165?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/6209011925792918165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/mike-lazaridis-penemu-blackberry.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6209011925792918165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/6209011925792918165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/mike-lazaridis-penemu-blackberry.html' title='Mike Lazaridis, Penemu Blackberry'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-2800330477508044773</id><published>2009-10-19T10:49:00.000+07:00</published><updated>2009-10-19T10:49:41.680+07:00</updated><title type='text'>Sukses Satu Cara,Gagal Satu Alasan</title><content type='html'>Dalam setiap episode kehidupan yang kita jalani, pastilah ada masa di mana kita menghadapi berbagai halangan dan rintangan, Besar maupun kecil, ringan maupun berat. Hal tersebut sebenarnya adalah hal yang sangat lumrah terjadi, bahkan dalam setiap perjuangan yang kita lalui, pada saat kita sedang berencana untuk mewujudkan semua impian,jalan terjal pastilah kita lewati. Tak ada satupun hal semudah kita kira, bahkan meskipun semua sudah kita rencanakan dengan sangat sempurna. Hambatan, kesulitan, gangguan, kekeliruan, ketidakberhasilan, bahkan tak sedikit yang berujung pada kegagalan, mau tidak mau harus kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas harus bagaimanakah kita bersikap dalam menghadapi semua hal tersebut? Hanya ada dua pilihan yang bisa kita ambil. Dua pilihan yang akan menghasilkan dua hal yang bisa terjadi sangat bertolak belakang.&lt;br /&gt;"Orang Sukses Selalu Kelebihan Satu Cara ,Orang Gagal Selalu Kelebihan Satu Alasan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berpikir menjadi Orang Sukses &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang seperti ini akan selalu memiliki kelebihan satu cara dalam setiap rintangan yang menghadang,"Orang Sukses Selalu Kelebihan Satu Cara".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berpikir menjadi Orang Gagal &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang seperti ini akan selalu memiliki kelebihan satu alasan dalam setiap tantangan yang menerjang,"Orang Gagal Selalu Kelebihan Satu Alasan". &lt;br /&gt;Kedua sikap tersebut mempunyai dampak yang sangat berbeda, Sebab, meski mungkin problematika yang di hadapi sama, tetapi penyikapan yang dipilih akan membawa perbedaan dalam bersikap dan bertindak. Perbedaan ini akan terlihat dari sikap mental dalam menghadapi setiap masalah. Bagi yang bermental sebagai pemenang pastilah akan jauh lebih siap dari pada mereka yang bermental miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang bermental miskin atau yang berjiwa the looser akan selalu mempunyai dalih dan seribu satu alasan mengapa ia gagal dalam mewujudkan impian. Parahnya dalih itu bisa datang silih berganti seolah tiada habisnya. Satu masalah selalu di sikapi dengan satu atau bahkan lebih alasan tanpa ada solusi yang di tawarkan. Satu problem yang muncul akan di jawab dengan seribu satu alasan yang hanya akan membawa diri pada problem lain yang seolah takkan terselesaikan. Seorang bermental miskin dan berjiwa kerdil akan selalu menemukan alasan mengapa dirinya bisa gagal. Dan parahnya hampir semua dalih yang di kemukakan bahkan dengan alasan yang masuk akal menunjuk pada pihak atau kondisi di luar dirinya.Inilah mental pecundang! Jelas mental seperti ini adalah mental yang akan mengantar seseorang terjerumus ke jurang kegagalan lebih dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya,orang yang berjiwa pemenang dan bermental kaya, saat menghadapi rintangan, halangan bahkan kegagalan, mereka akan melihat kedalam diri terlebih dahulu. Mereka selalu mengutamakan instrospeksi dan evaluasi diri dengan mencari penyebab dari dalam diri. Seseorang yang berjiwa the winner akan menilai segala sesuatu dengan selalu mencari kekurangan dan kesalahan dari sumber penyebab apa yang terjadi. Mereka akan dengan senang hati akan selalu berusaha mencari dan kemudian memperbaiki penyebab tumbuhnya masalah dan kegagalan. Dengan begitu, mereka selalu muncul dengan solusi-solusi terbaik untuk mengatasi semua halangan dan rintangan.Hebatnya orang berjiwa pemenang ini seolah-olah bisa mengatasi semua masalah yang di hadapi, bahkan dalam kondisi apapun. Sebab mereka selalu muncul dengan semangat mencari solusi. Inilah yang membuat orang sukses akan semakin sukses karena ia selalu mempunyai kelebihan satu atau bahkan lebih cara untuk mencapai sukses sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hal tersebut sejalan dengan pepatah barat yang berbunyi, "The Winner sees answerfor every problem, The loose sees problem in every answer" seorang pemenang selalu melihat jawaban di setiap\masalah. Sedangkan seorang pecundang selalu melihat masalah di setiap jawaban. Tentu, ini adalah sebuah pilihan sikap yang menentukasn akan menjadi bagaimana kita nanti. Jika yang kita biasakan adalah memiliki satu alasan di setiaprintangan,pastilah kita akan semakin tenggelam dalam kesulitanan. Sebaliknya ,jika kita selalu memiliki satu cara untuk mencari solusi di setiap halangan pastilah kita akan muncul sebagai seorang pemenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya sendiri melalui proses perjuangan yang saya alami, semua itu mengantarkan pada pengertian bahwa sukses sejati sebenarnya adalah akumulasi dari kegagalan-kegagalan yang mampu kita atasi.Setiap halangan, rintangan, ujian dan cobaan berupa kesulitan dan kegagalan sebenarnya merupakan sarana terbaik dalam melatih dan mematangkan mental kita untuk menjadi pemenang sesungguhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, mari kita pastikan bahwa diri kita menjadi insan yang selalu kelebihan satu cara bukan kelebihan satu alasan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-2800330477508044773?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/2800330477508044773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/sukses-satu-caragagal-satu-alasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2800330477508044773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2800330477508044773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/sukses-satu-caragagal-satu-alasan.html' title='Sukses Satu Cara,Gagal Satu Alasan'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-8874546414586659770</id><published>2009-10-16T11:41:00.000+07:00</published><updated>2009-10-16T11:41:24.941+07:00</updated><title type='text'>SUMBANGSIH PLATO DAN ARISTOTELES BAGI TEOLOGI</title><content type='html'>Tulisan singkat ini saya maksudkan sebagai sebuah tulisan “pembuka pikiran” bagi rekan-rekan mahasiswa program of Campus atau e_learning STT Bethel The Way yang mengambil Mata Kuliah Pengantar Filsafat. Saya menyadari bahwa betapa sulit dan peliknya mempelajari ilmu filsafat. Karena itu tulisan singkat dan sederhana ini membantu rekan-rekan menyelesaikan tugas makalah. Tulisan ini akan dismpaikan secara bertahap.&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seyogyanya Filsafat Barat lebih mencirikan hasil otonomi akal atau rasio. Segala sesuatu diselidiki secara mendalam oleh pemikiran manusia. Bahkan menjadi cikal bakal munculnya science. Meskipun Filsafat Barat tidak langsung berada pada fase sekarang ini sebagai ilmu (ilmu filsafat. Disebut ilmu karena filsafat dalam kerangka kerjanya harus menggunakan kerangka kerja science atau metode ilmiah dan harus memiliki objek kajian baik materil maupun formal).  Sebut saja Filsafat Yunani. Filsafat Yunani seperti yang dikenal sekarang ini pun berkembang secara evolutif atau filsafat mengalami tahap demitologisasi. Filsafat Yunani dalam sejarahnya, berangkat dari mite-mite. Dengan kata lain para Filsuf Yunani kuno atau biasa disebut juga filsuf alam menggunakan mite-mite dalam lingkup agama sebagai tools. Misalnya Thales – Thales memahami arche alam semesta adalah air – en ‘o hodor (awal mula segala sesuatu adalah air).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan mite dalam kerangka tadi paling tidak menjadi dasar munculnya “keyakinan”. Bahwa filsafat merupakan kerja akal atau seperti yang dikatakan Harun Hadiwijono “filsafat dilahirkan karena kemenagan akal atas mite-mite baik tentang agama, asal mula segala sesuatu maupun manusia”. Dengan metode keraguan atau ragu, para filsuf Yunani kuno (Filsafat Yunani) lambat laun melepaskan diri dari mite-mite sebagai tools dalam menjelaskan fenomena-fenomena dan memungkinkan untuk memahami noumenon atau inti dari fenomena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Harun Hadiwijono seperti yang dikutip Gerrit Singgih,science sebab dalam benak kita semua hal tersebut pasti bersebrangan dengan agama. Ya tetapi tidak. Ya karena filsafat Baratpun bertumbuh dari konteks agama. Tidak, karena Harun Hadiwijono membedakan Filsafat Barat dan Filsafat Timur. Bagi dia, Filsafat Timur akrab dengan agama dan Filsafat Barat tidakakrab dengan agama. dunia filsafat bertumbuh dari konteks agama. Mungkin pemikiran Harun Hadiwijono ini bertentangan dengan statement di atas bahwa filsafat Barat merupakan cikal bakal Ketidakakraban Filsafat Barat dengan agama membuat sebagian orang berasumsi negative bahwa “filsafat itu menyesatkan, kafir, dan bahkan tak ber-Tuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua filsafat ini, Filsafat Barat lalu disebut-sebut (seperti di atas) sebagai awal mula science. Bagaimana dengan Filsafat Timur? Filsafat Timur lebih dipahami sebagai falsafah atau pandangan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah Filsafat Timur condong pada “segala sesuatu yang ada dibelakang” artnya lebih bersifat monistik, impersonal (berbeda dengan personal) bahkan panteistik. Hal ini memungkinkan untuk kita memahami atau menginterpretasikannya sebagai Filsafat alam yang tidak memerlukan Yang Ilahi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerrit Singgih, Filsafat Barat dan Teologi: Tinjauan Historis Mengenai Pengaruh Plato dan Aristoteles Terhadap Teologi Protestan dan Katolik” dalam Jurnal Teologi Persetia, No. 1, 2002, hlm. 49.&lt;br /&gt;Dapat membandingkannya dengan tulisan dari Stephen Palmquis, The tree of Philosophy.&lt;br /&gt;Palmquis, pada bagian demitologisasi filsafat.&lt;br /&gt;Harun Hadiwino, Sari Sejarah Filsafat Barat, Yogyakarta: Kanisius, 1985, hlm. 15&lt;br /&gt;Noh, Boiliu, Pengantar Filsafat Ilmu, diktat, 2009 &lt;br /&gt;Singgih, journal teologi, hlm. 5&lt;br /&gt;Hadiwijono dalam Singgih, Op.Cit&lt;br /&gt;Singgih, Op. Cit&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-8874546414586659770?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/8874546414586659770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/sumbangsih-plato-dan-aristoteles-bagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8874546414586659770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/8874546414586659770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/sumbangsih-plato-dan-aristoteles-bagi.html' title='SUMBANGSIH PLATO DAN ARISTOTELES BAGI TEOLOGI'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-3076307103912924792</id><published>2009-10-15T10:07:00.001+07:00</published><updated>2009-10-15T10:07:23.116+07:00</updated><title type='text'>Heterogenitas Religiositas</title><content type='html'>Pluralisme muncul sebagai suatu bentuk perubahan baik perubahan budaya maupun paradigma. C.A. van Peursen dalam bukunya “Strategi Kebudayaan” mencatat tiga tahap perubahan, yakni alam pikiran mitis, ontologis dan fungsionil. Ketiga tahap ini dalam sudut pandang filsafat (budaya) memberi kontribusi pemikiran dan perenungan sebagai jalan ke pluralisme dan pluralitas agama.&lt;br /&gt;Di alam pikiran mitis, manusia menyusun suatu strategi, mengatur hubungan hubungan antara daya-daya kekuatan alam dan manusia. Sebab mitos memainkan peran penting dalam masyarakat primitif dan berfungsi untuk “menyadarkan manusia bahwa ada kekuatan gaib, membantu manusia menghayati  daya-daya  tersebut sebagai suatu kekuatan yang mempengaruhi dan menguasai sukunya.” Artinya mitos menampakan kekuatan-kekuatan, menjamin kekinian dan memberi pengetahuan tentang dunia dan memberi weltanschauung. Prinsipnya adalah “ada sesuatu” yang mana dapat di “raba” melalui lambang-lambang yang oleh M. Eliade, lambang (pohon kehidupan, air tirta, topeng, dll) mengarah ke kekuatan yang ada di atas atau transenden sehingga “sesuatu” itu menimbulkan rasa hormat dan rasa takut penuh kegentaran. Mitos tidak berfungsi untuk memberi informasi. &lt;br /&gt;Dari alam pikiran mitis yang ditandai dengan rasa takut terhadap daya-daya yang manusia belum mengambil distansi terhadap segala sesuatu. Peralihan dari mitis ke ontologis ditandai dengan pengambilan distansi terhadap segala sesuatu yang mengitarinya. Dengan pengambilan distansi, manusia keluar dari kungkungan mitos dan mempertanyakan keberadaan “daya-daya” yang menggerakan manusia dan alam, tujuannya adalah untuk mengerti. &lt;br /&gt;Tradisi Yunani klasik (kuno) peralihan dari mitis ke ontologis sangat penting, di mulia dari ketertakjuban akan alama raya (para filsuf alam) yang mencari arkhe dari setiap realits dan peralihan tersebut mempengaruhi masyarakat dalam wadah ilmu pengetahua, baik Barat, Timur, Utara maupun Selatan. Dalam perkembangan selanjutnya, Plato, misalnya dengan konsep filosofis “ide-ide”. &lt;br /&gt;Di kemudian hari di dunia Barat (Eropa) kembali mempertanyakan hakekat segala sesuatu, yakni pertanyaan tentang “Ada-nya”, tak pelak Ada-nya Tuhan pun dipertanyakan, apakah monis ataukah pluralis? Pertanyaan-pertanyaan tersebut, sebagai jalan untuk meretas pengetahuan tentang Ada-nya Tuhan.&lt;br /&gt;Alam “pikir” ontologis merupakan suatu bentuk titik terang di mana manusia mencoba mengurai “mitis” yang oleh Max Mueller di sebut “bayangan gelap” dalam konteks bahasa kebudayaan. Manusia tidak hanya hendak mengetahuai tentang “Ada” sesuatu melainkan sesuatu itu dipertanyakan, yakni “apa”nya para dewa yang menyangkut kodrat dan keberadaan para dewa. Pertanyan tentang “apa”nya para dewa bukan dalam segi “arogansi” manusia melainkan pertanyaan yang disertai rasa hormat. Van Peursen lalu menegaskan bahwa “hakekat kodrat para dewa disimpulkan melalui jalan argumentasi, sambil terus memeras otak dan ilmu ini pada jaman klasik pun dinamakan theologia”. Dengan mempersoalkan “apa”nya merupakan hal metafisis yang problematik. Sekali lagi van Peursen mengingatkan bahwa dalam mempersoalkan hakekat atau apa-nya para dewa, telah menimbulkan:&lt;br /&gt;...teori-teori theologis yang berbelit-belit. Istilah-istilah yang dipergunakan jelas menonjolkan apa-nya, misalnya “kodrat” (dalam Kristus diri Kristus terdapat dua kodrat) dan “hakekat” (dalam Trinitas terdapat tiga pribadi dalam satu hakekat. Dalam filsafat Tuhan disebut Pengada Tertinggi, yang meliputi segala sesuatu, sebab pertama, dan dasar dunia&lt;br /&gt;Catatan bagi “hal besar” yang hendak dibahas, yakni pluralitas agama (teologia agama-agama) maka hal tersebut masuk dalam ranah filsafat agama dan dan filsafat ketuhanan. Filsafat ketuhanan, istilah van Peursen “filsafat Tuhan” memandang Tuhan sebagai Pengada Tertinggi, Causa Prima atau Penggerak yang Tak Tergerakan. Hal ini nantinya lambat laun akan ditemukan sebagai titik sentral dari pluralisme agama – melepas setiap keunikan agama atau sebutan-sebutan, simbol-simbol masing-masing agama (ada reduksi) sehingga hanya memandang pada Sang Pengada Tertinggi.&lt;br /&gt;            Kembali pada tiga alam pikir yang sedang dibahas. Kini kita masuk pada tahap fungsionil. Berkaitan dengan istilah ini, van Peursen memang menegaskan bahwa kata ini digunakan khusus untuk kebudayaan modern. &lt;br /&gt;            Tahap ontologi merupakan tahap pembebasan dari magi dan tahapan fungsionil membebaskan dari substansialisme – Ada. Aspek dari pemikiran fungsionil adalah  bagaimana memberi dasar kepada masa kini. Di tahap mitis, daya-daya adikodrati menjamin suksesnya perbuatan-perbuatan namun di tahap fungsionil hal-hal tersebut tidak dihiraukan. Maka masa kini setiap hal harus dipertanggungjawabkan dan harus memberi manfaat. Baik bidang apa saja termasuk teologi erat kaitannya dengan aspek fngsionil yakni apakah memberi arti atau tidak. &lt;br /&gt;“Dulu kata-kata seperti “Tuhan”, “kepercayaan”, “kesusilaan”, “kebenaran”, “keindahan” tidak perlu lagi dijelaskan; arti dan daya untuk meyakinkan dengan sendirinya sudah terkandung dalam kata-kata tersebut. Kini kepastian-kepastian serupa rupanya lenyap ... isi kata-kata itu perlu dibuktikan nilainya bagi kita, ... lepas dari diri kita sendiri – “apa”nya tidak diutamakan lagi, melainkan caranya bagaimana arti itu lambat laun nampak dalam hidup kita sehati-hari – bagaimana-nya”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan pluralisme agama, pemikiran ini mengetengahkan suatu prinsip bahwa “apa”nya termasuk teologi tidak diutamakan melainkan bagaimana refleksi (teologis) nampak dalam kehidupan sehari-hari. Artinya hal eksklusivitas tidak lagi menjadi hal utama melainkan kehadiran masyarakat (beragama) memberi dampak. Penghalang-penghalang teologis disingkirkan. &lt;br /&gt;Perubahan budaya (antropologi budaya) dimaksud di dalamnya terdapat pula perubahan kepercayaan (antropologi agama). Agama tidak hanya dilihat pada tataran mitisnya, ontologisnya melainkan juga dalam tataran fungsionialnya, yakni bagaimana agama dan penganutnya memberi dampak bagi bumi yang didiami yang seyogyanya sangat plural dalam budaya dan keyakinan.&lt;br /&gt;Tema pluralisme agama muncul seiring dengan problem pluralitas masyarakat dan juga pluralitas kepercayaan atau agama di bumi seperti yang nyatakan dalam buku Satu Bumi Banyak Agama karangan Paul Knitter. Di tingkat pluralitas masyarakat dan dengan berkembangnya masyarakat, maka dalam suatu kelompok masyarkat yang dahulunya “homogen” kini berangsur tidak homogen lagi melainkan “heterogen”. Hal ini disebabkan oleh derasnya arus pasar bebas dan turisme sehingga dalam masyarakat yang heterogen (dari berbagai suku dan ras) maka heterogen pula kepercayaan atau agama. Hal ini ditegaskan oleh Waolfhart Pannenberg dalam “Pluralisme Keagamaan dan Klaim Kebenaran yang Saling Bertentangan” bahwa pluralitas dan pergolakan agama merupakan akibat dari komunikasi modern dan pertukaran serta mobilitas antar-budayadan terjadinya  perubahan budaya atau culture change yang mana perubahan itu tidak terjadi secara mendadak dan siknifikan melainkan perlahan dan siknifikan. &lt;br /&gt;Pluralitas atau kemajemukan agama merupakan faktor muncul pluralisme meski tidak menafik kenyataannya dalam alkitab. Fakta tentang keberagaman agama dan kemajemukannya adalah satu hal yang tidak bisa dipungkiri oleh siapapun juga. Dan secara otomatis tiap-tiap agamapun akan bersentuhan dengan agama-agama yang lain. Hans Kung seorang teolog katolik yang radikal dalam tulisan Pinnock mengemukakan,”Untuk pertama kali dalam sejarah dunia adalah sesuatu yang mustahil bagi satu agama untuk eksis dalam isolasi yang sangat baik dan mengabaikan yang lain.” Kesadaran akan kemajemukan itu tidak hanya sampai pada tingkat mengalami keberadaan agama lain, tetapi juga dituntut untuk membangun hubungan yang baik dan toleransi yang lebih luas. Maka tak terhindarkan lagi seruan-seruan untuk dialog dan membuka hubungan yang lebih luas mulai diperdengungkan.&lt;br /&gt;Di Indonesia, secara defakto baik dalam tingkat masyarakat kecil (keluarga) maupun pada tingkat masyarakat luas, realitas fenomena pluralitas agama mudah ditemui. Contohnya, di salah satu gereja di daerah Kabupaten Grobogan – Jawa Tengah, terdapat sebuah keluarga yang berbeda-beda keyakinan (agama) dapat hidup berdampingan. Ayahnya berkeyakinan Muslim yang soleh sedangkan anaknya berkeyakinan Nasrani; di Jakarta, rekan saya, ayah dan ibunya berkeyakinan Kong Hu Cu sedangkan anaknya berkeyakinan Nasrani namun hidup berdampingan. &lt;br /&gt;Dari kedua contoh di atas, memang mereka hidup bersama dalam perbedaan. Namun masing-masing tetapi berada pada posisi klaim keabsolutan, ke-eksklusivan maupun kefinalitas Tuhan dalam keyakinan masing-masing.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan heterogenitas keyakinan tadi, klaim keabsolutan, ke-eksklusivan maupun kefinalitas Tuhan dalam keyakinan masing-masing memang di satu sisi ”sungguh indah sekali” karena dalam satu keluarga dapat hidup rukun dalam kepelbagaian keyakinan” namun tidak menutup kemungkinan munculnya konflik atau ”percikan-percikan api” sehubungan dengan heterogenitas keyakinan tadi. Bahkan mungkin tidak dalam tingkat keluarga melainkan tingkat masyarakat luas. &lt;br /&gt;Klaim-klaim terkadang mengarah pada sikap radikalisme yang mana mudah digerakan dan melahirkan perang saudara yang bernuansa agama dan dapat ditunggangi kepentingan-kepentingan politis. Di samping de fakto, secara yuridis, Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 menjamin hal memeluk agama (meski tumpul dalam tataran praksis). Sila I, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi dasar pemahaman manusia ber-Tuhan dalam keberagaman kepercayaan. Suatu pengakuan adanya Tuhan. Di sini Tuhan sebagai dasar penalaran moral. Maka harus mengiyakan pandangan Drijarkara bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Religi. Sebaliknya menjadi dukungan pengakuan bagi religi yang dipahami tak terpisah dari Tuhan.  Dasar yang diletakan di Sila I, bukan dasar yang monis eksklusivistis melainkan plural inklusivistis. Artinya Pancasila menjamin keberadaan masing-masing agama sebagai agama pendatang di luar kepercayaa-kepercayaan primitif. &lt;br /&gt;C. A. van Peursen, Strategi Kebudayaan, Yogyakarta: Kanisius, 2001. Tentang tema-tema tersebut dapat di baca dari halaman 34-109.&lt;br /&gt;Mitis mengarah pada sifat dari mitos yang berarti cerita yang memberikan perdoman dan arah tertentu kepada sekelompok  orang yang dapat dturunkan melalui metode cerita atau pementasan tari atau wayang.&lt;br /&gt;Ibid, hlm. 36 &lt;br /&gt;Ibid  &lt;br /&gt;Lorens, Bagus, Kamus Filsafat, Jakarta: Gramedia, 2007, hlm. 661&lt;br /&gt;Van Peursen, ibid &lt;br /&gt;Ibid  &lt;br /&gt;Ibid  &lt;br /&gt;Ibid &lt;br /&gt;Gavin D’Costa Peny., Mempertimbangkan Kembali Keunikan Agama Kristen, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002, hlm. 167.&lt;br /&gt;Dalam pemahaman Drijarkara, Drijakara memahaminya sebagai potensi ke Religi. Bahkan Pancasila merupakan dukungan bagi Religi. Di celah itulah saya kemudian memahaminya sebagai  suatu pengakuan adanya Tuhan.&lt;br /&gt;Noh, Boiliu, Pangantar Filsafat, Diktat, Jakarta: 2008. &lt;br /&gt;Bukan terkebelakang dalam IPTEK melainkan masih melestarikan dan mempertahankan keyakinan-keyakinan tradisional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-3076307103912924792?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/3076307103912924792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/heterogenitas-religiositas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3076307103912924792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/3076307103912924792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/heterogenitas-religiositas.html' title='Heterogenitas Religiositas'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-2359300325185051156</id><published>2009-10-14T09:48:00.000+07:00</published><updated>2009-10-14T09:48:19.219+07:00</updated><title type='text'>Siapakah Investor Terbesar Dalam hidup Kita??</title><content type='html'>Saat kita mendengar kata “investor” apakah yang terbesit dipikiran kita?? Uang, saham atau apa ya… Nahhh dari sini kita akan belajar sejenak mengenai makna dari Investor. Investor merupakan seseorang yang menanamkan saham di suatu perusahaan. Dapat dikatakan juga bahwa investor merupakan salah seorang yang memiliki perusahaan itu juga. Namun seberapa besar kepemilikkannya itu tergantung dari seberapa besar investasi yang ia miliki dalam perusahaan itu. Misalkan, apabila seorang investor hanya memiliki 1% saham dalam perusahaan, maka suaranya pun hanya 1% alias tidak terlalu terdengar karena suara yang ia miliki hanya minoritas. Namun, apabila ia menambah saham dari 1% menjadi 10%, lalu menjadi 50 % bahkan 70% maka semua bisa berubah. Orang yang memiliki saham terendah akan lebih tunduk padanya. Ia menjadi pemegang keputusan terbesar. Ia dapat mengendalikan perusahaan itu. Ia akan menjadi pengaruh besar bagi perusahaan itu. Semakin besar investasi yang dia berikan maka semakin besar juga keuntungan yang ia peroleh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian kita akan belajar dari cerita diatas mengenai kehidupan kita. Yaitu siapakah Investor terbesar dalam hidup kita? Ibaratkan saja kita ini seperti sebuah perusahaan, dimana ada seorang Investor ingin menginvestasikan hartanya ke dalam hidup kita. Ketika ia menginvestasikan hartanya maka seberapa besar investasinya sebesar itu juga kita dimilikinya. Kita dikuasainya. Kita dikendalikannya. Kita melakukan kehendaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekali lagi yang menjadi pertanyaan, siapakah yang menjadi Investor terbesar dalam kehidupan kita? Siapakah yang menjadi pengaruh terbesar yang menjalankan, memimpin seluruh kehidupan kita??? Siapakah yang menabur, yang berinvestasi dalam kita?? Siapapun itu, pastinya ia akan mendapakan keuntungan, akan menuai sesuatu dalam kita. Inilah yang perlu kita renungkan kembali. Sebagai tolak ukur, sebagai cerminan, sebagai evaluasi untuk melihat kehidupan kita kembali.&lt;br /&gt;Ketika kita melakukan kebenaran firman Tuhan maka Tuhanlah yang kan menjadi sumber, investor, pengisi, bahkan penabur didalam kehidupan kita. Dan sebaliknya, apabila kita melakukan segala sesuatu diluar kebenaran maka iblislah yang akan menjadi penabur, investor di dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;Ingat, Ketika kita melakukan kebenaran (sebagai pelaku firman Tuhan yang setia) maka sebenarnya kita sedang membuka diri untuk membiarkan Tuhan menginvestasikan diriNya yaitu firman, kebenaran, kehidupannya di dalam kita. Dalam Imamat 18:5 dikatakan bahwa : &lt;br /&gt;“Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya; Akulah TUHAN.” Ketika kita melakukan kebenarannya maka kita akan hidup olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat dalam Mazmur 119:50 berkata : &lt;br /&gt;“Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.” Setiap janji Tuhan akan menghidupkan kita. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan dalam Roma  6:22 diaktakan :&lt;br /&gt;“Tetapi sekarang, setelah kamu di merdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.” &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buah yang kita terima ketika kita menerima investasi dari Tuhan ialah hidup yang kekal…. Masih banyak lagi, janji-janji firmanNya yang akan kita terima ketika kita membiarkan dan menjadikan Tuhan sebagai Investor utama dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun jika kita melakukan sebaliknya, yaitu kita tidak melakukan kebenaran atau kita tidak menghidupi firman Tuhan, maka iblislah yang akan menjadi bapamu… (Yohanes  8:44). Karena di dalam iblis ini tidak ada kebenaran maka Kematian pun dapat menjadi bagian kita karena ia adalah pembunuh manusia dari semula ( Yohnes 8 : 44, Ibrani 10 :27, Why 21 :8).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, siapakah investor terbesar dalam hidup kita??? Tuhan atau iblis??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-2359300325185051156?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/2359300325185051156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/siapakah-investor-terbesar-dalam-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2359300325185051156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/2359300325185051156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/siapakah-investor-terbesar-dalam-hidup.html' title='Siapakah Investor Terbesar Dalam hidup Kita??'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-1392603567710299477</id><published>2009-10-13T10:07:00.000+07:00</published><updated>2009-10-13T10:07:07.261+07:00</updated><title type='text'>Kasih Itu Sabar</title><content type='html'>Banyak terjemahan modern menyertakan ayat ini, "Kasih itu sabar ...." Secara teknis, hal itu benar. Sayangnya, banyak orang modern tidak memiliki pandangan yang sama tentang kesabaran seperti orang-orang zaman dulu. Kita mengartikan sabar itu seperti mengantri selama lima menit tanpa meneriaki orang lain. Namun, tidak demikian dengan makna kata sabar dalam bahasa Yunani. Sabar bukan berarti kemampuan untuk menunggu sesuatu terjadi. Kata sabar dalam bahasa Yunani adalah "makrothumia" yang secara harafiah berarti `panjang/lama` (makro), dan `menderita` (thumia). Jadi, kesabaran berarti memikul penderitaan dalam jangka waktu yang lama dan bertahan menghadapi kelakuan orang lain yang mungkin bertentangan dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin mengasihi dengan kasih Tuhan, kita harus memulainya dengan kesabaran. Ada dua bagian dalam kesabaran tersebut. Bersabar terhadap penderitaan yang disebabkan oleh orang lain dan bersabar dalam menanggung penderitaan bersama orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang, termasuk orang Kristen, sepertinya bangga jika mereka mudah marah. Terdapat beberapa kalimat dalam masyarakat seperti, "Aku tidak mau dikritik", "Hei, seseorang mengkritikku, tapi itu semua hanyalah masa lalu", "Aku tidak marah, aku akan membalasnya". Bahkan banyak orang Kristen tertawa dan berkata, "Aku rasa aku berhasil melukainya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu bukanlah sifat Guru kita yang dikenal sebagai Penebus dosa. Dia sabar saat dikritik, dihina, dipukul, dicambuk, disalib, bahkan di masa-masa terakhirnya pun masih berkata, "Bapa ampuni mereka." Itu adalah penderitaan yang panjang. "Tentu saja," kata Anda, "Karena Dia Yesus, Anak Allah." Jika kita adalah orang Kristen, kita seharusnya menjadi anak-anak Allah. Tapi mari kita lewatkan hal itu dulu. Mari kita lihat Stefanus yang meminta Allah mengampuni orang-orang yang melemparinya dengan batu. Lihat juga Paulus, dia dipukuli, dilempari batu, dicambuk seperti Yesus, dan dijebloskan ke penjara. Di penjara, dia menulis kata-kata yang sedang kita pelajari ini. Apakah Tuhan mengindahkan seseorang? Jika Dia mampu memberi Stefanus dan Paulus kasih yang cukup untuk memikul hinaan, siksa, dan kematian, tidak bisakah Dia membantu kita mengasihi rekan kerja yang mencoba menjelek-jelekkan kita di depan atasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada makna lain di balik penderitaan panjang yang baru saja saya pelajari dari Tuhan. Kita tidak hanya bersabar terhadap derita yang diakibatkan oleh orang lain, tapi kasih juga memanggil kita untuk menderita bersama orang lain. Pikirkan keluarga Anda. Saat anak atau pasangan, saudara, ayah atau ibu Anda sedang sakit atau dalam kesulitan, apakah Anda tidak merasakan penderitaan yang mereka alami itu seolah-olah adalah penderitaan Anda sendiri? Jadi, kita harus ikut merasakan penderitaan keluarga gereja dan orang-orang yang dekat dengan kita. Seberapa sering kita mendengar rekan kerja atau teman gereja berkata seperti, "Saya ada janji bertemu dokter besok dan saya sangat khawatir." Apakah kita menanggapinya dengan berkata, "Sayang sekali. Aku akan mendoakanmu"? Apa kita benar-benar berdoa? Saat kita berdoa, apakah kita merasakan sesuatu? Apakah kita menawarkan bantuan seperti mengantar ke dokter, berbelanja, atau membawakan makanan? Kita memiliki banyak alasan untuk tidak melakukan semua itu. "Aku benar-benar tidak mempunyai waktu. Aku harus bekerja, mengurus keluarga ...." Tapi apakah kita punya waktu untuk menonton acara favorit kita di TV? Apakah kita mempunyai cukup waktu untuk komunitas, olahraga, atau hobi kita? Semuanya itu baik, tapi jika kita mempunyai waktu untuk semua itu, mengapa kita tidak mempunyai waktu bagi orang yang membutuhkan? Mengapa? Itu karena kita tidak merasakan penderitaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih itu adalah perbuatan. Perbuatan itu bisa dalam bentuk penderitaan panjang, memaafkan, dan memberikan bantuan. Jika semua itu belum dilakukan, kita harus terus berjuang mendapatkan kesabaran sejati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-1392603567710299477?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/1392603567710299477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/kasih-itu-sabar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1392603567710299477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1392603567710299477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/kasih-itu-sabar.html' title='Kasih Itu Sabar'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-9150045096415067534</id><published>2009-10-12T16:03:00.000+07:00</published><updated>2009-10-12T16:03:19.805+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KERENDAHAN HATI VERSI JIM COLLINS, LAO TZU, DAN YESUS KRISTUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, pemimpin yang rendah hati termasuk dalam kategori "satwa langka" yang perlu dilindungi. Kapan terakhir kali Anda menjumpainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu bukunya tentang kepemimpinan, John Stott menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "At no point does the Christian mind come into more collision with the secular mind than in its insistence on with all the weakness it entails."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Stott, tabrakan terdahsyat perspektif alkitabiah dan sekuler terjadi pada masalah kerendahan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia memang sama sekali tidak memberikan apresiasi terhadap kerendahan hati karena kerendahan hati dianggap identik dengan kelemahan dan kerugian. Dunia menuntut kuasa, bukan kelemahan. Yang dunia senantiasa inginkan adalah pemimpin ala Nietzsche, yaitu "ubermensch" atau "superman". Pemimpin yang tangguh, maskulin, dan otoritatif, bahkan kalau perlu opresif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pemimpin ideal ala Yesus adalah anak kecil. Anak kecil yang tidak berdaya, yang sangat tergantung kepada orang lain. Terdapat kontras yang sangat tajam antara kedua konsep di atas. Tidak ada kompromi di tengah-tengahnya, oleh karena itu, mau tidak mau, kita harus memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, kerendahan hati bahkan hampir punah di era hiperkompetitif yang menuntut setiap pemimpin untuk senantiasa membuktikan diri superior dibanding orang lain di berbagai area. Kerendahan hati menjadi komoditi kepemimpinan yang semakin langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, yang dibutuhkan untuk dapat bertahan dan menang dalam persaingan hidup yang keras adalah aktualisasi diri dan pembuktian diri secara konstan. Dalam proses mencapai pengakuan sosial akan dirinya, sang pemimpin yang tadinya rendah hati tanpa sadar bermetamorfosa menjadi pemimpin tinggi hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, observasi Stott bahwa kontras antara perspektif alkitabiah dan sekuler mencapai titik kulminasi dalam soal kerendahan hati memang benar, meski tidak sepenuhnya. Hal itu dikarenakan adanya sesuatu yang penting yang sedang terjadi di dunia bisnis sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerendahan Hati dalam Dunia Bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses luar biasa dengan bukunya yang pertama, "Built to Last", peneliti manajemen Jim Collins kembali menggemparkan dunia bisnis dengan bukunya, "Good to Great". Jika sebagai pemimpin, Anda hanya memiliki waktu untuk membaca dua buku bisnis, bacalah kedua buku ini. Buku pertama berfokus pada pertanyaan: apa rahasia yang dimiliki sebelas perusahaan global dari berbagai industri untuk bertahan selama puluhan dan ratusan tahun, bahkan menjadi nomor satu di dunia? Sedangkan buku kedua didasari oleh pertanyaan: apa rahasia transformasi perusahaan yang "cukup baik" menjadi perusahaan yang "sangat hebat"? Itulah sebabnya mengapa Collins menganggap bahwa seharusnya buku kedua menjadi "prequel", bukan "sequel" dari buku pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang menarik dari hasil penelitian Collins dan dua puluh orang asistennya selama lima tahun dengan metodologi ilmiah yang sangat solid, yang menjadi bahan dasar buku "Good to Great". Dari awal, Collins sudah berkali-kali berpesan kepada tim risetnya untuk tidak memedulikan faktor pemimpin dalam mencari kunci sukses perusahaan. Ia sadar bahwa kepemimpinan memang cenderung diromantisir, yaitu kalau perusahaan sukses, itu pasti karena pemimpinnya, demikian juga kalau gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setiap kali menganalisa tumpukan data-data riset yang menggunung, mau tidak mau mereka menemukan bahwa kepemimpinan adalah faktor yang krusial dalam menentukan suksesnya perusahaan. Namun begitu, temuan berikut ini lebih menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perusahaan yang mereka teliti, yang telah mengalami terobosan transformatif dalam kinerja dan mampu mempertahankannya secara terus-menerus selama puluhan, bahkan ratusan tahun, ternyata memiliki pemimpin dengan dua karakteristik utama: "personal humility" dan "professional will". Kombinasi kedua karakteristik ini menjadi paradoks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang disebut Collins sebagai "Level 5 Leaders" ini adalah para pemimpin yang rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri, bahkan cenderung pemalu. Mereka menunaikan tugas dengan diam-diam tanpa berupaya mencari perhatian dan pujian publik. Apabila mereka berhasil, mereka selalu berusaha untuk memberi kredit kepada orang lain atau hal lain di luar diri mereka. Apabila ada kegagalan, mereka bertanggung jawab secara pribadi dan tidak mencari kambing hitam. Ambisi mereka adalah untuk kelanggengan perusahaan, bukan penggemukan dan kepentingan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya membaca buku Jim Collins, mau tak mau saya tertegun dengan temuan riset tersebut. Betapa tidak, pemimpin bisnis sekuler mengadopsi kerendahan hati yang adalah ide alkitabiah (meski mereka tidak menyadari ide tersebut berasal dari Alkitab), sementara banyak pemimpin Kristen malah meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hal itu tidak berarti Collins mengerti dengan tuntas apa arti kerendahan hati karena konsep Alkitab tentang kerendahan hati sangat erat terkait dengan Allah Tritunggal, yaitu kerendahan hati yang didasari oleh Allah Bapa, dicontohkan oleh Allah Anak dan dimungkinkan oleh Allah Roh Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerti Kerendahan Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa arti sesungguhnya dari kerendahan hati? Kerendahan hati tidak identik dengan inferioritas atau rasa minder. Seorang pengkhotbah besar, Charles Spurgeon, mengatakan bahwa kerendahan hati adalah "to make a right estimate of oneself." Kerendahan hati adalah mengerti posisi diri kita dengan tepat di hadapan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang rendah hati bukanlah seorang yang mengatakan bahwa ia tidak memiliki kemampuan apa pun dan tidak mampu melakukan segala sesuatu (karena itu berarti menghina Tuhan, pencipta-Nya). Seorang yang rendah hati adalah seorang yang mengatakan bahwa semua kemampuannya berasal dari Tuhan dan bahwa ia mampu melakukan sesuatu karena Tuhan yang memampukannya. Tanpa Tuhan, ia sama sekali bukan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku klasik karya Andrew Murray yang berjudul "Humility" memberi definisi rendah hati sebagai berikut. "Humility is the sense of entire nothingness, which comes when we see how truly God is all, and in which we make way for God to be all." Dengan nada yang sama. Martin Luther dengan lugas berkata, "God created the world out of nothing, and as long as we are nothing, He can make something out of us."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh dielaborasi lebih jauh, yang dikatakan Murray dan Luther kira-kira begini. Manusia itu pada dasarnya "nothing", lalu dalam kondisi "nothing" tersebut, manusia diubah dari "nothing" menjadi "something" oleh Tuhan yang adalah "everything". Saat manusia mulai berani mencoba sendiri untuk menjadi "something", Tuhan tidak lagi dapat bekerja melaluinya. Karena Tuhan tidak mungkin mengubahnya dari "something" menjadi "everything".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerendahan hati memang unik, kalau kita mengklaim bahwa kita memilikinya, kita justru tidak memilikinya. Saat kita merasa bahwa kita orang yang rendah hati, saat itulah kita kehilangan kerendahan hati kita. Inilah paradoks kerendahan hati. Kerendahan hati adalah satu-satunya karakteristik yang kita miliki tanpa kita merasa memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah relatif lebih mudah bagi kita untuk rendah hati di hadapan Tuhan (khususnya saat kita berada dalam kebaktian Minggu!). Namun, satu-satunya bukti kesungguhan kerendahan hati kita di hadapan Tuhan adalah kerendahan hati kita di hadapan sesama manusia dalam keseharian hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarum dalam Jerami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, pemimpin Kristen (Kristen dalam arti sesungguhnya, bukan Kristen KTP) sangat sulit ditemui. Ironis memang, banyak orang Kristen begitu berambisi menjadi pemimpin, sampai-sampai mereka lupa untuk menjadi Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Kristen yang rendah hati senantiasa sadar bahwa di balik segala kredibilitas dan kompetensi yang memosisikan mereka sebagai "something" di hadapan publik, mereka tetap adalah "nothing" di hadapan Tuhan. Perasaan "saya bukan apa-apa" inilah yang memungkinkan mereka berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan orang lain tanpa kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.K. Chesterton suatu kali berkata, "It is always the secure who are humble." Pemimpin yang tidak "secure" akan kesulitan menjadi pemimpin yang rendah hati. Namun, pemimpin yang "secure" tidak akan tersinggung dan marah bila ditegur. Mereka membuka diri untuk dikoreksi. Mereka bersedia untuk "learn", "unlearn", dan "relearn" tanpa harus merasa malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia bisnis di Barat pada abad ke-21, melalui Jim Collins, mengakui dan menghargai kerendahan hati sebagai salah satu karakter pemimpin yang sejati. Dan berabad-abad sebelumnya, dunia Timur melalui filsuf Cina kuno, Lao Tzu, telah menjunjung tinggi pentingnya kerendahan hati sebagai syarat menjadi seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    I have three precious things which I hold fast and prize. The first is gentleness; the second frugality; the third is humility, which keeps me from putting myself before others. Be gentle and you can be bold; be frugal and you can be liberal; avoid putting yourself before others and you can become a leader among men. (Ada tiga hal berharga yang saya pegang teguh. Kelembutan, kecermatan, dan kerendahan hati yang menjaga saya untuk tidak menempatkan diri di atas orang lain. Bersikaplah lembut dan Anda akan menjadi seorang yang hebat, jadilah cermat sehingga Anda menjadi orang yang liberal, jangan merasa diri paling hebat dan Anda akan dapat menjadi pemimpin.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis bila pemimpin Kristen kontemporer justru mencampakkan sikap rendah hati yang diajarkan Alkitab. Sungguh tragis bila Kristus yang menyebut diri-Nya sebagai "lemah lembut dan rendah hati" tidak lagi menjadi teladan ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dan diedit seperlunya dari:&lt;br /&gt;Judul buku :  Kepemimpinan Kristen&lt;br /&gt;Judul bab  :  Kerendahan Hati Versi Jim Collins, Lao Tzu, dan&lt;br /&gt;  Yesus Kristus&lt;br /&gt;Penulis  :  Sendjaya&lt;br /&gt;Penerbit  :  Kairos, Yogyakarta 2004&lt;br /&gt;Halaman  :  79 -- 84&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-9150045096415067534?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/9150045096415067534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/kerendahan-hati-versi-jim-collins-lao.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/9150045096415067534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/9150045096415067534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/kerendahan-hati-versi-jim-collins-lao.html' title=''/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-1830383306999502516</id><published>2009-10-08T05:44:00.002+07:00</published><updated>2009-10-08T05:44:25.913+07:00</updated><title type='text'>Sejarah HKBP</title><content type='html'>7 Oktober 1861: Pelayanan Rheinische Mission dari Jerman dimulai di Tanah Batak dan merupakan hari lahirnya Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), ditandai dengan berundingnya empat orang Missionaris, Pdt. Heine, Pdt. J.C. Klammer, Pdt. Betz dan Pdt. Van Asselt membicarakan pembagian wilayah pelayanan di Tapanuli.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6319120906883471372-1830383306999502516?l=bulugodang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bulugodang.blogspot.com/feeds/1830383306999502516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/sejarah-hkbp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1830383306999502516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6319120906883471372/posts/default/1830383306999502516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bulugodang.blogspot.com/2009/10/sejarah-hkbp.html' title='Sejarah HKBP'/><author><name>BULUGODANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07950898433051674132</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Xcyp72xHIL4/S4N6K5ZIzAI/AAAAAAAAAD0/zt7ak8AkOQk/S220/P01-01-10_14-18%5B1%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6319120906883471372.post-2576637865332284282</id><published>2009-10-07T21:14:00.002+07:00</published><updated>2009-10-07T21:14:31.966+07:00</updated><title type='text'>Asal Usul Nama Indonesia</title><content type='html'>PADA zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. “Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi (Sumatra, Sulawesi, Sunda, semuanya Jawa)” kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia. Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah “Hindia”. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air kita memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” (bahasa Latin insula berarti pulau). Tetapi rupanya nama Insulinde ini kurang populer. Bagi orang Bandung, Insulinde mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata “India”. Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa” (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa di antara dua benua dan dua samudra”, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia. Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: … the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. Ketika mengusulkan nama “Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Politis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasawarsa 1920-an, nama “Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, “Negara Indone
